https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 October 2021 - 07:17 wib

Cuci Tangan Pakai Sabun, Modal Utama Pembelajaran Tatap Muka

Inersia
berita-headline

istimewa

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dijalankan. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Umum (SMU), menjalankan PTM dengan berbagai syarat. Salah satu yang perlu diterapkan dengan disiplin adalah protokol kesehatan (prokes), salah satunya dengan cuci tangan pakai sabun. 

Modal utama untuk menghentikan penyebaran virus adalah dengan cuci tangan pakai sabun. Covid-19 nyatanya memiliki dampak panjang yang mengkhawatirkan bagi kesehatan.

Sebuah penelitian menemukan 1 dari 4 orang penyintas Covid-19 mengalami gejala long Covid-19 cukup panjang. Penelitian ini juga menyatakan bahwa anak-anak dan remaja penyintas Covid-19 juga dapat merasakan hal yang serupa.

“Kegiatan CTPS  (Cuci Tangan Pakai sabun) sudah mulai diedukasikan dan dikampanyekan sejak lama, bahkan sebelum pandemi hadir. Inisiatif ini penting untuk diteruskan, karena aksi cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dapat mencegah penyebaran berbagai penyakit menular, bukan hanya COVID-19 tapi juga diare dan hepatitis,” ujar dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat temu media virtual di Jakarta, Kamis, (14/10/2021). 

Sementara Dra. Sri Wahyuningsih M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menambahkan, merdeka belajar jadi responnya di kementerian sebagai jawaban dari visi misi pemerintah untuk menciptakan generasi hebat di masa depan.

“Implementasi sekolah tatap muka terus didorong guna mempersiapkan anak-anak Indonesia agar tetap dapat mengejar capaian pendidikan dan menghindari learning loss. Kami memahami banyak orang tua yang masih khawatir, namun penting dinngat bahwa PHBS dan CTPS harus jadi norma baru yang terus kita terapkan.  Ini juga jadi modal utama untuk memulai pendidikan tatap muka, dan perlu diterapkan untuk setiap elemen - mulai dari satuan pendidikan, hingga masyarakat luas,” tambahnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Awas! Bahaya Mikroplastik pada Galon Isi Ulang Lebih Tinggi

Kandungan mikroplastik pada galon isi ulang atau galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC)
berita-headline

IXU

Kapan Status Endemi Covid-19 Bisa Dicapai di Indonesia?

Kapan Indonesia keluar dari situasi pandemi menjadi endemi covid-19?Jawaban:
berita-headline

Empati

Dukungan Auto Sultan untuk Kesembuhan Naufan dari Osteosarkoma

Komunitas Auto Sultan mengungkapkan dukungannya untuk kesembuhan Naufan Fadhil. Seperti y
berita-headline

Viral

Ikut Vaksin Luar Negeri, WNA dan WNI Bisa Daftar di PeduliLindungi

Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendapatkan vaksinasi covid-19 di
berita-headline

Viral

Halodoc Masuk Daftar 100 Layanan Kesehatan Digital Top Dunia

Perusahaan telemedisin Indonesia, Halodoc, dinobatkan sebagai salah satu dari 100 perusahaan laya