https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 September 2021 - 17:36 wib

Kesadaran Fesyen Berkelanjutan untuk Jaga Lingkungan

Inersia
berita-headline

istimewa

Salah satu bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) adalah bagaimana menjaga lingkungan.

SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan bagaimana bertanggung jawab secara pribadi dalam memilih fesyen yang setiap hari dikenakan. Fesyen yang berkelanjutan tentu akan meningkat seiring tujuan dari SDGs untuk aksi global.

Jika berbicara di dunia fesyen, pemilihan bahan material dalam membuat sebuah busana sangat penting. Hal ini tentu harus yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah serat kapas. Kapas dinilai memiliki serat alami yang mudah terurai.

Namun, untuk mengurangi pencemaran lingkungan, diharapkan banyak produsen di industri tektil bisa menggunakan kapas berkelanjutan seperti jenis Cotton USA.

Saat ini, semakin banyak perusahaan-perusahaan besar global mulai tertarik dengan apa disebut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan bagaimana mereka dapat berkontribusi.

"CCI (Cotton Council International Indonesia) hadir untuk memberikan dukungan, khususnya untuk pelaku bisnis di industri tekstil, guna melakukan transformasi industri dengan mengadaptasi tuntutan konsumen terkait produk tekstil yang mengedepankan keberlanjutan, transparansi serta ketertelusuran," papar Dr. Anh Dung (Andy) Do selaku perwakilan CCI di Indonesia, Jakarta, Rabu, (29/09/2021).

U.S. Cotton Trust Protocol adalah program industri kapas AS yang menetapkan standar baru untuk kapas yang ditanam secara berkelanjutan. Program ini membawa tujuan dan pengukuran yang dapat diukur dan diverifikasi untuk produksi kapas berkelanjutan dan mendorong peningkatan dalam metrik keberlanjutan utama.

Dengan bergabung bersama program ini, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang diproduksi secara berkelanjutan dan berkualitas, dan bahwa rantai pasokan dari lapangan ke pabrik bebas dari risiko lingkungan dan sosial.

"Hal ini telah dibuktikan melalui melalui Field to Market, diukur dengan Fieldprint Calculator, dan diverifikasi dengan Control Union Certifications yang dilengkapi dengan teknologi terbaik," tambahnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

130 Koleksi Lakon Indonesia Dipamerkan di Candi Prambanan

Lakon Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Jak
berita-headline

Inersia

Jaga Lingkungan dengan Kelola Sampah

Persoalan lingkungan menjadi salah satu perhatian penting yang disoroti dunia melalui tujuan pemb
berita-headline

Viral

Tertutup Balutan Busana Hitam, Ada Apa dengan Kim Kardashian di Met Gala 2021?

Penampilan Kim Kardashian menjadi sorotan. Kehadirannya di Met Gala 2021 sangat menarik perhatian
berita-headline

Hangout

Komunitas BeatBoys, Persaudaraan Musik, Fesyen dan Skuter

Berawal dari seringnya aktifitas nongkrong bersama di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, sej