https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 September 2021 - 16:34 wib

China Larang Kripto, Bitcoin Cs. Tersungkur?

Inersia
berita-headline

China Larang Kripto, Bitcoin Cs. Tergerus

Bank Sentral China menyatakan bahwa seluruh aktivitas terkait mata uang digital (kripto) termasuk dalam transaksi ilegal sejak Jumat (24/9/2021). Selain itu, bank sentral juga menargetkan bursa luar negeri yang menyediakan layanan kripto kepada pengguna China.

"Aktivitas bisnis terkait mata uang virtual adalah aktivitas keuangan ilegal," kata People's Bank of China dilansir BBC.

Bank sentral China juga memperingatkan bahwa uang kripto sangat membahayakan keselamatan aset rakyat. BBC melaporkan, China sebenarnya adalah salah satu pasar uang kripto terbesar di dunia.

Pengumuman larangan penggunaan uang kripto tersebut merupakan langkah terbaru China dalam membendung investasi spekulatif yang tidak stabil serta pencucian uang.

Perdagangan uang kripto di China sebenarnya telah dilarang sejak 2019. Tetapi, aktivitas tersebut terus berlanjut secara online melalui bursa asing. Namun, pengumuman terbaru tersebut adalah indikasi paling jelas bahwa China ingin menutup perdagangan uang kripto, apa pun bentuknya.

China, yang mempunyai tarif listrik relatif rendah dan harga perangkat keras komputer yang lebih murah, telah lama menjadi salah satu pusat pertambangan uang kripto di dunia. Aktivitas penambangan sangat populer di sana yang berimbas pada melambungnya harga kartu grafis global. Kartu grafis sangat dibutuhkan untuk menambang Bitcoin dkk.

Pada September 2019, China menyumbang 75 persen dari konsumsi energi di dunia untuk menambang Bitcoin dunia. Pada April 2021, hal itu turun menjadi 46 persen.

Fluktuasi di negara itu sering berdampak pada harga mata uang kripto global. Setelah pengumuman larangan penggunaan uang kripto, Harga Bitcoin turun lebih dari USD 2.000.

Merujuk Coinmarketcap.com, pada hari ini, Selasa (28/9/2021) pukul 7.50 WIB, harga Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, Polkadot dan mata uang kripto lainnya masih di zona merah.

Di kelompok uang kripto dengan market cap terbesar, harga Bitcoin US$ 42.289,55, turun 3,28% dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum turun 5,87% menjadi US$ 2.934,30.

Meski begitu, pelarangan Kripto di China dianggap tidak akan memberikan efek jangka panjang. Sebab kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya."Tahun 2014, saya punya bisnis mining (penambangan) kripto. Waktu itu harganya lumayan drop karena China melarang perdagangan Bitcoin secara utuh," kata Jay Jayawijayaningtyas, Country Manager platform perdagangan kripto Luno Indonesia dalam diskusi online, Rabu (29/9/2021).

Menurutnya ada perbedaan antara larangan China beberapa waktu tahun lalu dengan saat ini. Yakni adanya supply (permintaan) dan demand (penawaran) untuk kestabilan harga, berapa banyak orang yang beli akan berpengaruh pada harga.

Saat tujuh tahun lalu ini sangat berpengaruh sebab pasarnya masih kecil. Sementara saat ini kripto sudah makin mendunia diikuti dengan permintaan yang banyak.

Perbedaan lainnya adalah dari segi investor. Jay mengatakan pada 2014 lalu hanya ada pemain ritel, ini membuat harga kripto sangat fluktuatif. Sementara saat ini juga institusi sudah masuk sebagai investor. Salah satu yang paling terkenal adalah Elon Musk serta perusahaan yang didirikannya Tesla.

Jay mengatakan larangan China saat ini mungkin akan berdampak pada harga. Namun tidak akan dalam jangka panjang."Sekarang tidak akan seperti 2014. Ada impact (dampak) terhadap harga, melihat jangka panjang demand dari institusional semakin banyak. Tentunya akan ada impact tapi tidak akan ada long term," jelasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Rekening Rp20,5 Miliar Diblokir, Polisi Buru Pemodal Pinjol Ilegal Asal China

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap identitas pemo
berita-headline

Viral

Beda dengan Jokowi, PM Malaysia Berani Batalkan Proyek Kereta Cepat Meski Bayar Ganti Rugi

Berbeda dengan Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berani mengambil r
berita-headline

Viral

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi Maju Kena Mundur Kena

Pemerintah memastikan kelanjutkan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung menggunakan Anggar
berita-headline

Viral

Target Kereta Cepat Meleset Saham China Mayoritas

Prediksi ujung dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal ada subsidi tiket pada kereta cepat
berita-headline

Viral

Ichsanuddin Noorsy: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kemahalan, Duitnya Mengalir ke Siapa?

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, tak hanya meninggalkan bengkaknya biaya yang berarti utang n