Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Inflasi AS Landai, Jadi Bumerang untuk Harga Emas

Jumat, 12 Agu 2022 - 08:06 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Inflasi AS Landai, Jadi Bumerang untuk Harga Emas- inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (12/7/2022) pagi WIB. Ini menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut karena data ekonomi AS yang kuat mengurangi daya tarik logam kuning ini.

Namun, logam mulia ini masih bertahan di atas level psikologis 1.800 dolar AS per troy ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 6,5 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.807,20 dolar AS per ounce.

Emas berjangka terkerek 1,40 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.813,70 dolar AS pada Rabu (10/8/2022), setelah terdongkrak 7,1 dolar AS atau 0,39 persen menjadi 1.812,30 dolar AS pada Selasa (9/8/2022), dan bertambah 14 dolar AS atau 0,78 persen menjadi 1.805,20 dolar AS pada Senin (8/8/2022).

Baca juga
Presiden AS Joe Biden Ketiduran di KTT COP26

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (11/8/2022) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, turun 0,5 persen pada Juli secara tahunan. Itu adalah penurunan bulanan pertama sejak April 2020 dan turun dari kenaikan tajam satu persen dari Mei ke Juni.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS lainnya menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 14.000 menjadi 262.000 yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 6 Agustus. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebanyak 263.000 permohonan.

Data IHP disebut datang setelah Indeks Harga Konsumen atau IHK untuk Juli yang lebih penting. Laporan IHK menunjukkan pertumbuhan nol untuk Juli dan ekspansi tahunan sebesar 8,5 persen, dibandingkan perkiraan ekonom masing-masing sebesar 0,2 persen dan 8,7 persen.

Baca juga
Harga Mencekik Leher, Bos BI Ingatkan Inflasi Semakin Liar

“Investor mungkin menjadi terlalu optimis tentang poros Fed,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA. “Emas perlu melihat lebih banyak data dalam beberapa bulan ke depan untuk mengkonfirmasi bahwa tekanan inflasi moderat.”

Setidaknya tiga pejabat Fed mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa Fed belum siap untuk menurunkan suku bunga.

The Fed “jauh, jauh dari menyatakan kemenangan” pada inflasi, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada sebuah konferensi.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, juga memperingatkan terlalu dini bagi bank sentral AS untuk “menyatakan kemenangan” dalam perjuangannya melawan inflasi.

Presiden Fed Chicago Charles Evans menyebut inflasi tinggi “belum dapat diterima”, mengatakan dia yakin The Fed kemungkinan perlu menaikkan suku bunga menjadi 3,25-3,5 persen tahun ini dan menjadi 3,75-4,0 persen pada akhir tahun depan.

Baca juga
Inflasi Tinggi di 21 Provinsi, Menko Airlangga Minta Kepala Daerah Mampu Turunkan Harga

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 39,3 sen atau 1,89 persen, menjadi ditutup pada 20,349 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 13,3 dolar AS atau 1,41 persen, menjadi ditutup pada 959,40 dolar per ounce.

Tinggalkan Komentar