Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 8 April 2022

Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 8 April 2022 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (8/4/2022) berpeluang melanjutkan penguatan seiring investor asing yang terus mencatatkan aksi beli bersih alias net foreign buy. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Kamis (7/4/2022), IHSG berakhir menguat 23,151 poin (0,33%) ke posisi 7.127,367. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai tertinggi intraday-nya di 7.145,168. Sementara terendahnya di 7.097 atau melemah 6,312 poin dari posisi hari sebelumnya di 7.104.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp12,69 triliun dan Rp872,9 miliar di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp13,56 triliun.

Sementara investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp3,92 triliun dan penjualan saham Rp3,38 triliun. Alhasil, asing mencatatkan aksi beli bersih alias net foreign buy senilai Rp538,4 miliar.

Net Foreign Buy Buat IHSG Merangsek Naik

David Sutyanto, kepala riset Ekuator Swarna Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG terdorong oleh arus capital inflow yang masuk ke pasar saham domestik. “Pasarnya masih ketolong dari capital inflow. Jika melihat dari net foreign buy, IHSG masih ketolong banget,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, Kamis (7/4/2022) sore.

Di hari sebelumnya, kata dia, IHSG sempat mengalami fluktuasi yang terjadi pada beberapa sektor saham. Namun, kemarin, beberapa harga komoditas, seperti batu bara, timah, dan nikel mengalami kenaikan.

Baca juga
Persija Jakarta Pamerkan 4 Pemain Anyar

“Hari ini kan yang jadi mover-nya adalah ANTM (PT Aneka Tambang Tbk), TLKM (PT Telkom Indonesia (Persero) dan INCO (PT Vale Indonesia Tbk). Jadi, merekalah sebagai mover penguatan IHSG,” ujarnya.

Menurut David, dari sini dapat kesimpulan, bahwa IHSG mendapat katalis positif dari net foreign buy karena sentimen positif dari kenaikan harga komoditas. “Sementara sentimen inflasi di Indonesia masih belum menjadi kekhawatiran,” timpal dia.

Ia memperkirakan, investor asing baru akan memfaktorkan inflasi pasca-Lebaran di akhir April dan awal Mei 2022. “Saat itu mereka mulai confirmed akan memfaktorkan inflasi. Sebab, kenaikan harga-harga di bulan Ramadan ini juga gila-gilaan karena biasanya harga-harga naik juga ditambah dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Pencabutan HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng dan PPN,” papar dia.

Terkait inflasi, David sendiri mengaku masih melakukan pemantauan kenaikan harga-harga tersebut karena pemerintah masih melakukan intervensi untuk harga beberapa bahan baku dan bahan-bahan pokok.

Baca juga
Gunakan Airbus A320-200, Super Air Jet Resmi Terbangi Lampung-Jakarta

“Yang jelas, asing belum memfaktorkan inflasi di Tanah Air untuk saat ini. Sebab, inflasi di luar negeri juga kondisinya jelek-jelek, hingga lebih dari 7%,” ungkap dia.

Jadi, kata dia, Indonesia menang karena kenaikan harga komoditas karena merupakan produsen komoditas terbesar dunia. “Pada saat yang sama, inflasi Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan tren inflasi di luar negeri,” tukasnya.

“Ini karena belum naik saja inflasinya. Nanti juga saatnya akan naik juga. Sebab, di April ini harga BBM naik, PPN naik, dan sebelumnya HET minyak goreng dicabut,” David kembali menegaskan.

Arah IHSG Selanjutnya

Lebih jauh David memperkirakan, laju IHSG Jumat ini masih berpeluang menguat. Sebab, selain faktor net foreign buy, momentum IHSG yang sudah tembus level psikologis 7.000 juga merupakan momentum yang positif.

“IHSG akan menguji resistance di 7.150 dengan support di 7.100. Jika resistance tadi tembus menjadi sinyal yang sangat bagus. Sebab, rekor all time high terakhir di 7.149,” ungkap dia.

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, ia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Untuk pilihannya, masih di saham-saham berbasis komoditas.

Baca juga
MAKI Laporkan 9 Perusahaan Ini Terlibat Kartel Minyak Goreng ke KPPU

Menurut dia, jika melihat dari sebagian besar volume transaksi, yang ramai adalah ANTM, TLKM, beberapa saham bank, dan INCO.

“Mungkin beberapa saham batu bara yang telah mengalami koreksi, seperti ITMG dan ADRO masih bisa menjadi pilihan. ANTM dan INCO juga masih boleh untuk mengkoleksinya,” ucapnya.

Adapun patokan support dan resistance-nya adalah:

  1. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan support di 26.000 dan resistance di 29.000-saya harap bisa ke 30.000 yang menjadi targetnya dia.
  2. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan support 2.900 dan resistance 3.200.
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan support di 2.600 dan resistance 2.900.
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan support di 6.800 dan resistance 7.400.

“Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut, karena sektornya lagi hot,” imbuhnya. “Inflasi belum difaktorkan oleh investor asing.”

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

 

Tinggalkan Komentar