https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   13 October 2021 - 00:12 wib

Tips Beli Rumah Idaman bagi Kaum Muda yang Bisa Jadi Pertimbangan

berita-profile

Aris Danu

0

0

Memiliki properti ataupun rumah hunian menjadi impian semua orang, terlebih bagi pasangan muda. Karenanya, kaum muda banyak yang getol menabung agar bisa membeli properti pertama mereka, baik itu rumah atau apartemen.

Bagi kaum muda, membeli properti untuk pertama kalinya adalah momen yang sangat istimewa bagi mereka. Namun, sebelum membeli rumah tentu harus memiliki pertimbangan dan pemikiran yang matang.

Untuk menyingkirkan semua kendala saat membeli properti, Anda perlu memahami bahwa hanya sedikit yang diketahui tentang pengetahuan tentang cara memilih iklan rumah yang tepat untuk dibeli.

Proses pembayaran dalam membeli properti bisa dikategorikan cukup rumit dan membutuhkan banyak tahapan. Sebab, metode pembayaran yang Anda pilih akan memengaruhi seluruh proses yang akan Anda lalui.

Hal berikut ini bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang baru pertama kali hendak membeli properti.

- Verifikasi Pengembang

Meski Anda sudah sering mendengar nama developernya dan dikenal bonafit serta kredibel, mungkin Anda perlu menggali beberapa informasi tentang developer tersebut.

Pilih developer yang sudah berkecimpung di dunia properti minimal lima tahun. Perhatikan apakah pengembang sering terlambat dalam sesi penyerahan atau bagaimana kualitas bangunan pada proyek perumahan sebelumnya.

Anda bisa mencari testimoni dari pengembang ini di media sosial atau website pengembang.

- Periksa Harga Pasar

Jangan langsung tergoda dan berpikir pendek untuk mengambil properti pertama yang Anda lihat. Lakukan review dulu.

Anda dapat menemukan informasi tentang harga pasar rumah di daerah tersebut baik secara online atau langsung mendatangi lokasi.

Keputusan akhir yang Anda buat harus didasarkan pada hasil riset harga pasar.

- Fasilitas

Pastikan Anda sudah mendapatkan informasi tentang fasilitas yang ditawarkan oleh pengembang.

Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan pemeriksaan dengan mengitari area pemukiman.

Fasilitas ada dua macam, yaitu fasilitas internal dan fasilitas eksternal.

Fasilitas internal meliputi tempat ibadah, tempat olah raga, taman bermain, prasarana yang memadai, gerbang perumahan, dll.

Sedangkan fasilitas eksternal adalah fasilitas lain yang terletak tidak jauh dari perumahan, seperti minimarket, sekolah, rumah sakit, pasar, tempat rekreasi, yang tentunya menjadi faktor penting bagi calon pembeli.

- Dapatkan Persetujuan KPR

Salah satu cara terbaik untuk mempermudah dan mempermudah Anda membeli rumah adalah dengan mendapatkan persetujuan hipotek.

Dengan KPR, agen dan vendor real estate akan melihat seberapa besar minat dan keseriusan Anda dalam membeli rumah.

Selain itu, hipotek memberi Anda daya tawar yang lebih besar dan dapat mencegah kegagalan transaksi karena alasan keuangan.

- Temukan Tenor yang Cocok

Ada berbagai tenor yang ditawarkan bank, mulai dari lima hingga 30 tahun.

Karena setiap orang memiliki kondisi keuangan yang tidak sama, bank menawarkan berbagai opsi tenor guna menjangkau berbagai golongan calon debitur.

Jangan memaksakan diri mengambil tenor pendek demi mengejar biaya bunga yang lebih murah.

Jika Anda memilih tenor sesuai dengan kemampuan Anda, aliran keuangan Anda akan menyisakan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda mulai dari kebutuhan sehari-hari, proteksi dan investasi lainnya.

- Periksa Sertifikat Pembelian Tanah

Anda sebagai konsumen berhak mengetahui sertifikat tanah pengembang. Jika tidak, maka Anda bisa mempertanyakan sertifikat dari notaris yang mencatat sertifikat tanah.

Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada konsumen tentang status tanah yang akan dikembangkan.

Akan lebih baik jika statusnya tidak hanya untuk satu petak, tetapi untuk semua kavling di dalam kawasan perumahan.

- Biaya untuk Bank

Jika Anda mengajukan KPR, bank akan memeriksa dan melengkapi berkas, yang tentunya tidak gratis. Biaya appraisal atau biaya survei aset properti adalah yang pertama harus Anda siapkan.

Pada tahap ini Anda perlu merogoh kocek Rp300.000 hingga Rp750.000.

Setelah itu, biaya provisi bank perlu disisihkan sebesar 0,5 hingga 1 persen dari total pinjaman.

Terakhir, Anda harus membayar sedikit lebih banyak untuk asuransi, yang terdiri dari Asuransi Jiwa (1-2 persen dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1 persen dari total pinjaman).

- Biaya Notaris

Sebagai pembeli properti tentu aAnda sangat membutuhkan jasa notaris ini untuk mengurussemua surat jual beli rumah.

Perlu diketahui bahwa biaya jasa notaris sepenuhnya ditanggung oleh Anda sebagai calon pembeli.

Rincian biaya yang perlu Anda keluarkan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Misalnya, Anda menggunakan jasa notaris untuk memeriksa sertifikat, perjanjian kredit, biaya transfer dan AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir APHT (Akta Hak Tanggungan).

- Biaya Pajak

Pajak adalah biaya wajib yang harus dibayar saat membeli dan menjual properti, baik melalui KPR atau tunai.

Pajak yang dikenakan kepada pembeli dikenal sebagai BPHTB atau Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Besaran biaya ini adalah 5 persen x harga transaksi - Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak/NJOPTKP. Besaran NJOPTKP juga bervariasi sesuai dengan peraturan pemerintah daerah.

- Konfirmasikan Kapan Penyerahan Unit

Jangan lupa untuk bertanya kepada pihak developer kapan Anda bisa menempati rumah yang sudah Anda beli.

Tanyakan juga jika ada keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan apa yang berlaku dan konsekuensi apa yang akan diterima developer.

Selamat membeli properti yang Anda inginkan. Karena properti ini bisa menjadi salah satu investasi yang sangat menguntungkan untuk Anda di masa depan karena harganya yang semakin naik.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan