Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 28 Januari 2022

Whatsapp Image 2022 01 20 At 13.37.10 - inilah.com
Tampilan platform Trading Indopremier Sekuritas. Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (28/1/2022) berpeluang melanjutkan kenaikan. Menurut analis, pasar sudah menyerap semua sentimen negatif dari rencana kenaikan suku bunga The Fed dan mulai fokus pada rilis kinerja keuangan emiten 2021. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Kamis (27/1/2022), IHSG ditutup menguat 10,342 poin (0,16%) ke posisi 6.611,161. Indeks mencapai tertingginya 6.627,406 atau menguat 26,587 poin dan terendahnya di 6.570,750 atau melemah 30,069 poin dari posisi pembukaan di angka merah 6.586,854.

Total nilai transaksi mencapai Rp11,43 triliun dan investor asing mencatatkan penjualan saham bersih alias net foreign sell sebesar Rp73 miliar.

Hendra Martono Liem, CEO & Founder ARA Hunter Trading System mengatakan, pelemahan IHSG di awal sesi kemarin karena pelaku pasar mengikuti pelemahan yang terjadi di bursa saham Wall Street.

“Meski Gubernur The Fed Jerome Hayden Powell mengatakan ini bukan kata-kata saya, tapi pasar tetap menangkap bahwa The Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuannya sehingga Wall Street kembali bergejok,” katanya kepada Inilah.com melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Powell mengatakan, “Saya akan mengatakan bahwa komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan Maret, dengan asumsi bahwa kondisinya sesuai untuk melakukannya. Bank sentral AS akan berpikiran terbuka ketika menyesuaikan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi yang terus-menerus tinggi agar tidak mengakar. Meskipun belum ada keputusan yang dibuat. Kami akan rendah hati dan gesit.”

Baca juga
Rupiah Turut Berotot karena Redanya Ketegangan Rusia-Ukraina

Akan tetapi, menurut Hendra, setelah pasar menyerap sentimen negatif tersebut, IHSG kembali beranjak ke zona hijau.

“Pasar beranggapan toh kenaikan suku bunga The Fed masih sebulan lebih lagi di bulan Maret. Kalaupun naik, tidak akan langsung 1-2% meskipun inflasi AS saat ini merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun. Paling-paling kenaikannya seperti biasa 0,25 basis poin. Jadi, semua sentimen negatifnya dari The Fed sudah diserap oleh pasar,” papar dia.

Arah IHSG Berikutnya

Sejauh ini, kata Hendra, sentimen negatif dari The Fed tersebut telah membuat IHSG berada dalam proses bottoming. Sekarang pelaku pasar fokus kepada rilis kinerja keuangan emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diekspektasikan banyak yang bagus.

“Karena itu, setelah semua sentimen negatif terserap di pasar dan sudah terang-benderang arah suku bunga The Fed, sekarang tinggal menunggu technical rebound-nya dari IHSG,” papar Hendra.

Dok Hendra Martono - inilah.com
Dok: Hendra Martono

Secara teknikal, lanjut dia, untuk Jumat ini support IHSG berada di 6.571 dan resistance 6.661. Sedangkan untuk sepekan ke depan, support pertama IHSG berada di 6.561 dan support kedua di 6.511. Di lain sisi, untuk resistance pertama berada di 6.661 dan resistance kedua di 6.711.

Baca juga
KAI Daop 4 Semarang Siapkan 16 KA Tambahan untuk Mudik 2022

“Sedangkan support kuat yang sudah teruji pada 25 Januari berada di 6.524 dan resistance kuat berada di 6.726,” ungkap dia.

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, Hendra menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan support di 76, 72, dan 68. Resisteance berada di 85, 89, dan 93.
  2. PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan support di 1.900, 1.800, dan 1.700. Resistance berada di 2.110, 2.210, dan 2.310.
  3. PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan support dengan support300, 9.675, 9.050. Resistance berada di 11.575, 12.200, dan 12.825.
  4. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan support di 2.210, 2.110, dan 2.010. Resistance berada di 2.420, 2.520, dan 2.620.

“Saya rekomendasikan beli untuk saham-saham tersebut,” ucapnya.

  1. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) dengan support di 1.295, 1.200, 1.105. Resistance berada di 1.490, 1.585, dan 1.680.
  2. PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dengan support di 350, 328, dan 306. Resistance berada di 396, 418, 440.
  3. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dengan support 590, 565, dan 540. Resistance berada di 645, 670, dan 695.
  4. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan support 444, 418, dan 392. Resistance berada di 498, 525, dan 550.
  5. PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dengan support di 4.950, 4.420, 3.900. Resistance berada di 6.025, 6550, dan 7.075
Baca juga
Inilah Alasan Bursa Saham Indonesia adalah Macan Tidur yang Mulai Terbangun

“Saya rekomendasikan speculative buy untuk saham-saahm itu,” tuturnya.

  1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan support 880, 860, dan 840. Resistance berada di 925, 945, dan 965.
  2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan support di 3.060, 2.960, dan 2.860. Resistance berada di 3.270, 3.370, dan 3.470.
  3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) degan support di 1.170, 1.125, dan 1.080. Resistance berada di 1.265, 1.310, dan 1.355.

“Untuk tiga saham terakhir, itu untuk watch list saja,” imbuhnya.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar