https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 August 2021 - 13:09 wib

Begini Solusi Cerdas Ngopi Ramah Lingkungan

Sampah organik menjadi sampah terbesar yang dihasilkan warga Jakarta. Sekelompok anak muda justru melihat persoalan itu sebagai peluang dan solusi untuk mengurai sampah menjadi rupiah.

Tiga institusi pioneer di bidangnya masing-masing, yaitu Foopak Bio Natura (produsen kertas kemasan makanan dan minuman), Anomali Coffee (perusahaan F&B yang menjadi kurator kopi Nusantara), dan Earth Keepers Indonesia (organisasi pemerhati lingkungan), berinisiatif menghadirkan gerakan #NgopiMembumi.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu mewujudkan cita-cita memerdekakan Indonesia dari sampah plastik dengan cara menyatukan gaya hidup membumi dengan gaya hidup ngopi melalui penggunaan kemasan makanan dan minuman yang bebas plastik, dapat didaur ulang, compostable dan biodegradable pertama di Indonesia.

“Tingginya jumlah sampah plastik tak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang menggunakan plastik untuk mengemas makanan dan minuman. Salah satu industri yang banyak menggunakan kemasan plastik adalah coffee shop. Memang tak semua makanan dan minuman dikemas atau disajikan dalam kemasan plastik, ada juga yang dikemas menggunakan wadah atau gelas kertas. Akan tetapi, kebanyakan gelas kertas yang beredar di Indonesia saat ini masih menggunakan lapisan plastik," jelas Founder The Earthkeeper Indonesia, Teguh Handoko, dalam keterangan tertulis yang diterima INILAHCOM, Minggu (22/8).


Survei yang digelar oleh The Earthkeeper Indonesia terhadap penikmat kopi di Jakarta, lanjutnya, menunjukkan bahwa 6 dari 10 orang partisipan mengaku mengunjungi coffee shop kesayangannya sedikitnya 1x dalam seminggu untuk menikmati kopi. Dalam seminggu, mayoritas partisipan pun mengaku mengunakan/menyumbang setidaknya 1-2 sampah gelas plastik saat membeli es kopi kesukaannya. Kebanyakan dari mereka mengaku tidak memilah antara sampah organik dan non-organik saat membuang kemasan kopinya dikarenakan tidak mengetahui mengenai prosedur membuang sampah yang baik dan benar.

Di dunia, kata dia, setiap tahunnya terjadi peningkatan produksi gelas kertas sebesar 3-5% dengan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi di kawasan Asia Pasifik. Sayangnya, dari sekitar 320 miliar cangkir kertas yang diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, kurang dari 1% yang berhasil didaur ulang karena sulitnya proses pemisahan kertas-plastik.

“Data yang diperoleh Foopak dari LIPI menunjukkan bahwa 96% food delivery di Indonesia menggunakan kemasan plastik. Untuk mewujudkan komitmen kami dalam menghadirkan kemasan yang lebih ramah lingkungan, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menghadirkan inovasi terbaru yaitu Foopak Bio Natura yang merupakan kertas khusus untuk makanan minuman yang plastic-free, dapat didaur ulang (recyclable) dan dijadikan kompos (compostable) baik melalui proses industri maupun di rumah. Foopak Bio Natura juga terjamin food grade, tahan panas (microwaveable dan ovenable) dan hanya menggunakan bahan kertas berkualitas dari kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang rantai pasokannya juga sudah tersertifikasi baik nasional maupun internasional," kata Product Manager - Foopak, Asia Pulp & Paper, Benny Chiadarma.


Hanya menggunakan lapisan berbahan dasar air, kata Benny, Foopak Bio Natura memiliki kemampuan untuk didaur ulang tanpa perlakuan khusus. Foopak Bio Natura juga telah terbukti lebih mudah diolah kembali menjadi kertas daur ulang serta lebih cepat menjadi kompos (kurang lebih 12 – 24 minggu) baik melalui proses industri maupun rumahan.

Selain lebih ramah lingkungan, lanjutnya, produk kemasan Foopak Bio Natura juga teruji steril dari senyawa berbahaya dan bebas PFAS, Foopak juga senantiasa menjamin kehalalan produknya dengan melakukan monitoring ketat mulai dari bahan baku yang digunakan, alat produksi yang digunakan, cara penyimpanan, hingga distribusi.

Sementara itu, Anomali Coffee sebagai kurator kopi Indonesia yang digemari penikmat kopi khususnya kalangan muda Tanah Air dan telah memiliki lebih dari 10 cabang yang tersebar di kota-kota besar Indonesia, memanfaatkan pangsa pasarnya untuk membantu mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Anomali selalu berkomitmen dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menimimalkan penggunaan plastik dan menggunakan kemasan kertas. Melalui kolaborasi #NgopiMembumi, Anomali Coffee menjadi pelaku industri F&B pertama di Indonesia yang menggunakan kemasan makanan dan minuman yang bebas plastik, dapat didaur ulang, compostable dan biodegradable. Dengan langkah ini, kami ingin menunjukkan pada masyarakat luas khususnya kaum muda penikmat kopi bahwa gaya hidup yang ramah lingkungan sangat mudah untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menggunakan kemasan makanan dan minuman yang lebih mudah dan cepat untuk didaur ulang dan dijadikan kompos," papar Rezha Ahmad, selaku Business Development Anomali Coffee.


Melalui kolaborasi #NgopiMembumi, Foopak Bio Natura, Anomali Coffee dan The Earthkeeper Indonesia ingin mendorong penggunaan kemasan makanan dan minuman yang lebih mudah diolah kembali menjadi kertas daur ulang serta lebih cepat menjadi kompos sebagai solusi terhadap permasalahan rendahnya tingkat daur ulang gelas kertas di Indonesia.

Ketiga kolaborator berharap masyarakat Indonesia, khususnya penikmat kopi dan pelaku bisnis kuliner untuk dapat ikut berperan aktif dalam menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang merdeka dari sampah plastik.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Gempa di Keerom-Papua Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Keerom, Papua pada Ming
berita-headline

Viral

Waspadai Potensi Tsunami di Pantai Pacitan Setinggi 28 Meter

Warga yang tinggal di sekitar pesisir Pantai pacitan diminta untuk mewaspadai potensi tsunami set
berita-headline

Inersia

Empat Manfaat Kopi Untuk Meningkatkan Imunitas

Kopi menjadi salah satu sumber untuk meningkatkan imunitas. menurut ahli gizi Ashley Reaver yang