Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Inilah Aplikasi Populer Selama Bulan Ramadan

Aplikasi Ramadan
(ist)

Aplikasi keuangan (fintech) hingga aplikasi olahraga menjadi beberapa aplikasi yang paling banyak digunakan pengguna di Indonesia selama bulan Ramadan, menurut riset SHAREit Group yang bertajuk ‘Plan an Impactful Ramadhan 2022’.

Dikutip pada Rabu (27/4/2022), ada pula aplikasi lain seperti buku dan referensi, portal berita dan majalah, aplikasi resep makanan, aplikasi kesehatan, kebugaran, aplikasi chatting, dan event.

Penggunaan aplikasi tersebut terbagi ke dalam empat fase di bulan Ramadan, yaitu fase seminggu sebelum Ramadan, fase minggu 1-2 Ramadan, fase minggu 3-4 Ramadan, dan fase terakhir, seminggu setelah Ramadan.

Masing-masing fase menunjukkan perbedaan kebutuhan konsumen yang mempengaruhi kebiasaan dalam menggunakan aplikasi tertentu.

“Selama Ramadan, brand harus mengenali kebutuhan pelanggan mereka dan menyusun strategi untuk dapat mencapai target demografis mereka melalui pemasaran yang disesuaikan dan platform terpercaya,” kata Country Sales Director of SHAREit Group, Aat Pangestu Hadi.

Baca juga
Bachtiar Nasir Gelar Khataman Quran Selama Ramadan

Berdasarkan hasil riset SHAREit, salah satu aplikasi yang paling banyak dibagikan selama bulan Ramadan yaitu aplikasi keuangan (fintech) sebesar 25 persen dan memuncak hingga 43 persen pada fase ketiga Ramadan.

Hal ini disebabkan adanya lonjakan belanja dari minggu pertama hingga Lebaran, serta tingginya pengajuan pinjaman untuk membiayai kebutuhan acara dan liburan menjelang Hari Raya.

Selain itu, aplikasi event juga meningkat signifikan sebesar 55 persen selama Ramadan, memuncak pada fase keempat dengan peningkatan 80 persen.

Ini adalah hasil dari tren pasca-Ramadan di mana sebagian besar publik merencanakan pertemuan dengan orang-orang terdekat untuk merayakan Idul Fitri bersama dan menggunakan aplikasi event untuk mencari referensi tempat

Baca juga
Gubernur Anies Ajak Masyarakat Beribadah di Masjid selama Ramadan

Sementara itu, aplikasi buku dan referensi juga meningkat sebesar 43 persen selama Ramadan dan mencapai puncaknya pada 67 persen pada fase kedua.

Hal ini karena pada awal-awal fase Ramadan, masyarakat cenderung menggunakan waktu luang untuk membaca buku dan mencari referensi bacaan yang berkaitan dengan momen bulan puasa.

Aplikasi berita dan majalah juga meningkat 43 persen pada fase pertama, karena adanya kebutuhan untuk mengetahui berita terbaru berkaitan dengan momentum Ramadan, serta berita-berita lainnya yang berkaitan dengan kebijakan yang diambil pemerintah, khususnya menjelang Hari Raya.

Aplikasi olahraga juga mengalami lonjakan pada fase pertama Ramadan, yaitu sebesar 55 persen dan semakin meningkat pada fase kedua yang menyentuh 69 persen.

Baca juga
Dua Dosen USU Masuk Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Begitupun dengan aplikasi medis yang meningkat sebesar 25 persen pada fase pertama dan mencapai puncaknya pada fase ketiga yaitu 36 persen.

Sementara itu, pada fase kedua, aplikasi makanan meningkat sebesar 29 persen karena tingginya animo masyarakat mencari inspirasi menemukan resep baru untuk sahur dan buka puasa.

Aplikasi kesehatan dan kebugaran juga mengalami peningkatan 32 persen di fase ketiga akibat dorongan untuk tetap bisa melakukan olahraga dengan porsi yang sesuai selama bulan puasa.

Dan yang terakhir, aplikasi komunikasi meningkat 26 persen pada fase keempat, yang biasanya digunakan publik untuk membagikan momen favorit mereka seperti foto atau video dari waktu yang dihabiskan bersama orang terdekat.

Tinggalkan Komentar