https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 October 2021 - 16:31 wib

Brasil Memanas, Demo Meluas

Inersia
berita-headline

Ribuan Orang Turun ke Jalan-Jalan Brasil Memprotes Penanganan Covid19 oleh Presiden Bolsonaro

Ribuan orang kembali turun ke jalan di kota-kota besar dan kecil di seluruh Brasil demi menuntut pencopotan Presiden Jair Bolsonaro.

Kegagalan Bolsonaro menghadapi Pandemi Covid19 dijadikan alasan ribuan orang turun ke jalan memakzulkan Bolsonaro. Di bawah kepemimpinannya, angka infeksi di Brasil menjadi salah satu yang tertinggi di dunia, dengan angka kematian Covid19 kini menembus hingga lebih dari 600 ribu jiwa.

Dengan situasi Covid19 yang tak kunjung reda, warga pun beramai-ramai meluapkan emosinya. Protes yang pecah pada Sabtu (2/10/2021) itu bahkan berhasil menjalar di 160 kota besar dan kecil di seluruh Brasil.

"Presiden yang ada di sana mewakili segala sesuatu yang terbelakang di dunia - ada kelaparan, kemiskinan, korupsi dan kami di sini untuk membela demokrasi," kata pengunjuk rasa Valdo Oliveira kepada kantor berita AFP.

Sebenarnya sudah ada lebih dari 100 permintaan yang diajukan ke DPR untuk memakzulkan Bolsonaro. Namun, hingga kini, pemimpin badan legislatif Brasil itu masih menolak untuk menindaklanjuti.

Meski begitu, ada sedikit harapan karena Mahkamah Agung Brasil baru-baru ini telah menyetujui beberapa penyelidikan terhadap Bolsonaro.

Bolsonaro kerap disebut meremehkan Covid19. Sejauh ini, dia belum divaksin dan kerap tampil di depan publik tanpa memakai masker.

Selain mengkritik penanganan pandemi Bolsonaro, para demonstran juga memprotes melambungnya harga kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, dan bahan bakar."Sangat menyakitkan melihat kesehatan dan pendidikan dihancurkan, dan ada banyak orang kelaparan di negara ini," kata Marilena Magnano (75). "Kami minta Bolsonaro keluar dari pemerintahan, waktunya telah habis," sambung Magnano.

Unjuk rasa Sabtu merupakan respons demo para pendukung Bolsonaro pada 7 September lalu. Para pengunjuk rasa juga berkumpul di pusat ibu kota Sao Paulo dan di ibu kota negara bagian wilayah utara seperti Recife dan Belem.

Unjuk rasa menentang presiden ini menyatukan partai-partai sayap kiri, serikat buruh, dan gerakan sosial, menandai upaya oposisi untuk menunjukkan persatuan. Menurut panitia unjuk rasa, demo berlangsung di lebih dari 200 kota di Brasil.

Benarkah Urusan Sosial Semata?
Aksi ribuan orang di kota-kota Brasil disusupi 'bumbu' politik jelang pemilihan presiden tahun mendatang. Politikus lain yang menjadi bakal calon presiden, Ciro Gomes, ikut serta dalam aksi protes di Rio de Janeiro.

Kendati demikian, aksi demonstrasi itu tidak dihadiri oleh mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Lula juga diperkirakan akan melawan Bolsonaro dalam pemilihan presiden 2 Oktober 2022 mendatang.

Diwartakan BBC, protes terbaru diorganisir oleh partai-partai oposisi serta serikat pekerja dan diselenggarakan tepat satu tahun menjelang pemilihan umum (pemilu) Brasil. Bolsonaro saat ini telah tertinggal dalam jajak pendapat.

Protes hari Sabtu terjadi setelah para loyalis Bolsonaro menggelar sejumlah aksi untuk mendukungnya bulan lalu. Aksi itu dinilai menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa Bolsonaro masih mampu menarik banyak pendukung, meski jajak pendapat membuatnya tertinggal dari saingan sayap kirinya Luiz Inacio Lula da Silva dengan sembilan poin persentase.

Pemilu Brasil belum akan terjadi sampai Oktober mendatang, tetapi peringkat persetujuan Bolsonaro sudah anjlok ke titik terendah sepanjang masa.

Sebuah jajak pendapat oleh Atlas Institute menunjukkan bahwa 61 persen orang Brasil menggambarkan kinerja pemerintahan Bolsonaro sebagai 'buruk' atau 'sangat buruk'. Angka ketidaksetujuan atas Bolsonaro ini naik dari 23 persen ketika ia pertama kali menjabat pada Januari 2019.

Meski begitu, belum ada kandidat yang secara resmi mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan Oktober 2022.

Datafolha mengatakan survei menunjukkan demonstrasi yang diadakan oleh Bolsonaro pada 7 September untuk mencari dukungan dalam bentrokannya dengan Mahkamah Agung belum mengubah prospek pemilihan.

Dukungan pemilih untuk Ciro Gomes dari Partai Buruh Demokratik (PDT) kiri-tengah dan gubernur Joao Doria dan Eduardo Leite, keduanya dari Partai Sosial Demokrat Brasil (PSDB), tetap dalam satu digit.

Popularitas Bolsonaro telah mencapai titik terendah sejak menjabat pada 2019. Jajak pendapat Datafolha menunjukkan, 53 persen responden tidak menyetujui Bolsonaro. Peringkat positifnya turun menjadi 22 persen dari 24 persen.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa serangan Bolsonaro terhadap Mahkamah Agung belum beresonansi dengan pemilih yang khawatir tentang kenaikan harga dan kurangnya pekerjaan.

Bolsonaro Punya Tiga Pilihan
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan bahwa dia telah melihat tiga pilihan di depan matanya tentang masa depan di tengah gencarnya aksi protes jalanan.

Pernyataan tersebut terlontar di tengah kritik dan popularitas pemimpin polusi dari saya kanan itu kian anjlok."Saya melihat tiga alternatif untuk masa depan saya, ditangkap, dibunuh, atau menang," katanya dalam sambutannya pada pertemuan para pemimpin evangelis pada Sabtu, (28/9/2021) lalu.

Kendati demikian, Bolsonaro dengan lugas mengatakan bahwa tak ada orang yang bisa menjebloskannya ke dalam penjara."Tidak ada seorang pun di Bumi yang akan mengancam saya," katanya.

Bolsonaro kini sedang bersaing dengan rivalnya pada pemilu Brasil tahun depan dari saya kiri, mantan presiden Luis Inacio Lula da Silva.

Dalam pertemuan itu, Bolsonaro kembali mengkritik pengadilan pemilu Brasil tentang sistem voting secara elektronik. Presiden berusia 66 tahun itu bahkan mengecam tidak akan menerima pemilihan presiden tahun depan.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, majelis rendah Kongres Brasil juga menolak upaya Bolsonaro untuk mengubah sistem pemungutan suara yang telah ada sejak 1996.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Penerapan Sertifikat Vaksin KRL, Masih Ada Warga yang Dilarang Masuk Karena Belum Vaksin

Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 bagi pengguna Ker