Inilah 5 Fakta Soal Rencana Jokowi Tenaga PNS Digantikan Robot

Robots Foto: Shutterstock - inilah.com
Robots Foto: Shutterstock

Pemerintah berencana untuk mengganti beberapa pekerjaan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan sistem kecerdasan buatan atau robot.

Momen ini sontak jadi perbincangan hangat publik, terlebih para pejuang CPNS yang mengincar kesempatan pendaftaran selanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengungkap kebenarannya kepada Inilah.com, Selasa (30/11).

Berikut 5 fakta robot AI siap menggantikan PNS di Indonesia, dirangkum Inilah.com pada Selasa (30/11):

1. Direncanakan sejak 2 Tahun Lalu

Rencana digantikannya PNS dengan teknologi robot, telah digaungkan Presiden Joko Widodo sejak 2019 silam. Saat itu, Jokowi mengaku telah meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) untuk menggantikan jabatan di PNS dengan teknologi robot.

Baca juga  Menko Airlangga: Masalah Distribusi Hambat Migor Rp14 Ribu Sampai ke Pasar Tradisional

“Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN (agar PNS) diganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat, saya yakin itu,” kata Jokowi dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Selatan pada 28 November 2019 lalu, seperti dikutip dari Antara.

2. Jabatan Eselon III dan IV Dihilangkan

Kini terdapat dua jabatan yang sudah tak berlaku di PNS. Menurut Satya, dua jabatan tersebut adalah eselon III dan IV. “Saat ini, dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, jabatan eselon 4 dan 3 sudah dihapuskan, diganti dengan pejabat fungsional,” kata Satya.

Hal ini juga sejalan dengan rencana Presiden Jokowi pada 2019 lalu. “Maaf kalau di sini ada eselon III dan IV, kita akan pangkas mulai tahun depan agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan perubahan dunia yang begitu cepat, pelan-pelan saja,” kata Jokowi, masih dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia 2019 lalu.

Baca juga  Indonesia Masters 2021: Jepang Bawa Pulang Tiga Titel, Tuan Rumah Tanpa Gelar

3. Jumlah PNS Sudah Menurun

Satya mengaku bahwa saat ini, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia sudah menurun. Namun, alasan utamanya adalah pensiunan yang tidak sebanding dengan anggota yang direkrut.

“Namun, halnya dengan transformasi penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik, maka diharapkan pelayanan publik atau masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” ungkap Satya. Kepala Biro Humas BKN itu pun menyebut, formasi PNS untuk periode selanjutnya akan lebih sedikit dari tahun-tahun ini. “Ke depannya, formasi PNS akan tidak gemuk karena penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik,” katanya

4.Diklaim Lebih Efektif dan Efisien

Baca juga  300 Juta Orang Terpapar COVID-19 di Seluruh Dunia

Satya berharap, adanya pengurangan formasi ini bisa membuat PNS bekerja dengan lebih efektif sesuai tugas dan fungsinya. “Formasi ini diharapkan dapat membuat PNS bekerja lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan pelayanan, serta tugas dan fungsinya,” tutup Satya.

5. Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence menjadi tumpuan dengan fungsinya yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan standar (QnA, question and answer) yang ditanyakan oleh masyarakat melalui aplikasi.

Keputusan rutin yang berpola juga dapat diselesaikan dengan memanfaatkan data dan penggunaan teknologi AI. Sejumlah pekerjaan berulang seperti mengisi atau bisa dilakukan melalui aplikasi.

Tinggalkan Komentar