https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   26 August 2021 - 15:01 wib

Pentingnya Alat Penunjang di Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan menjadi tempat yang kerap dicari selama pandemi ini.

Terlebih ketika dua bulan lalu. Kapasitas rumah sakit menjadi sangat penuh karena lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid-19.

Angka kasus harian positif bahkan bisa mencapai 50 ribu. Hal ini diduga karena adanya varian Delta yang sangat cepat daya penularannya.

Banyaknya masyarakat yang terkonfirmasi positif, membuat pasien covid-19 harus menjalankan isolasi mandiri (isoman) karena tidak mendapatkan tempat di fasilitas kesehatan yang ada.

Masalah ketersediaan tempat saat itu pun juga dialami oleh Primaya Hospital.

Leona A. Karnali selaku CEO Primaya Hospital mengungkapkan, mengalami tantangan luar biasa saat lonjakan kasus covid-19 yang melanda negeri ini.

"Walaupun kami siap secara bed, tantangannya bukan hanya fasilitas tetapi dengan SDM (Sumber Daya Manusia)," ujarnya saat temu media virtual 15 tahun Primaya Hospital dan Kolaborasi Strategis dengan GE Healthcare, Jakarta, baru-baru ini.

Masih menurutnya, SDM menjadi kewalahan ketika mengatasi pasien yang melebihi kapasitas.

"Jumlahnya kemarin mungkin cuma 10, sekarang tiba-tiba 100. Jadi kan harus cepat berubah dan meningkatkan kemampuannya masing-masing. Itu dari sisi SDM," tambahnya.

Untuk layanan kesehatan yang diberikan, rumah sakit menjadi salah satu tempat yang harus memiliki keunggulan. Hal tersebut bisa dilihat dengan terdapat empat layanan unggulan dengan teknologi mutakhir.

Strategic Solution Manager GE Healthcare Indonesia, Yuda Hadiprodjo, menjelaskan beberapa produk yang direkomendasikan untuk rumah sakit di Indonesia, di masa pandemi ini.

Jika terinfeksi covid-19, ada beberapa perawatan yang direkomendasikan yaitu x-ray, foto thorax, atau rontgen paru-paru. Kemudian, jika lebih ingin mengetahui hasil detail bisa dengan melakukan CT-Scan.

"Lalu, ada alat untuk memonitor kesehatannya. (pasien COVID-19). Kita bisa lihat tekanan darahnya gimana, saturasi oksigennya gimana, kemudian kalau misalnya sampai ke ICU, ada ventilator untuk membantu pernapasan," terang Yuda Hadiprodjo.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Anak dengan kelainan Jantung Bawaan Berisiko Malnutrisi

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr. dr. I Gusti Lanang Sidhiarta S
berita-headline

Viral

Optimis Ekonomi Bangkit di Masa Pandemi

Transformasi perekonomian dalam pembangunan nasional yang diiringi dengan kemajuan teknologi dan
berita-headline

Viral

Resmi Dinyatakan Halal oleh MUI, Indonesia Siap Datangkan 50 Juta Dosis Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax tela
berita-headline

Viral

Media Barat Sebut Utang China Mencekik dan Tidak Transparan, Mirip Rentenir

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dradjad Hari Wibowo meng
berita-headline

Kanal

Asuransi Astra Luncurkan Produk Asuransi Berbasis Digital

Peningkatan digital behavior di tengah masyarakat dalam memenuhi segala kebutuhan diperkiraka