https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 October 2021 - 03:25 wib

Dosis Ketiga Vaksin Sinovac Tingkatkan Efektivitas Melawan COVID-19

Studi terbaru untuk CoronaVac menunjukkan bahwa efektivitas perlindungan dari suntikan dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin buatan Sinovac Biotech itu meningkat secara signifikan terhadap COVID-19 dan risiko rawat inap.

Efektivitas terhadap infeksi simtomatik meningkat dari 56 persen menjadi 80,2 persen dan pencegahan rawat inap meningkat dari 84 persen menjadi 88 persen.

Cile adalah salah satu negara pertama yang mengadopsi vaksin virus corona tidak aktif untuk vaksinasi massal dengan pasokan dosis dari Sinovac. Sebanyak 4,7 juta orang di atas usia 16 tahun dan belum terinfeksi COVID-19 telah menerima dua dosis CoronaVac.

Sekitar 140.000 dari populasi tersebut divaksinasi dengan CoronaVac sebagai booster, dan hasil perlindungan dievaluasi 14 hari setelah menerima dosis ketiga vaksinasi guna memantau efektivitas terhadap infeksi dan rawat inap akibat COVID-19.

"Hasil ini mengkonfirmasi bahwa orang yang menerima dosis ketiga CoronaVac dapat terlindungi lebih baik dari infeksi dan risiko rawat inap. Hasil ini seiring dengan studi Fase III SIinovac dan studi dunia nyata dari negara dan wilayah lain yang terus menekankan CoronaVac sebagai vaksin yang dapat ditoleransi dengan baik, aman, dan efektif," kata Liu Peicheng, juru bicara Sinovac melalui keterangan resminya.

"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk membantu mengakhiri pandemi, Sinovac telah mengirimkan lebih dari 2 miliar dosis CoronaVac ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, menjadikannya sebagai vaksin COVID-19 yang paling banyak digunakan di dunia," lanjutnya.

Hasil dari sejumlah studi nyata berskala besar sebelumnya di Cile telah menunjukkan bahwa dua dosis CoronaVac memberikan perlindungan yang signifikan terhadap infeksi COVID-19, rawat inap disebabkan COVID-19, penyakit parah, dan kematian.

Dua dosis CoronaVac terbukti memberikan 56 persen efikasi terhadap infeksi dan 84 persen terhadap rawat inap sehingga membantu melindungi masyarakat Cile dari COVID-19.

Dalam konferensi pers pada 7 Oktober 2021, Presiden Cile Sebastian Pinera menyatakan bahwa semua vaksin COVID-19 yang digunakan di Cile terbukti aman, efektif, secara signifikan mengurangi infeksi dan rawat inap di rumah sakit, serta menyelamatkan banyak nyawa.

Ia mengatakan, hasil penelitian yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan sangat memberikan harapan dan membuktikan penerapan vaksinasi booster sangat efektif dalam menurunkan angka kejadian dan rawat inap akibat COVID-19.

Pada akhir September 2021, CoronaVac telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh otoritas pengawas obat lokal di hampir 50 negara and wilayah termasuk daftar penggunaan darurat oleh WHO dan African Regulatory Working Group.

Sejak September lalu juga, CoronaVac telah digunakan untuk vaksinasi anak-anak di Cile, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Total pasokan CoronaVac secara global telah melebihi 2 miliar dosis, dengan perkiraan 1,6 miliar dosis telah diberikan di seluruh dunia.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Menteri Kominfo Ajak Kelompok Lansia Segera Vaksin

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengajak kelompok lanjut usia atau l
berita-headline

Viral

Studi: Vaksin Ketiga COVID-19 Tingkatkan Imunitas 10 Kali Lipat

Vaksin ketiga COVID-19 bisa meningkatkan perlindungan imunitas 10 kali lipat terhadap infeksi, de
berita-headline

Viral

Pemerintah Genjot Vaksinasi Pekerja

Pemerintah terus menggenjot percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air
berita-headline

Inersia

Studi: Antibodi dari Vaksin Pfizer Mungkin Berkurang Setelah 7 Bulan

Tingkat antibodi yang diperoleh dari vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kemungkinan dapat berkurang
berita-headline

Viral

Resmi Dinyatakan Halal oleh MUI, Indonesia Siap Datangkan 50 Juta Dosis Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax tela