https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 12:37 wib

Goodbye Angela Merkel, Akhir Sebuah Era

Inersia
berita-headline

Kanselir Jerman Angela Merkel mengakhiri 16 tahun kepemimpinannya

Kanselir Jerman Angela Merkel memutuskan mengakhiri kepemimpinannya setelah 16 tahun lamanya. Ia memutuskan tak akan maju lagi dalam pemilu yang diselenggarakan meski namanya masih tinggi diberbagai jajak pendapat.

Survei terbaru dari Pew Research Center yang diterbitkan pada Rabu (22/9/2021) mengungkap bahwa tingkat kepercayaan publik di luar Jerman terhadap Merkel masih lebih tinggi di banding terhadap pemimpin lainnya macam Presiden AS Joe Biden, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Cina Xi Jinping, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Tahun ini menjadi tahun terakhir Angela Merkel memimpin “Negeri Panser”. Setelah berkuasa selama hampir dua dekade, Angela Merkel memutuskan pensiun dari kancah politik. Menjabat sejak tahun 2005, Merkel adalah wanita pertama yang pernah menjabat sebagai Kanselir Jerman.

Terlepas dari penggambarannya sebagai pemimpin yang keras, banyak yang memujinya karena kepemimpinan yang tegas. Pujian tersebut juga ada di biografi Kanselir Merkel yang ditulis Ursula Weidenfeld dengan subjudul, "potret sebuah era". Majalah 'Time' menobatkan Merkel sebagai Person of the Year, memujinya sebagai "kanselir dunia bebas". Setelah membuka perbatasan Jerman untuk para pengungsi, majalah itu memuji Merkel karena "menggunakan hati nuraninya seperti senjata".

Selama 16 tahun memimpin Jerman, Merkel dianggap sukses membawa Jerman keluar dari berbagai krisis yang melanda. Merkel disebut sebagai 'manajer' yang bisa diandalkan sejak awal dekade abad ke-21, membawa Jerman keluar dari berbagai krisis, dari mulai keuangan, politik, sampai kesehatan.

Merkel kembali mendapatkan pujian selama satu setengah tahun terakhir karena dianggap berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan pendekatan rasional dan ilmiah, tentu tak terlepas karena latar belakangnya sebagai ilmuwan.

Angela Merkel lahir di Hamburg, Jerman Barat, 17 Juli 1954. Wanita yang kini berusia 67 tahun itu terlahir dengan nama Angela Dorothea Kasner. Merkel dewasa, bekerja sekaligus belajar di Institut pusat untuk kimia fisika dari Akademi Ilmu Pengetahuan hingga 1990, dan lulus dengan gelar doktor fisika.

Saat tembok pemisah Jerman Barat dan Timur roboh dan pusat gerakan komunis dunia Uni Soviet runtuh, Merkel memutuskan terjun ke politik. Ia memulainya sebagai anggota dewan Bundestag pada 1990 mewakili CDU, partai yang kental dengan dominasi laki-laki (sampai 2019, representasi politikus perempuan di CDU hanya 26 persen, jauh di bawah Partai Hijau 41 persen, Partai Kiri 36 persen, dan SPD 32 persen).

Karir politik Merkel yang moncer membuatnya memimpin Partai CDU sebagai ketua umum. Menjadi Ketua oposisi membuatnya cukup dikenal di masyarakat sebagai penentang kanselir Gerhard Schroder. Rekam jejaknya yang bagus dengan gelimang prestasi dan pengalaman berhasil membawanya memangku jabatan tertinggi.

Merkel terpilih sebagai Kanselir Jerman pada 2005, ketika ekonomi sedang bergejolak: pengangguran meroket sampai 11,7 persen dan anggaran negara defisit seiring pertumbuhan ekonomi macet pada kisaran nol koma hingga satu persen selama lima tahun terakhir. Sampai pertengahan dekade 2000-an, sebutan “sick man of Europe” kerap disematkan pada Jerman yang masih bertatih-tatih bangkit dari keterpurukan pascareunifikasi.

Namun Merkel membuktikannya dengan kepemimpinan yang tegas dan tepat, Jerman perlahan keluar dari Krisis. Kritikus yang awalnya lantang meragukan kepemimpinan Merkel, tak lagi berkomentar selain melontarkan pujian.

Laporan terbaru dari wadah pemikir nonpartisan yang berbasis di Washington DC, AS berdasar pengumpulan data dari 16 survei publik di negara-negara maju, menempatkan Merkel dengan tingkat kepercayaan tertinggi dibanding pemimpin AS, Rusia, Cina dan Prancis.

Sebanyak 77% responden survei meyakini, Merkel akan melakukan hal yang benar untuk urusan internasional.

Di Jerman, tingkat kepercayaan terhadap Merkel juga cenderung tinggi. Lebih dari dua pertiga responden mengamini hal ini selama masa jabatannya sebagai kanselir, demikian menurut survei.

Sementara di tahun 2021, tingkat kepercayaan tersebut naik, di mana 77% responden menaruh kepercayaan terhadap Merkel. Namun tekad Merkel untuk pensiun sudah bulat. Sederet prestasi dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi, tak cukup menghentikan niat Merkel meninggalkan dunia politik yang membesarkan namanya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan