https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   28 September 2021 - 03:30 wib

Awas! Bahaya Mikroplastik pada Galon Isi Ulang Lebih Tinggi

berita-profile

Aris Danu

0

0

Kandungan mikroplastik pada galon isi ulang atau galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC) jauh lebih besar dan berbahaya dibandingkan dengan kemasan plastik lainnya. Pemicunya karena digunakan berulang kali, sehingga mikroplastik mengalami peluruhan yang lebih besar.

Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia (UI) Agustino Zulys menyebut bahwa kandungan mikroplastik galon guna ulang lebih besar dibandingkan galon plastik polyethylene terephthalate (PET)

Menurutnya, kemasan plastik yang digunakan berulang kali jelas mengalami peluruhan mikroplastik yang lebih tinggi. Hal ini berbeda dengan galon berbahan PET yang selalu baru galon dan isinya.

"Untuk (galon) isi ulang, perlu dicek lagi dan dicek lagi. Namun menurut hipotesis saya, karena isi ulang tentu lebih banyak lagi (mikroplastik-nya) proses yang berlangsung lama, proses peluruhan yang cukup lama," kata Agustino dalam konferensi pers acara bertajuk 'Ancaman Kontaminasi Mikroplastik dalam Galon Sekali Pakai' yang diselenggarakan oleh Greenpeace, di Jakarta, baru-baru ini.  

Menurut dia, hasil riset menunjukkan bahwa galon PET yang sekali pakai mempunyai material sama dengan botol Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Beberapa merek masih menggunakan mikroplastik 11-257 mikro meter. Dan yang terpenting mikroplastik yang digunakan masih dalam batas aman.

Selain Agustino, konferensi pers juga dihadiri oleh Anggota Pengurus YLKI Tubagus Haryo Karbayanto (YLKI) dan spesialis saraf dan staf pengajar Ilmu Kedokteran UI dr Pukovias Prawiroharjo.

Sementara itu, dr Purkovisa mengungkapkan semakin kecil kemasan air tersebut juga bisa menyebabkan paparan mikroplastik yang besar. "Ambangnya masih rendah di bawah WHO mengenai mikroplastik," ujar dia.

Namun, lanjut dr Purkovisa, sampai saat ini belum ada uji klinis dampak mikroplastik untuk kesehatan. "Karena belum jelas bahaya Mikroplastik, maka perlu riset lanjutan dari sisi kesahatan," katanya.

Sedangkan Tubagus Haryo Karbyanto menyoroti tentang perlunya informasi kepada konsumen mengenai potensi kandungan mikroplastik di kemasan air minum ini.

"Greenpeace dan UI memberi tahu bahwa mikroplastik ada lho di setiap minuman yang dikonsumsi setiap hari. Kita sebegai konsumen harus memiliki hak dasar untuk mengetahui produk yang digunakan," tandasnya.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Nadiem Terus Pastikan Percepatan Vaksinasi Pelajar

Percepatan program pembelajaran tatap muka (PTM) di Indonesia harus segera terealisasikan untuk m
berita-headline

Viral

Segala Jenis Pengobatan COVID-19 Wajib Uji Klinis

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, Indonesia bers
berita-headline

Viral

Kata Pakar Kesehatan Soal Tren Kasus Menurun, Maksimalkan Vaksinasi

Tren kasus terkonfirmasi positif covid-19 belakangan menurun. Menurut Ketua Bidang Data dan Tekno
berita-headline

IXU

Kapan Status Endemi Covid-19 Bisa Dicapai di Indonesia?

Kapan Indonesia keluar dari situasi pandemi menjadi endemi covid-19?Jawaban:
berita-headline

IXU

Kenali Perbedaan Penyakit Maag dan GERD

Suka bingung sakit maag atau gerd. Apa sih bedanya maag dengan Gerd?Jawaban: