Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Inilah Perkembangan Pasar Keuangan yang Perlu Dicermati Investor

Selasa, 11 Jan 2022 - 08:20 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Pasar Keuangan - inilah.com
Foto: istockphoto.com

Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis, para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui perkembangan terkini berbagai data keuangan.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Sebab, semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perkembangan dimaksud:

IHSG: 6,691.12 (-0.15%)

LQ45: 944.18 (-0.60%)

ID Yield 10Y: 6.47% (+4 bps)

Dow Jones: 36,068.87 (-0.45%)

S&P 500: 4,670.29 (-0.14%)

Nasdaq: 14,942.83 (+0.05%)

UST Yield 10Y: 1.76% (-1 bps)

DJIM: 6,198.14 (-0.32%)

EIDO: 23.29 (-0.26%)

EUR/USD: 1.1330 (-0.21%)

Data per 10 Januari 2022 kecuali dinyatakan sebaliknya.

Berita-berita dalam Negeri

  1. IHSG cenderung bergerak volatil pada perdagangan kemarin (10/1). Sempat menguat di sesi I, tetapi berakhir di zona merah pada akhir perdagangan dengan melemah 0,15% ke level 6.691,12. Padahal IHSG sempat menyentuh level 6.725 pada perdagangan intraday.
  1. Pemerintah memastikan ekspor batu bara mulai dibuka bertahap pada Rabu 12 Januari 2022. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa PT PLN (Persero) akan membeli batu bara dengan harga pasar. Hal ini menandakan peraturan domestic market obligation (DMO) ditiadakan. Kebijakan itu diputuskan pemerintah agar persoalan menipisnya batu bara pada PLTU dalam negeri tidak lagi terjadi.
  1. BI melaporkan bahwa keyakinan konsumen berada di level optimis, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 118,3 pada Desember 2021. Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi pun meningkat, terlihat dari Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) Desember 2021 sebesar 99,9, lebih tinggi dari posisi bulan sebelumnya 99,2.
  1. Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 11 Januari 2022 dengan target indikatif sebesar Rp. 11 triliun. Adapun seri yang dilelang adalah SPN-S 12072022, PBS031, PBS032, PBS029, PBS034, dan PBS033
  1. Tahun 2022 diharapkan menjadi periode pemulihan ekonomi nasional. Sejalan dengan hal itu, laju penyaluran kredit perbankan diperkirakan dapat meningkat lebih pesat. Per November 2021, OJK mencatat penyaluran kredit tumbuh 4,82% yoy atau 4,17% secara ytd. Realisasi pertumbuhan ini lebih pesat dibandingkan Oktober, yang mencapai 3,24% yoy dan 3,21% ytd.
Baca juga
Ekonomi Digital Moncer, Semakin Banyak Emiten Venture Builder Masuk Bursa

Berita-berita Global

  1. Indeks Dow Jones terkoreksi 0,45%, S&P 500 turun 0,14% sedangkan NASDAQ berhasil naik tipis 0,05% karena bangkit jelang penghujung perdagangan. Gejolak di pasar saham AS ini diakibatkan karena kenaikan imbal hasil SBN AS. Yield US Treasury 10 tahun yang menjadi acuan masih melanjutkan tren kenaikan dan mendekati level 1,8%.
  1. Imbal hasil obligasi Pemerintah Jerman 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2019 pada Hari Senin (10/1) atau mendekati 0%. Pergerakan obligasi acuan Kawasan Uni Eropa itu, terjadi di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi Zona Euro dan ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed yang membuat pasar utang global gelisah.
  1. Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan peringatan terbaru kepada negara-negara berkembang mengenai tapering. Lembaga finansial global itu mengatakan bahwa kawasan berkembang dunia akan mengalami perlambatan ekonomi dengan adanya hal ini.
  1. Goldman Sachs memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga empat kali pada tahun 2022, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya tiga kali dan memulai proses pengurangan obligasi untuk neracanya segera setelah Juli.
  1. Pemerintah China akan mengenakan deposit anti-dumping pada sejumlah produk yang diimpor dari AS. Efektif mulai 11 Januari, pungutan baru atas impor akan menjadi 57,4% untuk produk-produk Dow Chemical Company dan 65,3% untuk sejumlah produsen asal AS lainnya.
Baca juga
IHSG Berakhir di Zona Merah Nantikan Putusan Suku Bunga Acuan BI

Opini Pasar

IHSG diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan rentang pergerakan di 6.650 – 6.730

Jadwal Rilis Data Ekonomi

11 Jan : Survey Penjualan Retail Indonesia

12 Jan : Indeks Harga Konsumen AS (MoM) (Dec)

13 Jan : Klaim pengangguran AS

13 Jan : Indeks harga produsen AS (MoM) (Dec)

14 Jan : Survey Kegiatan Usaha & PMI-BI

14 Jan : GDP GB (MoM)

14 Jan : Penjualan Retail AS (MoM) (Dec)

Tinggalkan Komentar