Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Inilah Kronologi Kerusuhan di MK

Kamis, 14 Nov 2013 - 13:17 WIB
Penulis : Fadhly Dzikry

INILAH.COM, Jakarta - Untuk pertama kalinya, sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) rusuh. Akibatnya, sidang pembacaan sengketa Pilkada Maluku terpaksa dihentikan.

Sejumlah inventaris MK seperti kursi, TV Plasma diobrak-abrik pelaku. Bahkan, ruang sidang pleno juga menjadi sasarannya. Bagaimana kronologi sebenarnya?

MK menggelar sidang dengan pihak berperkara atau pemohon dalam PHPU (perselisihan hasil pemilihan umum) Maluku tersebut berjumlah empat orang. Mereka adalah pasangan nomor urut satu Abdullah Tuasikal - Hendrik Lewerissa, pasangan nomor dua Jacobus - F. Puttilehalat, pasangan William B. Noya - Adam Latuconsina dan pasangan nomor urut empat Herman Adrian Koedoeboen - Daud Sangadji.

Keributan tersebut sendiri bermula ketika majelis hakim menolak permohonan pasangan nomor urut empat Herman Adrian Koedoeboen - Daud Sangadji.

Massa yang tidak terima dengan putusan tersebut kemudian berteriak-teriak dengan kuat di luar ruang sidang pleno di lantai dua. Saat itu sidang masih terus berlangsung dan berlanjut untuk putusan permohonan Abdullah Tuasikal - Hendrik Lewerissa.

Saat hakim Anwar Usman membacakan pertimbangan hakim, keadaan menjadi tidak terkendali. Pendukung yang berada di luar dan menonton persidangan melalui layar LCD atau TV Plasma mengamuk dan membanting serta melempar sidang.

Beberapa kemudian menerobos masuk ke ruang sidang pleno. Karena aksi anarkisme tersebut pihak kepolisianpun tidak berbuat banyak.

Majelis hakim pun menunda dan langsung meninggalkan ruangan sidang.

Massa semakin beringas. Beberapa massa terlihat berdiri di atas meja mengangkat tangan dan berteriak-teriak. Beberapa bahkan berusaha melempar hakim.

Massa yang tidak terkontrol mengobrak-abrik ruang sidang pleno. Mereka membalikkan kursi dan melakukan aksi vandalisme. Setelah itu puluhan aparat kepolisian kemudian menyerbu ke dalam dan mengamankan pelaku dan menangkap yang diduga provokator keributan.

Beberapa saat kemudian, Kapolres Jakarta Timur AR. Yoyol tiba di lokasi dan memimpin pengamanan dan penyisiran MK.

Kini, kegiatan di MK masih lumpuh. Sementara barang-barang di berada di lantai dua dipasang garis polisi untuk tindakan lebih lanjut. Namun, ruang persidangan, sudah kembali di rapikan. [gus]