https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   12 October 2021 - 05:46 wib

Facebook Siapkan Langkah Baru untuk Jauhkan Remaja dari Konten Berbahaya

Inersia
berita-headline

(foto: The New York Times)

Wakil Presiden Global Affair Facebook Inc, Nick Clegg, mengatakan bahwa Facebook akan memperkenalkan langkah-langkah baru pada aplikasinya untuk mendorong remaja menjauh dari konten berbahaya.

Mengutip Reuters, upaya tersebut mencuat tak lama sejak anggota parlemen AS meneliti bagaimana Facebook dan anak perusahaan seperti Instagram mempengaruhi kesehatan mental anak muda.

Nick Clegg juga mengungkapkan keterbukaan terhadap gagasan membiarkan regulator memiliki akses ke algoritme Facebook yang digunakan untuk memperkuat konten.

Clegg berbicara beberapa hari setelah mantan karyawan Facebook, Frances Haugen, bersaksi di Capitol Hill tentang bagaimana perusahaan membujuk pengguna untuk terus scrolling media sosial tersebut, dan ia nilai membahayakan kesejahteraan dan kesehatan mental remaja.

"Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, di mana sistem kami mencatat ketika remaja melihat konten yang sama berulang kali dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain," kata Clegg.

"Selain itu, kami memperkenalkan sesuatu yang disebut, 'take a break', di mana kami akan mendorong remaja untuk berhenti sejenak dari menggunakan Instagram," lanjut dia.

Clegg sebelumnya mengatakan bahwa Facebook telah menunda rencana untuk mengembangkan Instagram Kids, yang ditujukan untuk pengguna pra-remaja, dan memperkenalkan kontrol opsional baru bagi orang dewasa untuk mengawasi remaja.

Para senator AS pekan lalu mengecam Facebook tentang rencananya untuk melindungi pengguna muda lebih baik di aplikasinya.

Senator Amy Klobuchar telah mengajukan lebih banyak peraturan terhadap perusahaan teknologi seperti Facebook.

"Saya bosan mendengar 'percayalah pada kami', dan inilah saatnya untuk melindungi para ibu dan ayah yang telah berjuang dengan anak-anak mereka yang kecanduan platform dan terkena segala macam hal buruk," kata Klobuchar.

Dia mengatakan AS membutuhkan kebijakan privasi baru sehingga orang dapat 'memilih' jika mereka mengizinkan data daring mereka dibagikan.

Lebih lanjut, Klobuchar mengatakan pemerintah AS juga harus memperbarui undang-undang privasi anak-anak dan kebijakan persaingannya, dan mengharuskan perusahaan teknologi untuk membuat algoritme mereka lebih transparan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Genjot Target Vaksin, Pemerintah Dorong Capaian Vaksin Lansia dan Remaja

Perkembangan vaksinasi hingga saat ini berfokus untuk menggenjot vaksinasi untuk kelompok lansia
berita-headline

Inersia

Kronologi Tumbangnya Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram

Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama berj
berita-headline

Inersia

Tuai Kritik, Facebook Tunda Pengerjaan Instagram Kids

Facebook menunda pengerjaan Instagram Kids, aplikasi baru khusus anak-anak setelah menuai banyak
berita-headline

Inersia

Perubahan Konfigurasi Router Jadi Penyebab Layanan WhatsApp Tumbang

Facebook memaparkan penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram, yang berdampak ke
berita-headline

Inersia

Facebook Luncurkan Kacamata Pintar, Harga Rp4,3 Juta

Facebook meluncurkan kacamata pintar pertama mereka yang memungkinkan penggunanya mendengarkan mu