https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 October 2021 - 08:05 wib

Teknologi e-Power Jadi Batu Loncatan Masuki Era Kendaraan Listrik

Teknologi e-Power yang dihadirkan oleh Nissan dirasa cocok untuk menjadi batu loncatan sebelum akhirnya memasuki era kendaraan yang berbasis listrik sepenuhnya di Indonesia.

Dengan masih minimnya infrastruktur yang ada untuk kendaraan berbasis listrik ini, penggunaan teknologi e-Power dalam kendaraan Nissan menjadi sebuah alasan yang cukup untuk mendukung program pemerintah meminimalisir polusi yang ada saat ini.

"Nissan sudah melihat dan memikirkan sebuah hal yang bersifat jangka panjang, tidak hanya di Indonesia melainkan di hampir seluruh negara tujuan. Sebelum memasuki era kendaraan full electric, Indonesia cocok sekali dengan teknologi kami, yakni e-Power," ungkap Direktur Sales & Maketing PT Nissan Motor Distribution Indonesia (NMDI) Tan Kim Piauw saat sesi NGOVSAN bersama FORWOT, Rabu (6/10/2021).

Saat berbicara mengenai kendaraan listrik, hal yang menjadi problem utama adalah infrastruktur. Infrastruktur memang yang menjadi alasan cukup klasik bagi banyak negara berkembang. Isu infrastruktur tak hanya hangat dibicarakan di Indonesia, namun isu ini masih terus diperbincangkan di banyak negara.

Meski demikian, teknologi e-Power harus menjadi pertimbangan bila satu negara ingin menekan angka polusi serta tingginya jejak karbon yang sudah mulai meresahkan.

"Jika kita berbicara menuju ke era elektrifikasi, teknologi e-Power ini sangat cocok untuk saat ini. Dengan hadirnya teknologi ini pada kendaraan Nissan, pihaknya sudah turut membantu pemerintah untuk setidaknya menurunkan angka polusi yang ada saat ini," kata Tan Kim Piauw.


Nissan memang sangat bersungguh-sungguh dalam upaya untuk menurunkan angka polusi yang kian meningkat di kota-kota besar di Indonesia. Oleh karena itu, Nissan terus berupaya untuk menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia maupun secara global.

Tan Kim Piauw pun menjelaskan bahwa Indonesia merupakan prospek yang besar untuk memakmurkan kendaraan listrik meski butuh jangka waktu yang lama. Kendati demikian, untuk terciptanya populasi kendaraan EV yang merebak di Indonesia, pemerintah diharapkan turut aktif untuk menghadirkan fasilitas-fasilitas serta infrastruktur terkait.

"Untuk percepatan itu semua, campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendorong fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh mobil listrik itu sendiri," jelas dia.

Hingga saat ini sejumlah data mencatat bahwa mayoritas masyarakat di wilayah Indonesia masih belum sepenuhnya tertarik untuk menggunakan apalagi memiliki kendaraan listrik. Hal tersebut dibuktikan dengan catatan dari GAIKINDO yang hanya mencatat sebanyak 1.900 unit penjualan kendaraan listrik di periode Juni 2021.
 
Namun, bukan hal yang tidak mungkin untuk membuat kendaraan listrik menjamur di Indonesia. Pasalnya, jumlah penjualan kendaraan listrik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan bahwa minat pasar akan kendaraan listrik semakin meningkat.

Salah satu hal yang membuat peminat kendaraan listrik masih minim di Indonesia adalah harga jualnya tergolong cukup tinggi disamping fasilitas dan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai.

"Memang kendaraan listrik di Indonesia masih cukup tinggi harganya, karena rata-rata itu Rp600 jutaan bahkan lebih. Yang menyebabkan kendaraan listrik itu mahal adalah masalah komponen utamanya, yakni baterai," ucap Tan Kim Piauw.

Dia juga berharap bahwa dengan semakin berkembangnya kendaraan listrik dan semakin banyak peminat kendaraan listrik, maka harga dari 'menu utama' alias baterai untuk menjalankan kendaraan yang ramah lingkungan itu akan lebih murah dan terjangkau.

"Saya percaya, semakin banyak mobil listrik itu biaya baterai akan semakin turun. Dan nantinya, harga kendaraan listrik juga akan ikut menyesuaikan dengan harga yang menarik," kata Tan Kim Piauw.

Dalam hal ini, konsentrasi penuh dari Nissan adalah tetap menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Sebagai salah satu solusi dari beberapa permasalahan harga tersebut, Nissan sudah memiliki berbagai macam kendaraan yang siap bersaing di Indonesia, yakni Nissan Kicks e-Power yang dibanderol mulai dari Rp471 juta.

"Untuk menyikapi ini semua, kita akan terus memperkenalkan teknologi mobil listrik yang memang menjadi visi dari global. Kami juga berharap bisa membawa kendaraan-kendaraan listrik yang sesuai dengan demand di Indonesia dengan harga yang cukup familiar di sini," tutur Tan Kim Piauw.

"Komitmen kami juga terus berpatokan untuk membantu pemerintah menghadirkan polusi yang jauh lebih baik dari kendaraan-kendaraan yang beroperasi di Indonesia," tambah dia.

Sebagai informasi, teknologi yang dibanggakan oleh Nissan ini adalah menggunakan powertrain listrik 100 persen yang memanfaatkan teknologi kendaraan listrik yang ada di Nissan LEAF.

e-Power ini hadir dengan mesin bensin sebagai tambahan yang bertugas untuk mengisi baterai yang bertenaga tinggi nantinya, dan tenaga yang dihasilkan akan sama dengan kendaraan listrik dari torsi bawah.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur NMDI Evensius Go mengatakan bahwa Nissan akan terus menghadirkan kendaraan yang memang sangat dibutuhkan dan inginkan oleh pasar di Indonesia.

"Untuk ke depannya kita akan kembalikan ke pasar, kita memiliki cukup banyak varian untuk dipasarkan di wilayah Indonesia. Yang pasti kita akan komitmen menghadirkan kendaraan dengan teknologi yang kekinian," kata Evensius Go.

Saat ini, Nissan memiliki jajaran produk yang ramah lingkungan mulai dari Nissan LEAF hingga Nissan Kicks e-Power yang siap membantu menyikapi program pemerintah yang akan menurunkan netral karbon pada 2050.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Ekosistem Bisnis Ideal Bagi Industri Kreatif Indonesia

Teknologi memungkinkan industri bergerak lebih cepat, lebih gesit, lebih akurat, dan le
berita-headline

Inersia

Ekspansi ke Sektor Otomotif, Xiaomi Daftarkan Unit Bisnis EV

Salah satu raksasa teknologi China, Xiaomi, dilaporkan telah menyelesaikan pendaftaran unit bisni
berita-headline

Hangout

Atasi Krisis Tenaga Kerja, Nissan Luncurkan Pabrik dengan Robot Canggih

Nissan telah meluncurkan lini produksi di Pabrik Tochigi dengan Nissan Intelligent Factory, inisi
berita-headline

Inersia

Nissan Leaf Kian Mantap Menyambut Era Mobil Listrik di Indonesia

Setelah menunggu sekitar empat tahun setelah Nissan Leaf generasi kedua ini diluncurkan di tanah
berita-headline

Inersia

Turnamen PUBG Mobile PMPL SEA Season 4 Dimulai, Ini Jadwalnya

Turnamen e-sports PUBG Mobile Pro League Southeast Asia (PMPL SEA) telah memasuki musim