Inilah Perkembangan Pasar Keuangan yang Perlu Dicermati Investor

Whatsapp Image 2021 12 24 At 13.34.34 - inilah.com
Foto: Istimewa

Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis, para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui perkembangan terkini berbagai data keuangan.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Sebab, semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perkembangan dimaksud:

DJIA -4.81 -0.01% 36232

NASDAQ -144.96 -0.96% 1493

GOLD +6.7 +0.37% 1795.90 (IDR805,350)

OIL -0.59 -0.74% 78.87

COAL (Feb’22/Newcastle) -3 -1.67% 177

NICKEL +419.50 +2.06% 20802.50

TIN +98 +025% 39293

CPO (Feb’22) -9 -0.17% 5226

EIDO +0.30 +1.30% 23.35

US 10yr +0.033 +1.90% 1.766%

US 2yr -0.0140 -1.58% 0.8681%

INDO 10yr +0.0390 +0.59% 6.6345%

VIX -0.85 -4.33% 18.76

IDR (Spot) 14,350 

Baca juga  Minyak Goreng Tembus Rp38 Ribu, Pedagang: Parah Naik Terus

Opini Pasar

Analis memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam kisaran support 6.653 dan resistance 6.752. Sementara nilai tukar rupiah berada dalam kisaran 14.280 hingga 14.410 per dollar AS.

Berita-berita dalam Negeri

  1. Pemerintah menutup sementara waktu masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Penutupan berlaku baik secara langsung maupun transit dan atau sebelumnya pernah tinggal dalam kurun waktu 14 hari terakhir. Ketentuan ini mulai berlaku efektif pada tanggal 7 Januari 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan. Total ada 14 negara yang dilarang di antaranya Afrika Selatan, Botswana, Norwegia dan Perancis, serta negara yang letak geografisnya berdekatan dengan negara tersebut yakni Angola, Xambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho. Termasuk juga negara dengan jumlah kasus Omicron lebih dari 10.000 kasus yakni Inggris dan Denmark.
  2. Indonesia masih menjadi salah satu dari 10 negara berpendapatan menengah dan rendah yang mencatat utang luar negeri (ULN) terbesar pada tahun 2020. Menurut catatan World Bank (Bank Dunia) dalam International Debt Statistics 2022, ULN Indonesia per akhir 2020 sebesar US$417,53 miliar atau lebih tinggi 3,83% dari US$ 402,11 miliar pada tahun 2019. Dengan total tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 41%, meningkat dari 2019 yang sebesar 37% PDB.
  3. Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia (BI) periode 3 Januari 2022 hingga 6 Januari 2022, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia masih terjadi, nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan aksi jual neto Rp1,68 triliun. Seiring dengan keluarnya arus modal asing, juga terdapat peningkatan premi risiko investasi Indonesia. Ini terlihat dari peningkatan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun dari 73,55 bps per 31 Desember 2021 menjadi 77,27 bps per 6 Januari 2022.
  4. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa pada Desember 2021 berada di kisaran US$144,9 miliar. Posisi ini turun dari bulan November 2021 yakni US$149,9 miliar. Bank sentral mengungkapkan, kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah memengaruhi penurunan posisi cadangan devisa pada Desember 2021.
Baca juga  Rupiah Keok terhadap Dolar AS Akibat Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Berita Luar Negeri

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan kembali soal Omicron. Meski gejala lebih ringan dari varian Delta, lembaga itu meminta warga dunia tidak menganggapnya enteng. “Omicron bukan flu biasa,” kata ahli epidemologi WHO, Dr Maria Van Kerkhove dalam sebuah cuitannya akhir pekan lalu.

Tinggalkan Komentar