https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 August 2021 - 13:04 wib

Peran Digital Farmasi Bantu Atasi Pandemi

Penggunaan teknologi informasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan di tengah pandemic Covid-19 saat ini.

Pemerintah selalu mendukung upaya pemanfaatan teknolog dalam dunia kesehatan, salah satunya menerbitkan Permenkes mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi terkait pelayanan Kesehatan.

"Kami berharap hal ini bisa menjadi momentum bagi apoteker untuk menginkatkan pelayanan Kesehatan, terutama upaya penanggungalan pandemic Covid-9 saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kefarmasian,’’ ungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono, di Jakarta, Selasa, (30/08/2021).

Lebih lanjut Wamenkes Dante mengatakan, apoteker sebagai salah satu tenaga Kesehatan yang melayani masyarakat secara langsung, diharapkan dapat beradaptasi untuk mengimplementasikan teknologi komunikasi dan informasi secara komprehensif dan holistic.

‘’Semoga menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam pandemi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi  digital pada pelayanan kefarmasian,’’ tambah Wamenkes Dante.

Sementara Ketua Umum PP IAI, apt Drs nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, apoteker diharapkan tidak gagap, gugup, menghadapi teknologi digital di bidang kesehatan, utamanya terkait dengan praktek kefarmasian di seluruh pharmaceutical sites, mulai dari industry farmasi, distribusi farmasi, dan pelayanan kefarmasian.

Saat ini teknologi informasi begitu besr berevolusi dan digitalisasi menjadi anak kandungnya, dunia Kesehatan termasuk kefarmasian, bahkan seluruh aspek kehidupan mengalami keadaan yang penuh gejolak (volatility), ketidakpastian (uncertainty), situasinya menjadi kompleks dan rumit (complexity) dan serba tidak jelas (ambiguity), yang kalau disingkat menjadi VUCA.

"Kebayang, bahwa dunia kefarmasiaan juga tidak lepas dari VUCA. Sehingga kalau praktik kefarmasian yang kita lakukan masih secara konvensional, maka bukan tidak mungkin kalau di masa yang tidak terlalu lama ke depan menjadi using bin tunggang langgang,’’ ungkap Nurul Falah.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tekan Penularan Covid-19, Testing Dilakukan 1 Juta Lebih dalam Seminggu

Angka testing COVID-19 Indonesia menunjukkan perkembangan sangat baik. Peningkatan angkanya konsi
berita-headline

Viral

UAH: Manusia Cenderung Ingin Hidup Lebih Lama

INILAHCOM kedatangan tamu istimewa pada Jumat, (13/08/2021). Dia adalah Ustaz Adi Hidayat (UAH) y
berita-headline

Viral

Penerapan Sertifikat Vaksin KRL, Masih Ada Warga yang Dilarang Masuk Karena Belum Vaksin

Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 bagi pengguna Ker
berita-headline

Viral

Penerima Vaksinasi Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 62.166.916 Juta Orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis pert
berita-headline

Kanal

Indonesia Sudah Habiskan Rp28,2 Triliun untuk Belanja Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pengeluaran pemerintah untuk belanja vaksin COVI