https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   09 October 2021 - 01:57 wib

Menghapus Stigma Kesehatan Mental Melalui Percakapan di Twitter

Tekanan akibat pandemi global dan isolasi karena lockdown menyebabkan fenomena pandemi bayangan, yaitu krisis kesehatan mental di dunia. Dampak pandemi yang berkepanjangan pun telah meningkatkan percakapan publik tentang isu kesehatan mental dan kesejahteraan.

Menurut laporan Twitter Trends Indonesia, saat ini orang-orang mendefinisikan kembali arti kesejahteraan bagi mereka. Masyarakat Indonesia tidak lagi menganggap percakapan mengenai kesehatan mental adalah hal yang tabu.

Selama pandemi, percakapan di Twitter mengenai kesejahteraan dan kesehatan mental meningkat secara signifikan. Di Indonesia, Twitter melihat peningkatan volume percakapan mengenai kesehatan mental sebesar 17 persen dari tahun 2018 hingga 2021.  

Dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati pada tanggal 10 Oktober, Twitter terus berkomitmen untuk melindungi kesehatan percakapan publik; memberikan ruang yang bebas serta aman bagi setiap orang untuk berbagi pengalaman tentang masalah kesehatan mental mereka.

"Kami telah bermitra dengan otoritas dan organisasi non-profit kesehatan mental di Asia Tenggara untuk memahami percakapan publik mengenai kesehatan mental, melakukan advokasi dan kampanye, serta meluncurkan #ThereIsHelp - layanan notifikasi yang menyediakan sumber daya dan informasi berharga mengenai kesehatan mental," ungkap Monrawee Ampolpittayanant, Head of Public Policy, Government and Philanthropy, Southeast Asia at Twitter, dalam keterangan tertulisnya kepada Inilah.com, Jumat (8/10/2021).
 
"Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan lebih banyak organisasi kesehatan mental di Indonesia dan Asia Tenggara untuk memperluas upaya kami dalam memberikan bantuan bagi yang membutuhkan," lanjut dia.

Search Prompt Twitter untuk Upaya Bunuh Diri dan Tindakan Menyakiti Diri Sendiri

Diluncurkan pada 2019, layanan notifikasi #ThereIsHelp menyediakan sumber daya kesehatan mental bagi kelompok rentan dan mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan tenaga ahli.

Twitter juga meluncurkan layanan Search Prompt untuk pencegahan upaya bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri di lebih dari 30 negara untuk meningkatkan kesadaran dan menghubungkan orang-orang dengan sumber daya kesehatan mental yang dapat diandalkan serta bermitra dengan otoritas dan organisasi non-profit lokal terkait kesehatan mental.



Pencegahan tindakan bunuh diri dan menangani isu kesehatan mental membutuhkan kolaborasi pada setiap lapisan masyarakat; mulai dari publik, pihak swasta, hingga organisasi non-profit.

Hal ini hanya dapat dilakukan secara efektif melalui kemitraan bersama lembaga pemerintah dan mitra organisasi non-profit, seperti Into the Light Indonesia (@IntoTheLightID), dalam menangani serta menghapus stigma kesehatan mental melalui percakapan di Twitter.

Founder and Advisor Into the Light Indonesia Benny Prawira Siauw mengatakan bahwa di Asia, tindakan bunuh diri memiliki stigma negatif dan tabu untuk dibicarakan.

"Kami juga memiliki pengertian yang unik dari sudut pandang budaya dan pengalaman tentang bunuh diri. Sayangnya, fenomena ini akan semakin tenggelam jika kita menolak untuk membicarakannya, hal ini bisa menyebabkan kegagalan untuk mengetahui isu dan menyelamatkan nyawa orang-orang yang sedang menghadapinya," ujar dia.

"Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan keterbukaan untuk membicarakan tindakan bunuh diri sangat penting untuk diterapkan di budaya kita. Kita hanya dapat menciptakan harapan melalui kasih sayang dengan melakukan percakapan berdasarkan fakta yang disampaikan oleh para ahli di Asia."

"Di Indonesia, Into the Light Indonesia bermitra dengan Twitter untuk menyediakan informasi pencegahan bunuh diri bagi mereka yang mencari kata kunci soal tindakan mencelakai diri sendiri dan bunuh diri di Twitter. Kami berharap akan ada lebih banyak aksi nyata dan percakapan yang penuh dukungan di tengah masyarakat saat membahas tentang upaya bunuh diri," imbuh Benny.

Emoji #HariKesehatanMentalSedunia


Untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu yang sangat penting ini, Twitter meluncurkan emoji khusus yang mewakili simbol kesadaran kesehatan mental yang dapat digunakan selama bulan Oktober ini.

Emoji pita warna hijau akan otomatis muncul di Tweet ketika pengguna menge-Tweet salah satu tagar berikut: #harikesehatanmental2021, #harikesehatanmentalsedunia, #BersamaKitaBisa, #MariBicara, #Kesehatanmental, dan #BulanKesehatanJiwa.



Pandemi COVID-19 telah memperkuat pandangan, bahwa tantangan kesehatan mental bukan cerminan dari karakter melainkan dari suatu keadaan, yang seringkali terjadi di luar kendali kita.

Di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, Twitter mengingatkan bahwa Anda tidak sendiri dan ada bantuan di luar sana.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ade Armando, Denny Siregar, 'Hilang' dari Twitter

Akun Twitter milik dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando, kena suspend.
berita-headline

Inersia

Analisis Perilaku Konsumen Indonesia saat Belanja Versi Twitter

Twitter adalah apa yang sedang terjadi di dunia dan yang sedang dibicarakan saat ini. Mulai dari
berita-headline

Inersia

Tips untuk Orangtua Siapkan Kesehatan Fisik dan Mental untuk Anak

Pada masa uji coba PTM (Pertemuan Tatap Muka), anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk pendidika
berita-headline

Inersia

Twitter Rancang Fitur Sembunyikan Cuitan Lama

Twitter kabarnya tengah merancang fitur untuk menyembunyikan cuitan lama ke dalam arsip dan memba
berita-headline

Viral

SBY Singgung Kemungkinan Hukum Bisa Dibeli

Walau uang dapat membeli banyak hal, tetapi tidak segalanya. Demik