Inilah Profil 6 Pemimpin Afghanistan

Inilah Profil 6 Pemimpin Afghanistan - inilah.com
Afghanistan Mengumumkan Pemimpin Sementara Pemerintahan

Taliban mengumumkan pemerintah baru pasca merebut Afghanistan. Taliban menunjuk Mohammad Hasan Akhund sebagai kepala pemerintahan baru sementara Afghanistan.

Nama-nama yang masuk kabinet telah diumumkan Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid membuat pengumuman kabinet pada Selasa (7/9/2021).

Zabihullah Mujahid mengatakan penunjukan itu untuk pemerintahan sementara, meski tak diberitahu berapa lama.

Namun, jabatan-jabatan penting diisi oleh veteran kelompok yang masuk daftar hitam PBB.


Mohammad Hasan Akhund, Pemimpin Pemerintahan Afghanistan
Mohammad Hasan Akhund merupakan Panglima tertinggi Taliban yang menyandang gelar Amirul Mukminin. Akhund populer dengan julukannya sebagai pemimpin orang beriman. Ia menjadi anggota Taliban pertama pada tahun 1994, usai terlibat dalam peperangan kampanye militer Soviet di Afghanistan.

berasal dari Kandahar, tanah kelahiran Taliban, Akhund juga menjabat sebagai kepala pengadilan Islam Taliban, serta mengambil alih pimpinan kelompok militan pada Mei 2016, setelah pendahulunya yaitu Akhtar Mansour tewas dalam serangan pesawat tak berawak.

Dia pernah menjadi menteri luar negeri dan kemudian perdana menteri dalam pemerintahan Taliban yang pertama pada 1996-2001.

Seperti kebanyakan pemimpin Taliban, Akhund memperoleh banyak prestise dari kedekatannya dengan pemimpin pertama Taliban, Mullah Mohammad Omar.

Sebuah laporan PBB menggambarkan Akhund sebagai “teman dekat dan penasihat politik” Omar.

Dia sangat dihormati di kalangan gerilyawan, khususnya oleh pemimpin utama Haibatullah Akhundzada.

Sejumlah pengamat menilai sosok yang diperkirakan berusia 65-70 tahun ini lebih bertindak sebagai tokoh politik daripada figur religius. Pengaruhnya di dewan pemimpin juga memberinya suara dalam urusan militer.

Mullah Abdul Ghani Baradar, Wakil Pemimpin Pemerintahan Afghanistan

Bersama dengan Mullah Omar, dirinya merupakan salah satu perintis asli Taliban. Ia adalah seorang militan Afghanistan, yang kini memimpin kantor politik Taliban. Mullah Abdul Ghani Baradar juga pernah memiliki posisi sebagai Gubernur provinsi Herat dan Nimruz, serta Komandan Korps Afghanistan Barat.

Baca juga  Meraba Perdamaian Wajah Pemerintahan Taliban Jilid II

Dalam gerakan Taliban, ia menjadi bagian dari tim perunding di Doha untuk menyelesaikan kesepakatan politik terkait gencatan senjata dan perdamaian di Afghanistan. Baradar sempat ditangkap di Pakistan pada Februari 2010 dan dilepaskan pada tahun 2018, oleh tim Inter-Services Intelligence (ISI) dan Central Intelligence Agency (CIA) atas permintaan Amerika Serikat.

Baradar adalah kawan dekat mendiang Mullah Omar, yang memberinya nama perang “Baradar” atau “brother”.

Dia bertugas sebagai wakil menteri pertahanan ketika Taliban memerintah Afghanistan dua dekade lalu.

Menyusul kejatuhan pemerintah Taliban pada 2001, Baradar bertugas sebagai komandan militer senior yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan koalisi, menurut laporan PBB.

Abdul Salam Hanafi, Wakil Pemimpin Pemerintahan Afghanistan
Abdul Salam Hanafi ditunjuk oleh Taliban menjadi Wakil Pimpinan lainnya. Dia juga merupakan daftar hitam PBB.

Hanafi sebelumnya pernah menjabat Wakil Menteri Pendidikan saat Taliban terakhir berkuasa. Ketika itulah, Hanafi secara efektif mulai memblokir anak perempuan dari sekolah.

Tak hanya itu, Dewan Keamanan PBB juga menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba.

Sirajuddin Haqqani, Menteri Dalam Negeri
Putra dari Jalaluddin Haqqani kelahiran tahun 1973 ini merupakan pemimpin militer asal Afghanistan yang juga memimpin jaringan Haqqani, sebuah cabang kelompok Taliban yang mengurus keuangan dan militer Taliban. Kelompok tersebut dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat. Dirinya yang tengah menjabat sebagai wakil pemimpin Taliban, pernah diasumsikan sebagai orang yang bertanggungjawab atas beberapa serangan bom di Afghanistan.

Baca juga  Hajar Malaysia 3-1, Jepang Tantang China di Final Piala Sudirman 2021

Serangan bom tersebut termasuk yang terjadi di hotel Kabul, yang menjadi operasi pembunuhan terhadap Presiden Hamid Karzai dan bom bunuh diri di Kedutaan India. Atas kejadian itu Sirajuddin Haqqani menjadi target buruan FBI.

Sirajuddin Haqqani mengepalai jaringan Haqqani yang berpengaruh setelah ayahnya, Jalaluddin Haqqani, wafat pada 2018.

Pernah didukung AS sebagai salah satu kelompok militan anti Soviet paling efektif pada tahun 1980-an, kelompok semi otonomi itu dipersalahkan atas sejumlah serangan mematikan pada pasukan koalisi.

Jaringan Haqqani, yang statusnya dalam struktur Taliban menjadi perdebatan, telah ditetapkan oleh AS sebagai sebuah Organisasi Teroris Asing meskipun Taliban sendiri tidak.

Komite Sanksi PBB juga mengatakan kelompok itu, yang berbasis di daerah perbatasan tanpa hukum di antara Afghanistan dan Pakistan, terlibat langsung dalam produksi dan perdagangan narkotika.

Haqqani merupakan seorang buronan FBI paling dicari karena diduga terlibat dalam serangan bunuh diri dan memiliki hubungan dengan Al Qaidah. Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar bagi pemberi informasi yang bisa membuatnya tertangkap.

Mullah Yaqoob, Menteri Pertahanan
Putra tertua pendiri Taliban, Mullah Mohammad Omar ini menjadi kepala pimpinan yang mengawasi organisasi militer Taliban. Sosok Yaqoob mulai dikenal usai ayahnya wafat pada tahun 2013.

Yaqoob semula berusaha untuk menggantikan ayahnya pada tahun 2015. Dia menyerbu rapat dewan yang menunjuk Mullah Akhtar Mansour sebagai pengganti ayahnya, namun akhirnya berdamai.

Baca juga  Ditahan Imbang Borneo FC, Ini Kekesalan Pelatih Persib

Dalam usia yang masih 30-an tahun dan tanpa pengalaman bertempur sebagai komandan perang, dia memimpin sebuah bagian dari gerakan Taliban di Kandahar berkat prestise dari nama ayahnya.

Dia ditunjuk sebagai kepala seluruh komisi militer Taliban tahun lalu dan bertugas mengawasi semua operasi militer di Afghanistan.

Meskipun dipandang sebagai seorang moderat oleh sejumlah analis Barat, para komandan Taliban menyebut Yaqoob sebagai salah satu pemimpin yang mendorong operasi militer terhadap kota-kota yang perlu dikuasai beberapa pekan sebelum kejatuhan Kabul.

Amir Khan Muttaqi, Menteri Luar Negeri

Berasal dari Paktia, Muttaqi menyebut dirinya sebagai penduduk Helmand. Muttaqi bertugas sebagai menteri budaya dan informasi dalam pemerintahan Taliban sebelumnya, juga menteri pendidikan.

Dia kemudian dikirim ke Qatar dan ditunjuk sebagai anggota komisi perdamaian dan tim negosiasi yang melakukan pembicaraan dengan AS.

Menurut sumber Taliban, Muttaqi bukanlah tokoh militer atau agama. Dia mengepalai Komisi Invitasi dan Bimbingan, yang selama pemberontakan telah berupaya membuat pejabat pemerintah dan tokoh kunci lainnya membelot.

Ia pernah mengadakan konferensi pers dengan AK-47 di mejanya saat AS bersiap untuk menyerang saat dia bersumpah bahwa Taliban akan melawan serangan pasukan darat.

Dalam pernyataan dan pidato di masa perang memperebutkan kekuasaan, dia memproyeksikan suara moderat, yang meminta pasukan-pasukan di ibu kota provinsi untuk berbicara dengan Taliban guna menghindari peperangan di wilayah perkotaan.

Setelah kejatuhan Kabul bulan lalu, Muttaqi memainkan peran serupa dengan kelompok militan yang menguasai Panjshir. Dia menyerukan penyelesaian damai atas peperangan.

Tinggalkan Komentar