Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 4 Januari 2022

Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 4 Januari 2022 - inilah.com
Penembusan resistance all time high tak cukup sekali, melaikan harus berkali-kali. Semakin lama resistance teruji, semakin bagus. Jika ternyata tidak kuat, IHSG potensial turun kembali. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguji level tertingginya sepanjang sejarah alias all time high. Namun, berpeluang kembali mantul ke bawah untuk menguji kekuatan level tersebut berkali-kali. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Kamis (3/2/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah 23,801 poin (0,35%) ke posisi 6.683,851. Level tertingginya di 6.730,598 yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah (all time high) atau menguat 22,946 poin dan terendahnya di 6.648,078 atau melemah 59,574 poin dari penutupan hari sebelumnya di 6.707.

Kepala riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, secara historis IHSG selalu melakukan perlawanan alias resistance setelah menembus level tertinggi sepanjang sejarah (all time high). “Jadi, setelah tembus level itu, mantul lagi ke bawah,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, Kamis (3/2/2022) sore.

Apalagi, kata dia, tren kenaikan kasus Omicron di Tanah Air sedang tinggi-tingginya saat ini sehingga menjadi kekhawatiran juga di pasar. “Ini juga menjadi salah satu alasan untuk melakukan aksi jual saham setelah tembus all time high-nya,” ujarnya.

Baca juga
Wakil Ketua Komisi VII DPR Sesalkan Pernyataan Andre Rosiade soal Minyak Goreng

Lebih jauh Suria menjelaskan, IHSG sudah mengalami tren konsolidasi dalam kisaran 6.500-6.700 sejak November-Oktober 2021. “Setelah 6.700 tembus, resistance berikutnya di 6.750,” ungkap dia.

Jika resistance tersebut tembus, baru pasar berpikir untuk resistance selanjutnya. Akan tetapi, penembusan resistance tak cukup sekali, melainkan harus berkali-kali.

“Semakin lama resistance teruji, semakin bagus. Jika cukup kuat, tambah lama tambah kuat. Jika ternyata tidak kuat, IHSG potensial turun kembali. Jadi, setelah mencapai highest level, IHSG memang biasa turun dulu,” ungkap Suria.

Namun, kemarin pun, pelemahan IHSG mengecil hingga penutupan menjadi 23,8 poin atau 0,35% ke 6.683 dari terendahnya di 6.648. “Ini terbantu oleh investor asing yang meski berposisi net buy tapi tidak terlalu besar. Net foreign buh buy asing mencapai Rp255 miliar sehingga total dengan pasar negosiasi Rp459,8 miliar,” tuturnya.

Arah IHSG Selanjutnya

Arah IHSG berikutnya, menurut Suria akan sama. Indeks akan coba kembali menembus resistance 6.700 dengan support di 6.650. Resistance selanjutnya tetap berada di 6.750.

Baca juga
Hindari Krisis seperti Sri Lanka, Utang Jokowi Harus Cuan Cepat 

Penembusan resistance kuat, menurut dia, harus didukung oleh saham-saham  berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. Pada Kamis, yang menguat hanya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) karena momentum rilis kinerja keuangan yang bagus.

“Tapi, tiga saham bank lainnya tidak banyak bergerak. Karena itu, indeks tak bisa ke mana-mana jika saham-saham bank itu tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujarnya.

Mengingat kapitalisasi pasarnya yang dominan, saham-saham bank harus naik jika IHSG ingin naik kuat. Apalagi, kemarin saham big cap PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) hanya naik 0,7% sehingga daya dukungnya kurang terhadap kenaikan IHSG.

“Saham-saham berkapitalisasi besar harus kompak menguat, jika ingin penguatan IHSG berlanjut kuat setelah tembus all time high-nya,” tuturnya tandas.

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, Suria menyodorkan beberapa saham pilihannya sebagai bahan pertimbangan para pemodal. “Saya melihat kinerja fundamental bank-bank besar sangat bagus,” tuturnya.

Baca juga
BUMN Penerima PMN Dilarang Santai, Sri Mulyani Wajibkan Ini

Akan tetapi, dia menggarisbawahi, secara valuasi, hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang paling murah. Begitu juga dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Meski BTN belum melaporkan kinerja keuangannya untuk full year 2021, Suria memperkirakan kinerjanya akan bagus juga. Apalagi, harga saham ini terhitung cukup tertinggal alis laged sehingga masih berada di bawah Price to Book Value (PBV)-nya. “Karena itu, saham BTN juga menarik untuk diperhatikan,” ucapnya.

  1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan target harga di 8.500; dan
  2. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan target harga di 2.000.

“Bisa langsung masuk di dua saham ini. Tapi, kalau dapat harga lebih murah di dua saham tersebut lebih bagus,” imbuhnya.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar