https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 October 2021 - 02:40 wib

Olahraga Dua Jam Sebelum Tidur Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak

Inersia
berita-headline

(ist)

Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan dua jam sebelum tidur dapat membantu tidur lebih nyenyak. Demikian hasil studi terbaru dari para peneliti di Universitas Concordia, Kanada.

Mengutip Healthline, para peneliti di Universitas Concordia melakukan analisis data dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan efek olahraga intensitas tinggi pada kualitas tidur.

Mereka pun menemukan bahwa berolahraga dua jam atau lebih sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Seseorang akan tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama.

Akan tetapi, olahraga yang dilakukan menjelang waktu tidur juga memiliki dampak negatif, yakni menyebabkan seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur dalam waktu yang lebih singkat.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan tinjauan literatur yang berhubungan dengan topik ini di enam database ilmiah utama. Mereka mampu mengidentifikasi total 15 percobaan yang melibatkan 194 orang.

Peserta adalah orang yang tidur nyenyak atau sehat secara fisik antara usia 18-50 tahun. Setiap studi menggunakan ukuran objektif, seperti polisomnografi atau actigraphy, atau penilaian subjektif peserta untuk menilai bagaimana olahraga intensitas tinggi mempengaruhi tidur orang.

Para peneliti kemudian melakukan analisis terhadap data yang telah mereka kumpulkan. Salah satu temuan luar biasa dari analisis mereka adalah bagaimana waktu olahraga mempengaruhi tidur.

Ketika olahraga berakhir setidaknya dua jam sebelum tidur, orang akan tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama. Ini terutama berlaku untuk individu yang lebih banyak duduk.

Namun, jika olahraga kurang dari dua jam sebelum tidur, yang terjadi justru sebaliknya. Orang-orang membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur dalam waktu singkat.

Para peneliti lebih lanjut menemukan bahwa olahraga yang dilakukan antara 30-60 menit juga meningkatkan onset dan durasi tidur. Latihan bersepeda adalah yang paling bermanfaat dalam membantu orang tertidur dan tidur nyenyak.

Meski demikian, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa olahraga intensitas tinggi, tidak peduli kapan itu terjadi, sedikit menurunkan kondisi tidur rapid-eye-movement (REM).

Tidur REM dikaitkan dengan mimpi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan tidur REM mungkin memiliki efek negatif pada tugas kognitif.

Di sisi lain, menurut pakar bidang olahraga dan ilmu olahraga dari Wayne State University's College of Education, Prof Tamara Hew-Butler PhD, latihan intensitas tinggi menyebabkan respons sistem saraf simpatik yang kuat atau dikenal dengan respon melawan atau lari.

Respon melawan adalah respons bertahan hidup yang dimiliki tubuh dalam menghadapi ancaman baik yang nyata atau yang dirasakan. Ini mempersiapkan seseorang untuk melawan ancaman itu atau melarikan diri ke tempat yang aman dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah serta laju pernapasan.

Respon fisiologis yang sama ini dipicu oleh olahraga yang intens, membuat seseorang siap untuk bertindak, bukan tidur.

Prof Hew-Butler mengatakan banyak orang berpikir bahwa latihan intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu sekitar tiga jam sebelum tidur dapat mengganggu tidur, terutama tertidur karena meningkatkan gairah, suhu inti tubuh, stres, dan hiperaktif simpatik.

Lebih lanjut dia menjelaskan ini juga dapat menyebabkan 'penundaan fase' dalam ritme sirkadian sehingga menyebabkan seseorang begadang dan bangun lebih lambat karena pelepasan melatonin yang tertunda, hormon yang memicu kantuk di malam hari.

Sementara itu, ahli gizi yang berspesialisasi dalam nutrisi olahraga dan juru bicara di Academy of Nutrition and Dietetics, Yasi Ansari, mengatakan bahwa penelitian ini menyarankan olahraga intensitas tinggi di malam hari mungkin bermanfaat untuk kualitas tidur malam hari.

Akan tetapi, menurut Ansari, jika Anda berolahraga mendekati waktu tidur, hal tersebut justru malah mengganggu tidur. Terlepas dari apa yang ditunjukkan oleh penelitian, Ansari menyarankan agar setiap orang menyesuaikan kebiasaan olahraga dengan tubuhnya sendiri.

"Saya mendorong pembaca untuk memahami apa yang paling cocok untuk mereka, baik jenisnya serta waktu olahraga yang mendukung tidur mereka," kata dia.

"Meskipun ada penelitian di luar sana dan rekomendasi yang didukung penelitian, penting juga bagi setiap orang untuk melihat apa yang terbaik untuk diri mereka, energi, dan kualitas tidur mereka," lanjut Ansari.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Tujuh Gerakan Ini Ampuh Kecilkan Perut Buncit

Penampilan ideal memang menjadi impian dari semua orang baik pria dan wanita. Tak jarang banyak oran
berita-headline

Viral

Studi: Vaksin Ketiga COVID-19 Tingkatkan Imunitas 10 Kali Lipat

Vaksin ketiga COVID-19 bisa meningkatkan perlindungan imunitas 10 kali lipat terhadap infeksi, de
berita-headline

Inersia

Suhu Panas Ekstrem di Atas 50 Derajat Celsius Meningkat Dua Kali Lipat

Jumlah hari-hari dengan suhu panas ekstrem per tahun, di mana suhu menyentuh 50 derajat Celsius,
berita-headline

Inersia

Tiga Solusi Panduan Hidrasi Saat Berolahraga

Konsumsi air sangat baik bagi fungsi sel dan sistem kekebalan tubuh manusia. Manfaat air bagi tub
berita-headline

Kanal

Belajar Daring Saat Pandemi Pengaruhi Penglihatan Anak-Anak

Sejumlah ilmuwan di Hong Hong mengklaim bahwa miopia, atau dikenal juga sebagai rabun jauh, menga