https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 October 2021 - 17:13 wib

Ramai Meski Dilarang, Cari Uang ala Manusia Silver

Inersia
berita-headline

Fenomena Manusia Silver (IG @ss_full)

Selama beberapa hari terakhir, fenomena manusia silver ramai jadi pembahasan sampai viral. Maraknya manusia silver di sudut-sudut jalan dan lampu merah seakan menjadi cara baru untuk meminta-minta.

Manusia silver seolah mata pencaharian baru dalam mengemis. Mulai dari bayi 10 bulan yang di cat silver sampai pensiunan polri yang harus jadi silverman jadi bagian fenomena silver di keadaan sosial Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menyebut bahwa fenomena manusia silver menjadi tanda tingkat kemiskinan suatu daerah.

"Secara nasional, diperkirakan persentase penduduk miskin naik menjadi 10.5-11% pada tahun 2021. Itu belum termasuk 19 juta pekerja yang terdampak pandemi COVID-19," papar Bhima.

Kondisi ini, lanjutnya, tentu berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, sehingga banyak diantara mereka, termasuk warga Kota Tangsel yang jatuh miskin karena kehilangan pekerjaan.

Ironisnya lagi, tambah dia, bantuan dari pemerintah tidak merata dan relatif tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga terpaksa mereka turun ke jalan-jalan  menjadi pengemis atau manusia silver.

Bahaya Silver
Mengecat sekujur tubuh dengan cat seperti pada manusia silver memiliki risiko yang berbahaya. Itu karena cat yang biasa digunakan pada manusia silver adalah pewarna tekstil. Pewarna yang biasanya digunakan pada manusia silver mengandung paraphenylenediamine (PPD), zat kimia yang menimbulkan warna jika bereaksi dengan oksigen. PPD ini juga biasanya dipadukan dengan oxidizer, zat pewarna yang bisa meresap ke dalam kulit atau rambut.

Akibatnya, orang bisa terkena iritasi berat terutama pada bagian wajah, karena area wajah relatif lebih sensitif dibandingkan area lain. Pewarna tekstil yang biasa digunakan manusia silver idealnya tidak digunakan untuk kulit manusia.

Dampak nampak dari cat silver pada kesehatan adalah kulit bisa mengalami iritasi seperti bintil-bintil, kemerahan, hingga rasa gatal. Tidak hanya itu, jika cat digunakan di bagian-bagian tubuh yang rentan seperti mata, hidung, dan bibir, bisa menyebabkan efek terbakar, mudah masuk ke peredaran darah, hingga berisiko masuk ke saluran pernapasan yang bisa menyebabkan penyakit paru-paru.

Kesampingkan Kesehatan Demi Pendaringan
Cerita menarik datang dari Tangerang Selatan belum lama ini. Berawal dari razia manusia silver, terkuak hasil mengamen dengan cara mencat silver.

Petugas Satpol PP menggelar razia besar-besaran terhadap keberadaan manusia silver di berbagai titik lokasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (28/09/21).

Razia itu dilakukan sejak siang hingga malam tadi di sekitaran perempatan Muncul, Pamulang Gaplek, Rempoa Situ Gintung, Bintaro Plaza, Graha Bintaro dan Alam Sutera.

Petugas berhasil mengamankan total 19 manusia silver. Mereka terdiri dari 10 orang dewasa laki-laki, 4 orang dewasa perempuan, dan 5 anak berusia antara 3 hingga 14 tahun.

Dari pengakuan para manusia silver yang diamankan terungkap, jika mereka rata-rata hanya bekerja 3 jam dalam sehari dengan pendapatan yang menggiurkan."Pendapatan sehari dari Rp80.000 sampai dengan Rp300 ribu selama 3 jam," jelasnya.

Hasil serupa terjadi di Padang. Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi mengungkap fakta mengejutkan dari penghasilan manusia silver perjamnya.

"Dengan pendapatan yang lumayan siapa yang tidak mau beraksi jadi manusia perak, tiga jam bisa dapat Rp300 ribu," ujar Alfiadi.

Meski begitu, keberadaan manusia silver menyalahi aturan dan akan terus ditindak Satpol PP. Pemerintah daerah biasanya mengirim para manusia silver yang terjaring razia ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan. Serta dibuat perjanjian untuk tidak kembali ke jalan menjadi manusia silver atau silverman

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Marak Keluarga Manusia Silver, Pendekatan Kriminalitas Bukan Solusi

Keterlibatan anak bayi 8 bulan oleh ibu kandungnya sebagai 'Bayi Silver' di Tangerang Selatan men