Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Inilah Saham-saham Pilihan Kamis 13 Januari 2022

Kamis, 13 Jan 2022 - 05:05 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.06 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Analis memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (12/1/2022) mengalami penguatan terbatas dalam kisaran support 6.590 dan resistance 6.720. Salah satu katalisnya adalah berlanjutnya aksi beli dari investor asing. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Rabu (12/1/2022), IHSG ditutup tipis di zona merah 0,905 poin (0,01%) ke posisi 6.647,065. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai angka tertingginya di 6.690,323 atau menguat 42 poin dan terendahnya di 6.625,757 atau melemah 22,213 poin dari posisi pembukaan di angka positif 6.662,395.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Kapital mengatakan, terbatasnya pelemahan IHSG kemarin karena tertolong oleh aksi beli bersih oleh investor asing alias net foreign buy. “Hal ini diikuti oleh aksi beli saham oleh para investor ritel domestik sehingga menahan pelemahan IHSG lebih jauh di sesi penutupan,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Adapun terkait sentimen dari perkembangan Omicron dan rencana kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR), menurut dia, pelaku pasar lebih melihat kepada respons pasar yang terefleksi pada nilai tukar rupiah dan aksi beli dari investor asing.

“Selama rupiahnya tenang-tenang saja, dan investor asing terus berposisi beli, sentimen Omicron dan FFR tidak terlalu menjadi masalah,” papar dia.

Baca juga
Kota Xian China Lockdown Pasca Temuan 140 Kasus Baru

Sebelumnya diberitakan, David Nabarro, seorang utusan khusus untuk tim virus corona Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, akhir pandemi sudah di depan mata. Akan tetapi, kehidupan masih akan sulit sampai setidaknya musim semi atau tiga bulan mendatang.

Sedangkan terkait kenaikan suku bunga AS, Gubernur The Fed Jerome Powell sudah menyatakan, kombinasi kenaikan suku bunga acuan dan kebijakan moneter ketat diperlukan untuk mengendalikan inflasi AS. Namun, Powell tidak memberikan pernyataan terkait kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

Menurut Alfred, yang dikhawatirkan dari kenaikan suku bunga The Fed adalah kenaikan suku bunga di berbagai bank sentral negara-negara lain, termasuk Indonesia. Jika itu terjadi, yang dikhawatirkan selanjutnya adalah naiknya cost of fund dan terjadinya capital outflow yang memicu pelemahan rupiah.

Baca juga
Pemerintah Buka Peluang Voting Elektronik dalam Pemilu 2024

Akan tetapi, dia menggarisbawahi, Bank Sentral tidak akan menaikkan suku bunga acuannya jika tidak memiliki keyakinan akan pemulihan ekonomi. “Karena itu, tak masalah suku bunga naik jika diringi dengan kenaikan pendapatan masyarakat,” timpalnya.

“Karena itu, terserah sentimennya apa baik Omicron maupun kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat, jika rupiah adem ayem di 14.300-an saat ini dan tidak terjadi capital outflow yang berarti, itu bukan masalah besar di pasar. Apalagi, investor asing masih signifikan mencatatkan net buy,” papar Alfred.

Di atas semua itu, dia memperkirakan laju IHSG Kamis ini akan menguat terbatas dalam kisaran support 6.590 dan resistance 6.720. “Belum ada perubahan sentimen di pasar selain Omicron dan kenaikan suku bunga AS,” ucapnya tandas.

Dari sisi investor, dalam situasi seperti ini mereka akan melakukan pembelian bertahap alias tidak agresif, mengikuti aksi beli yang dilakukan oleh investor asing.

Saham-saham Pilihan

Alfred pun menyodorkan empat saham pilihannya, yaitu:

  1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  2. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
  3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
  4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Baca juga
Tak Kunjung Dicopot, Irjen Ferdy Sambo Dinilai Punya Beking Politik

Sepanjang perdagangan kemarin, nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp10,55 triliun dan Rp2,69 triliun di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp13,2 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp3,15 triliun dan penjualan saham senilai Rp2,67 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih alias net foreign buy senilai Rp482,9 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar