https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 18:11 wib

Trigeminal Neuralgia Kerap Disebut Penyakit Bunuh Diri

Inersia
berita-headline

istimewa

Banyak penderita nyeri wajah trigeminal neuralgia berada pada usia produktif. Trigeminal neuralgia merupakan kelainan saraf yang menyebabkan nyeri wajah sebelah yang tidak tertahankan.

Alangkah hebatnya nyeri yang ditimbulkan, seringkali muncul dorongan untuk bunuh diri pada para penderitanya. Tak heran, penyakit ini dijuluki sebagai suicide disease (penyakit bunuh diri).

Serangan nyeri berat berulangkali bukan saja sebabkan penderitaan tetapi mengganggu produktivitas kerja karena penderita tak mampu melakukan apa-apa selain menahan nyeri.

Kurangnya dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga karena memang penderita trigeminal neuralgia terlihat sehat secara fisik membuat mereka merasa kesepian, depresi dan putus asa. Nyeri hebat yang muncul saat membasuh muka, terkena dingin atau hangat, menggosok gigi membuat penderita kadang tidak menghiraukan higienitas pribadi berhari-hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengobatan atau penanganan trigeminal neuralgia dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah dengan pemberian obat antiepilepsi. Bila nyeri masih ada dan tidak ada perbaikan, maka akan dipertimbangkan untuk meningkatkan dosis atau mengombinasikan obat.

Bila hal-hal tersebut tak kunjung meringankan nyeri, maka dokter akan menganjurkan tindakan bedah mikro, yang dinamakan MVD (MicroVascular Decompression).

“Di RS PON, operasi bedah mikro akan dilakukan di bawah kerjasama tim dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf, guna mencapai hasil yang maksimal dan dengan menekan risiko seminimal mungkin," kata dr. Mustaqim Prasetya, SpBS, Jakarta, Jumat, (08/10/2021).

Untuk meminimalkan risiko komplikasi, maka selama tindakan MVD berlangsung akan dilakukan pemantauan ketat fungsi saraf dengan menggunakan alat IOM atau intraoperative monitoring untuk memonitor saraf-saraf lain yang berdekatan dengan lokasi operasi.

"Jadi tindakan operasi MVD sejauh risikonya minimal dengan hasil yang memuaskan. Data internal kami menunjukkan angka bebas nyerinya bisa mencapai 90 persen,” papar dr. Mustaqim Prasetya, SpBS lebih lanjut.

Dokter Mustaqim sekali menegaskan,nyeri trigeminal neuralgia dapat disembuhkan dengan metode yang tepat, yang dapat mengatasi sumber penyebab nyeri tersebut.

"Selanjutnya pasien bisa hidup bebas nyeri tanpa perlu mengkonsumsi obat," tambahnya.

MVD ini merupakan pilihan pengobatan utama dan tidak ada pantangan usia atau tidak ada batasan usia, selama kondisi kesehatan memungkinkan dilakukan tindakan pembedahan.

“Pasien tertua yang pernah kami tangani dengan MVD berusia 85 tahun dan beliau sangat bersyukur karena nyeri trigeminal neuralgia yang beliau alami dapat teratasi," katanya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ibu Dua Anak Gantung Diri karena Tak Kuat Diteror Debt Collector Pinjol

Seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, memilih untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri di teras
berita-headline

Inersia

Waspada, Kenali Tanda-Tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri

Bunuh diri harus dicegah sedini mungkin. Fenomena bunuh diri semakin meningkat kasusnya bahkan di
berita-headline

Inersia

Sembilan Cara Cegah Bunuh Diri

Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,Psikolog, m
berita-headline

Inersia

Indonesia, Pria Tiga Kali Lebih Banyak Bunuh Diri Dibanding Perempuan

Dr. Sandersan (Sandy) Onie, Peneliti Kesehatan Mental dalam Pencegahan Bunuh Diri menjelaskan ten
berita-headline

Viral

Wow, Setiap 40 Detik Seseorang Bunuh Diri di Seluruh Dunia

Menurut Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri, setiap 40 detik seseorang melakukan b