https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 August 2021 - 10:41 wib

Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak dan Remaja di Indonesia

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi penduduk yang tinggi.

Pada tahun 2010, jumlah anak adalah 83 juta, yang menyumbang sekitar 31 persen dari total populasi .
Namun demikian, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hanya mencatat 1.249 anak Indonesia dengan diabetes melitus tipe 1 (DMT1) dari 2017–2019.

Prevalensi diabetes melitus tipe 1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat selama 10 tahun, dari 3,88 per 100 juta penduduk pada tahun 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada tahun 2010.

Jumlah anak diabetes melitus tipe 1 di Indonesia dengan ketoasidosis diabetik (KAD) saat diagnosis tetap tinggi, 71 persen pada tahun 2017, yang meningkat dari jumlah yang tercatat pada 2015–2016 63 persen.

Prevalensi nyata diabetes melitus tipe 1 pada anak-anak diprediksi menjadi lebih tinggi karena tingginya kemungkinan tidak terdiagnosis dan salah diagnosis.

Pada tahun 2008–2010, IDAI bersama dengan World Diabetes Foundation melakukan kampanye diabetes melitus tipe 1 bagi anak-anak dan lokakarya untuk umum, praktisi dan dokter anak.

Insiden diabetes melitus tipe 1 saat itu melonjak karena kasus baru terdiagnosis; sebaliknya, tingkat KAD menurun.

Oleh karena itu, kejadian diabetes melitus tipe 1 pada anak dipengaruhi oleh masyarakat dan kesadaran petugas kesehatan.

Salah satu target dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu mengurangi sepertiga kematian dini yang disebabkan oleh penyakit tidak menular pada tahun 2030 dapat dilakukan dengan mencegah kematian yang disebabkan oleh diabetes melitus tipe 1 pada anak-anak.

“Perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan DMT1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), Jakarta, Selasa, (31/08/2021).

Sayangnya, prognosis diabetes tipe-1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin.

"Kenyataannya, masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatannya," tambahnya.

Solusi mengatasi diabetes pada anak di Indonesia salah satunya dengan cara Changing Diabetes® in Children, sebuah program kemitraan global yang memberikan bantuan terhadap anak dan remaja dengan diabetes tipe-1 di Indonesia.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Program Changing Diabetes® in Children adalah program kemitraan antara pemerintah dan mitra swasta dalam upaya mencegah dan mengendalikan kasus diabetes di Indonesia terutama diabetes pada anak-anak.

“Program Changing Diabetes® in Children merupakan salah satu program kolaboratif untuk meningkatkan akses terhadap penanganan pasien dengan diabetes, terutama diabetes pada anak, melalui edukasi, pencegahan dan kuratif. Diabetes sering dilihat sebagai penyakit yang di derita oleh orang dewasa, padahal faktanya diabetes juda dialami oleh anak-anak dan remaja," ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Raih 9 Medali, Indonesia Sukses Lampaui Target Paralimpiade Tokyo 2020

Kontingen Indonesia sukses melampaui target yang dicanangkan pemerintah dalam partisipasinya pada
berita-headline

Viral

Nyawa Tenaga Medis Terancam di Papua

Tenaga medis berduka di Papua. Hal tesebut sehubungan dengan kejadian pembakaran fasilitas keseha
berita-headline

Viral

Punya Utang Rp70 Triliun, Garuda Terancam Bangkrut, Saham CT Apa Kabar?

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dililit utang Rp70 triliun, sulit diselamatkan. Kalau pailit, baga
berita-headline

Viral

Garuda tak Bisa Diselamatkan, Dahlan Sanjung Pilihan Cerdas Menteri Erick Tunjuk Pelita Air

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Pelita Air Se
berita-headline

Kanal

Wujud Kontribusi untuk NTT Keluar dari Stunting

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, Provinsi NTT menempati urutan pertama dengan rasio penderita g