https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 15:39 wib

Tips Ala Dokter Reisa, Cerdas Menyimpan dan Membuang Obat

Inersia
berita-headline

istimewa

Merasa resah ketika melihat tumpukan obat di rumah? Sebelum membuangnya, ada baiknya, Anda menyimak tips menyimpan dan membuang obat dari dokter Reisa Broto Asmoro.

Nama dokter Reisa tidak asing lagi. Dia yang kini menjadi salah satu bagian dari juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, juga membagikan tips agar masyarakat tidak salah langkah menyimpan dan membuat obat yang ada di rumah.

Menurut Reisa, menyimpan dan membuang obat dengan cara yang benar sangat penting agar tidak cepat rusak, turun kadar khasiatnya, dan menjadi berbahaya.

"Obat dapat rusak selama penyimpanan meski belum kadaluarsa," kata Dokter Reisa pada akun instagramnya @reisabrotoasmoro, dikutip di Jakarta, Kamis, (30/09/2021).

Lantas apa saja ciri obat yang rusak?

Obat yang rusak adalah yang sudah berubah bentuk, berubah rasa, berubah warna, dan menjadi penggumpal.

"Belum lagi jika dibuang sembarangan, dapat merusak lingkungan dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Cara menyimpan obat yang benar

Secara umum obat dapat disimpan di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari. Baca petunjuk penyimpanan pada kemasan. Jangan ragu untuk bertanya pada apoteker.

Obat yang berbentuk sirup atau cair sebaiknya tidak disimpan di lemari pendingin, namun pada suhu kamar.

Obat yang mudah meleleh seperti untuk anus dan vagina, dapat disimpan di lemari pendingin, namun bukan di freezer. Kemudian, untuk berbentuk aerosol jangan disimpan di tempat yang bersuhu tinggi karena mudah meledak.

Letakkan obat jauh dari jangkauan anak-anak dan jangan menyimpan di dalam mobil atau dalam jok sepeda motor, karena suhu di sana tidak stabil.

Membuang obat yang sudah rusak dan lewat kadaluarsa, jangan gunakan lagi dan jangan langsung dibuang.

"Pisahkan isinya dan rusakkan kemasannya serta etiketnya, buanglah terpisah," katanya.

Untuk obat cair atau sirup, masukkan ke dalam kantung plastik, campurkan air atau tanah sebelum dibuang ke tempat sampah, atau bisa juga dibuang ke saluran pembuangan air tapi encerkan dahulu isinya.

"Hancurkan obat tablet dan keluarkan isi kapsul, baru masukkan ke dalam plastik, beri air atau tanah sebelum dibuang ke tempat sampah," tambahnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 54,9 Juta Orang

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis per
berita-headline

Inersia

Tips untuk Orangtua Siapkan Kesehatan Fisik dan Mental untuk Anak

Pada masa uji coba PTM (Pertemuan Tatap Muka), anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk pendidika
berita-headline

IXU

Apakah Virus Corona Bisa Menular Lewat Makanan?

Covid-19 belum ada tanda-tanda hilang dari muka bumi. Kebutuhan untuk belanja makanan sehari-h
berita-headline

Viral

Antisipasi Sebaran Kasus Covid-19 Usai Gelaran PON Papua XX

Perhelatan PON Papua XX telah usia. Terdapat sekitar 83 orang terkonfirmasi positif Covid-19 saat
berita-headline

IXU

Kapan Status Endemi Covid-19 Bisa Dicapai di Indonesia?

Kapan Indonesia keluar dari situasi pandemi menjadi endemi covid-19?Jawaban: