Selasa, 04 Oktober 2022
08 Rabi'ul Awwal 1444

Ini Penyebab Kematian COVID-19 pada Balita

Selasa, 22 Feb 2022 - 17:30 WIB
Covid 19 Pada Balita - inilah.com
Dokumentasi INILAH.COM

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengungkapkan penyebab kematian COVID-19 pada bayi usia 0-5 tahun (Balita).

Juru Bicara COVID-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, data yang tercatat sebanyak 2.484 pasien COVID-19 yang meninggal dunia selama 21 Januari – Februari 2022.

Dari data tersebut, terdapat 3 persen di antaranya termasuk kelompok balita usia 0-5 tahun. Meski begitu, Kemenkes tidak lengkap mendata penyebab terbanyak dari kematian balita tersebut.

“Secara pasti mengenai data 3 persen balita, 0 sampai 5 tahun, yang meninggal dunia kita tidak ada data lebih informasi. Lebih lanjut bisa ditanyakan pada rumah sakit yang menangani seperti bisa menghubungi RS Sulianti Saroso atau Rumah Sakit Persahabatan,” papar Nadia pada temu media virtual, Selasa, (22/02/2022).

Baca juga
4 Cara Pendekatan Emosi Antara Ibu dan Anak

Masih menurut Nadia, pasien COVID-19 yang meninggal juga banyak disebabkan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Dia juga menjelaskan, anak-anak bisa saja memiliki penyakit penyerta yang berasal sejak lahir.

Nadia juga memamarkan, tiga penyakit penyerta yang banyak terjadi pada anak-anak adalah serangan jantung ataupun kelainan imunitas, serta kanker darah yang umum ditemui.

“Biasanya kematian pada balita, dikarenakan balita ini memiliki penyakit bawaan seperti kelainan jantung, atau pun juga kelainan imunitas, serta umumnya kanker darah,” tambahnya.

Penyebaran COVID-19 pada balita

Penyebab penyebaran COVID-19 pada anak biasanya karena terjadi adanya klaster keluarga. Varian Omicron yang menyebar saat ini memiliki karakteristik lebih cepat menular dari varian sebelumnya.

Baca juga
Menkes: Tidak Semua Positif Omicron Harus Dirawat

“Penyebab tentunya penularan yang terjadi pada anak-anak, kita tahu bahwa, varian omicron ini tidak bergejala sehingga mempercepat terjadinya penularan dan klaster keluarga,” paparnya.

Tinggalkan Komentar