Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 3 Februari 2022

Kamis, 03 Feb 2022 - 04:20 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis - inilah.com
Tampilan platform trading Indopremier Sekuritas. Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (3/2/2022) berpeluang melanjutkan penguatan. Menurut perkiraan analis, indeks berpeluang menembus level tertingginya sepanjang sejarah di 6.727. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada Rabu, IHSG menutup perdagangan dengan penguatan 76,501 poin (1,15%) ke posisi 6.707,652. Level tertingginya di 6.716,597 atau menguat 85,446 poin dan terendahnya di 6.650,303 atau menguat 19,152 dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya di angka 6.631,151.

Yuganur Wijanarko, analis senior KGI Sekuritas Indonesia mengatakan, penguatan IHSG kemarin karena faktor momentum ‘Gong Xi Fa Cai’ Hari Raya Imlek 2573 yang bertepatan dengan 1 Februari 2022. “Tahun ini disebut sebagai shio macan air,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Macan air itu, menurut dia, dari sudut pandang shio sangat positif bagi pasar. “Ini mengikuti tren kenaikan IHSG saat shio macan logam pada 2010. Saat itu, IHSG bagus,” ujarnya.

Yang jelek, kata dia, adalah shio macan api pada 1998 di mana IHSG mengalami kerontokan. “Api itu menyala-nyala membakar, sedangkan logam itu berkilau dan air itu mengalir. Jadi, ini lebih kepada sentimen historisnya yang positif untuk shio macan ini,” papar dia.

Baca juga
DPR: Tak Patut Menag Yaqut Bandingkan Kumandang Azan dengan Gonggongan Hewan

Penguatan saham-saham bluechip menopang penguatan IHSG, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Astra International Tbk (ASII). “Saham-saham ini, BBCA terutama berpeluang kembali menjadi dirver pergerakan IHSG,” ungkap dia.

Terkait lonjakan tren kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron, menurut Yuganur, pasar melihat persentasi meninggalnya atau case fatality rate (CFR) Covid-19 varian Omicron masih di bawah 1%.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ada sebanyak 4.711 kasus aktif Covid-19 di ibu kota pada Selasa (1/2/2022). Dari angka itu, sebanyak 2.892 adalah kasus Covid-19 varian Omicron.

“Dari 4.000-an yang meninggal dua. Ini berarti fatality rate-nya di bawah 1%. Kalau yang meninggal mencapai 100-an baru pasar khawatir. Sakit sih sakit dan memang tidak boleh menyepelekan, tapi tingkat keparahannya tidak sedrastis kasus-kasus sebelumnya,” papar Yuganur.

Baca juga
Ternyata, Sri Mulyani Dibikin Takut 2 Perkara Ini

Selain itu, bursa regional juga mendukung penguatan IHSG kemarin, seperti indeks Nikkei dan Hang Seng. Begitu juga dengan dukungan dari investor asing yang mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp326,7 miliar.

Arah IHSG Selanjutnya

Secara teknikal, level 6.727 merupakan level tertinggi IHSG sepanjang sejarah (all time high). Di lain sisi, support-nya berada di 6.650-6.600.

Jika tembus resistance 6.727, menurut Yuganur, IHSG potensial menguat ke 6.800. Target penguatan berikutnya di 6.840. “IHSG berpeluang menembus all time high terakhir di 6.727,” ungkap dia.

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, Yuganur merekomendasikan beberapa saham pilihannya sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga 8.200-8.300 dengan support di 7.700. BBCA berpeluang kembali menjadi driver pergerakan IHSG;
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan target harga 7.700 dan support 7.300;
  3. PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga di 5.700-5.900 dengan support di 5.400 dan 5.200; dan
  4. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga di 2.400 dengan support di 2.200 dan 2.100.
Baca juga
Emas Makin Berkilau di Tengah Pelemahan Dolar AS Respons The Fed

“Saya rekomendasikan beli saham-saham tersebut mengikuti momentum penguatan IHSG secara keseluruhan. Target-target itu mungkin bisa tercapai dalam 2-3 hari. Tapi, jangan lupa lakukan cut loss ketat, jika mengalami penurunan,” imbuhnya.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar