Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Ini Penjelasan Soal Viral Kemendikbudristek Hapus Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Rabu, 22 Des 2021 - 12:34 WIB
Kemendikbudristek Hapus Jurusan - inilah.com
istimewa

Baru-baru ini ramai diperbincangkan soal Kemendikbudristek hapus jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di media sosial. Sebelumnya, akun TikTok @nnuriii_ viral dan menjadi buah bibir di masyarakat karena menampilkan video singkat yang berisi tulisan “Kebijakan Kurikulum 2022, Tidak Ada Lagi Jurusan IPA,IPS, dan Bahasa”.

Ternyata, soal Kemendikbudristek hapus jurusan IPA,IPS, dan Bahasa menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena itu, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjawab hal itu secara gamblang.

Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menjelaskan, tidak ada penghapusan mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa.

Baca juga
Sandiaga Sanjung Jaksel sebagai Kota Kreatif

Masyarakat sebelumnya sudah terlanjur menganggap pemerintah menghapus tiga mata pelajaran tersebut.

Masih menurut Nio, kebijakan kurikulum 2022 yang akan diterapkan adalah tidak ada lagi pengotak-otakan siswa kelas 11 dan 12 dalam jurusan IPA,IPS, dan Bahasa.

“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Nino kepada wartawan, Jakarta, Rabu, (22/12/2021).

Nino menambahkan, siswa diperbolehkan mengambil mata pelajaran kombinasi dari IPS, Bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karier mereka di masa depan.

Baca juga
Lelang Ponsel OPPO Ini Terkumpul Rp118 Juta untuk Bantu Pendidikan Anak Indonesia

Dia memberikan contoh, seorang siswa boleh mengambil mata pelajaran Matematika, Fisika lanjutan, tanpa mengambil Biologi ketika ingin menjadi insinyur.

Kurikulum prototipe yang akan diterapkan pada 2022 lebih fleksible dan sifatnya opsional. Kurikulum prototipe hanya diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat melakukan transformasi pembelajaran.

“Kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksible,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar