Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Inilah Perkembangan Pasar Keuangan yang Jadi Perhatian Investor

Pasar Keuangan - inilah.com
Istockphoto.com

Para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui berbagai perkembangan terkini data keuangan. Hal itu sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/1/2022) berikut perkembangan dimaksud:

DJIA -66.8 -0.19% 34298

NASDAQ -315.8 -2.28% 13539

GOLD +7.2 +0.39% 1848.10 (IDR828,760)

OIL +1.39 +1.66% 85.17

COAL (Feb’22/Newcastle) +4 +1.82% 224

NICKEL +71.50 +0.32% 22475.50

TIN -1440 -3.27% 42555

CPO (Feb’22) -8 -0.15% 5430

EIDO -0.09 -0.39% 23.14

TLK 29.86 (4285) vs 4290 (TLKM)

US 10yr +0.041 +2.36% 1.776%

US 2yr +0.040 +4.08% 1.0273%

INDO 10yr -0.008 -0.12% 6.494%

VIX +1.26 +4.21% 31.16

IDR (Spot) 14,350

Data per 25 Januari 2022 kecuali dinyatakan sebaliknya

Berita-berita dalam Negeri

  1. Pemerintah menyampaikan terdapat 24.856 kasus aktif Covid-19 pada Selasa (25/1/2022). Jumlah tersebut menyusul adanya penambahan sebanyak 3.989 kasus. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Angka itu didapatkan dengan mengurangi total kasus positif Covid-19 dengan angka kesembuhan dan kematian. Kasus Baru akibat Covid19 yang membuat dinaikkannya level pengetatan menjadi PPKM Level 2, bahkan bukan mustahil dinaikkan menjadi PPKM Level 3 jika Korban
  2. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,6 persen, dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada Oktober 2021 yakni 5,9 persen. “Keseimbangan risiko terhadap prospek membaik, tetapi tetap miring ke bawah,” kata Asistant Director Western Hemisphere Department of the IMF Cheng Hoon Lim dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu. Menurut dia, munculnya varian COVID-19 yang lebih agresif dapat memberi tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan menyebabkan pembatasan mobilitas baru.
  3. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memblokir anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) Rp39,71 triliun. Pemblokiran ini dilakukan dalam rangka penerapan kebijakan ‘automatic adjustment’ atau penyesuaian otomatis untuk menggantikan kebijakan rofocusing anggaran yang membuat Kementerian dan Lembaga tidak dapat bekerja dengan baik di tahun sebelumnya. 
Baca juga
Ketimbang Krisis Pekerja di AS, Ekonom Indef Ingatkan Ancaman Capital Outflow

Berita-berita Global

  1. Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah berputar-putar di sesi sore dengan saham sektor teknologi yang sensitif suku bunga tertekan paling berat karena ketidakpastian tentang Federal Reserve (Fed) yang semakin hawkishdan meningkatnya ketegangan geopolitik berkontribusi pada gejolak pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 66,77 poin atau 0,19 persen, menjadi menetap di 34.297,73 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 53,68 poin atau 1,22 persen, menjadi berakhir di 4.356,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 315,83 poin atau 2,28 persen, menjadi ditutup di 13.539,30 poin.
  2. Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah kekhawatiran pasokan bisa menjadi ketat karena ketegangan Ukraina-Rusia, ancaman terhadap infrastruktur di Uni Emirat Arab dan perjuangan OPEC+ untuk mencapai target kenaikan produksi bulanan. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret melonjak 1,93 dolar AS atau 2,2 persen, menjadi menetap di 88,20 dolar AS per barel. Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret terangkat 2,29 dolar AS atau 2,8 persen, menjadi ditutup di 85,60 dolar AS per barel.
  3. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,6 persen, dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada Oktober 2021 yakni 5,9 persen. “Keseimbangan risiko terhadap prospek membaik, tetapi tetap miring ke bawah,” kata Asistant Director Western Hemisphere Department of the IMF Cheng Hoon Lim dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu. Menurut dia, munculnya varian COVID-19 yang lebih agresif dapat memberi tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan menyebabkan pembatasan mobilitas baru.
  4. Konflik yang meningkat antara Rusia dan Ukraina ditengarai semakin meningkatkan biaya energi dan harga komoditas bagi banyak negara. Tingkat inflasi utama yang meningkat pun bakal lebih lama. Demikian disampaikan pejabat tinggi Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, Selasa (25/1/2022). Wakil Direktur Pelaksana Pertama Gita Gopinath mengatakan kepada Reuters bahwa situasinya sekarang jauh berbeda dari tahun 2014 ketika Rusia mencaplok wilayah Krimea di Ukraina, dan harga energi turun cukup tajam di tengah rendahnya permintaan dan pasokan gas serpih yang cukup.
Baca juga
Stok Minyak AS Jatuh 5 Juta Barel, Harga Minyak Melambung

Opini Pasar

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang memperkirakan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (26/1/2022) berada dalam kisaran support 6.496 dan resistance 6.591. Sementara nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar AS dalam kisaran 14.280-14.420 per dolar AS.

Data Ekonomi yang akan Rilis

26 Jan : New Home Sales (Dec) 🇺🇸

26 Jan : Crude Oil Inventories 🇺🇸

26 Jan : FOMC Statement 🇺🇸

26 Jan : Fed Interest Rate Decision 🇺🇸

27 Jan : Core Durable Goods Orders (MoM) (Dec) 🇺🇸

27 Jan : GDP (QoQ) (Q4) 🇺🇸

27 Jan : Initial Jobless Claims 🇺🇸

Baca juga
Harga Minyak Meroket ke US$105 per Barel setelah Serangan Rusia ke Ukraina

28 Jan : Core PCE Price Index (MoM) (Dec) 🇺🇸

28 Jan : Manufacturing PMI (Jan) 🇨🇳

Tinggalkan Komentar