https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   01 October 2021 - 02:06 wib

Insiden Anak Kecil di Pesawat Citilink, Untung Pramugarinya Gercep

Inersia
berita-headline

(ist)

Gara-gara penumpang anak-anak, pesawat Citilink QG-944 rute Cengkareng-Batam, harus mendarat dadakan atau divert ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Ternyata, si anak yang tidak dalam pengawasan orang tuanya itu, melepas penutup pelindung tuas pintu darurat.

Kontan saja, lampu peringatan menyala. Kebetulan, ada penumpang yang melihat dan segera melaporkannya ke awak kabin. Tak menunggu lama, pramugari Citilink bergerak cepat alias gercep. Pintu darurat tak jadi terbuka.

Atas kejadian ini, pakar penerbangan Alvin Lie memberikan apresiasi terhadap kesigapan pilot dan awak kabin Citilink. Hal ini disampaikannya dalam AviaTalk bertajuk Insiden Pesawat! Penumpang Anak Membuka Jendela Darurat, Live di Instagram @alviation dan @citilink, Kamis (30/9/2021).

Hadir sebagai narasumber,  Vice President Safety, Security & Quality PT Citilink Indonesia Captain Teguh Kristiono dan mantan awak kabin senior Rebecca Dora Maros.

Alvin Lie mengatakan, penumpang anak-anak yang berada di seat row 11 dalam penerbangan tersebut melepas penutup pelindung tuas pintu darurat atau cover handle emergency exit di luar pengawasan orang tuanya.

"Terlihat ternyata penumpang anak duduk di seat row 11 di depan green zone emergency row, jadi tidak duduk di kursi emergency. Sedangkan kursi darurat Citilink ada di kursi 12 dan 14," ujar Alvin.

Mantan anggota Ombudsman RI itu menambahkan, awak kabin yang bertugas terlihat sudah melakukan tindakan sesuai prosedur dengan segera menginformasikan kejadian tersebut kepada Captain Pilot.

Kemudian, Captain segera memutuskan untuk mengalihkan (divert) penerbangan ke bandara terdekat untuk dilakukan pengecekan secara teknis kondisi pesawat dan memastikan pesawat dalam kondisi aman, guna menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Jadi safety is everbody bussiness, menjadi tanggung jawab bersama. Baik Pilot, awak kabin dan penumpang saling menjaga," jelasnya.

Kemudian, mengenai pertanyaan soal Citilink mengangkut anak-anak, Alvin menunjuk keputusan ada di tangan pemerintah.

"Maskapai membawa penumpang atas izin dan rekomendasi dari tim Satgas COVID-19 setempat (Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang). Citilink bertugas untuk memeriksa kembali kelengkapan dokumen calon penumpang sebelum naik akan naik ke pesawat," katanya.

Sementara, Captain Teguh Kristiono  mengatakan, kemungkinan ketika penumpang anak duduk di seat row 11, saat itu orang tuanya lengah atau tertidur sehingga tidak mengawasi anak.

Jadi si anak tidak pindah tempat duduk, namun berdiri dari tempat duduknya dan membuka tutup pelindung tuas pintu darurat atau cover handle emergency exit tanpa pengawasan dari orang tuanya. Ketika tutup pelindung terbuka, lampu indikator menyala di kabin dan kopit, menandakan pintu darurat tidak tertutup dengan baik.

"Penumpang di seat row 15 dan pramugari langsung aware, dan mengembalikan tutup pelindung tuas pintu darurat seperti sedia kala," ujar Teguh.

Terkait keputusan penerbangan QG 944 rute Cengkareng-Batam dialihkan (divert) ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, lanjut Teguh, Captain Pilot memutuskan untuk melakukan pengecekan secara teknis kondisi pesawat dan memastikan pesawat dalam kondisi aman, guna menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Kemudian operasional penerbangan Citilink tetap berjalan dengan normal dan seluruh penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut berada dalam kondisi baik. Pesawat mendarat dengan selamat di Batam. Dapat kami informasikan bahwa sebelum melanjutkan perjalanan ke Batam, telah dilakukan pengecekan oleh Citilink, tim teknik serta otoritas berwenang dan hasil menunjukkan bahwa pesawat dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan," jelasnya.

Secara terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyampaikan penjelasan mengenai keberadaan penumpang tersebut.

Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun dilarang melakukan perjalanan. Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari penyebaran COVID-19.

"Tetapi di lapangan ada diskresi yang diberikan, misal anak-anak yang memang harus ikut bepergian karena mengikuti orang tuanya yang sedang pindah tugas," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

“Atau bepergian karena memang harus sekolah di tempat/kota lain, serta anak yang berkebutuhan khusus dan harus mengikuti orang tuanya,” sambungnya.

Novie menuturkan, terkait diskresi ini harus mendapat persetujuan dari Satgas COVID-19 setempat dengan menunjukkan dokumen/bukti penunjang perjalanan.



Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

TransJakarta Siap Beri Pendampingan pada Korban Kecelakaan di Cawang

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) siap memberikan pendampingan maksimal kepada seluruh korba
berita-headline

Viral

Semangat Baru, Awak Citilink Ganti Seragam Rancangan Oscar Lawalata

Menyambut hari pelanggan nasional, maskapai penerbangan Citilink meresmikan seragam baru untuk pa
berita-headline

Viral

Penyelamatan Garuda, Kementerian BUMN Perjuangkan Negosiasi dengan Lessor

Kementerian BUMN tengah memperjuangkan proses negosiasi dengan para pemberi sewa pesawat atau