Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Inilah Saham-saham Pilihan Rabu 19 Januari 2022

Rabu, 19 Jan 2022 - 04:31 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.07 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (19/1/2022) diprediksi mengalami technical rebound setelah pelemahan tajam kemarin. Pasar juga mendapat katalis positif dari pengesahan  RUU Ibu Kota Negara menjadi undang-undang dan momentum rilis laporan keuangan emiten. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Selasa (18/1/2022), IHSG ditutup melemah 30,989 poin (0,47%) ke posisi 6.614,059. Tertingginya di 6.667,405 atau menguat 22,357 poin dan terendahnya di 6.534,270 atau melemah 110,778 poin dari posisi pembukaan di angka positif 6.654,959.

Pengamat pasar modal Gina Novrina Nasution mengatakan, pelemahan IHSG Selasa dipicu oleh kekhawatiran pasar atas kemungkinan diterapkannya kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4 akibat kenaikan tren kasus baru yang terpapar Covid-19 varian Omicron di Tanah Air.

Per 17 Januari 2022, kasus Omicron mencapai 840 kasus. Angka ini bertambah 92 kasus dari dua hari sebelumnya yang berjumlah 748 kasus. “Pasar khawatir pemerintah kembali mengharuskan WFH (Work from Home) 50 persen hingga 100 persen dan Pertemuan Tatap Muka atau PTM ditiadakan,” ungkap Gina kepada Inilah.com di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Padahal, kata dia, Work from Office alias WFO sudah menjadi katalis positif di bursa saham sejak Oktober 2021. “WFO menjadi sentimen yang sangat positif di pasar karena kita sudah menjalani pandemi ini selama lebih dari 22 bulan,” ucapnya tandas.

Baca juga
Perubahan Twitter Setelah Diambil Alih Elon Musk: Binasakan Bot dan Netral Secara Politik

Sentimen negatif lain datang dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah. Kemarin, mata uang Garuda ditutup melemah 50 poin atau 0,35% ke level 14.070. “Tapi, pelemahan ini belum menjadi tren yang kuat. Rupiah masih fluktuatif karena faktor eksternal,” tuturnya.

Sementara itu, sentimen eksternal terutama dari tren kenaikan inflasi AS yang disusul dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan moneter di negeri Paman Saham, menurut Gina sudah difaktorkan oleh pasar. “Hal itu bukan lagi sentimen yang berpengaruh,” timpal dia.

Begitu juga dengan perlambatan ekonomi China yang pada kuartal IV-2021 mencatatkan angka di level 4%. Posisi ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. “Itu sudah priced in di pasar, saat IHSG mengalami pelemahan pekan lalu. Perlambatan ekonomi China sudah sesuai dengan ekspektasi,” ucapnya.

Arah IHSG Rabu 19 Januari 2022

Gina memperkirakan, laju IHSG Rabu (19/1/2022) berpeluang mengalami technical rebound dengan resistance di 6.656. Menurut dia, jika resistance ini berhasil ditembus ke atas, resistance berikut berada di 6.702.

“Di lain sisi, jika IHSG melemah, indeks memiliki support kuat di 6.590. Jika support ini justru ditembus ke bawah, risiko berikutnya adalah IHSG turun ke target support berikutnya di 6.524 sampai 6.500,” papar Gina.

Salah satu katalis positif IHSG Rabu ini adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) oleh DPR menjadi undang-undang (UU) pada Selasa (18/1/2022). Untuk itu, pemerintah merencanakan pemindahan PNS ke ibu kota negara baru dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun. Dimulai pada 2023– 2027, dengan proporsi kurang lebih 20 persen di tiap tahunnya atau kurang lebih 25.500 orang per tahun.

Baca juga
Dampak Anak Penyintas Covid-19 Berpengaruh pada Konsentrasi

“Pemindahan secara bertahap itu cukup bagus karena perekonomian kita sudah mulai pulih sejak 2022 ini,” ungkap dia.

Sentimen positif lainnya, menurut Gina, adalah momentum rilis laporan keuangan emiten untuk full year 2021. Momentum ini sudah mulai diantisipasi pasar saat ini. “Meskipun, kebanyakan emiten merilisnya pada Februari atau kurang dari dua pekan lagi dari sekarang,” papar Gina.

Hanya saja, kata dia, yang perlu dipastikan oleh pasar sekarang adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi laporan keuangan emiten 2021. “Jika jadi direlaksasi, sentimen laporan keuangan emiten belum akan menjadi katalis positif di bursa karena semakin panjang masa deadline-nya,” ungkap dia.

Saham-saham Pilihan

Menurut dia,pengesahan RUU IKN menjadi Undang-undang adalah katalis positif bagi saham-saham di sektor konstruksi dan properti dalam setahun ke depan.

Oleh karena itu, saham-saham pilihan terkait IKN adalah:

  1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan support di Rp1.210 dan resistance 1.105;
  2. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dengan support Rp815 dan resistance 860;
  3. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan support Rp950 dan resistance Rp985; dan
  4. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan support Rp915 dan resistance Rp965.
Baca juga
Berkah dari Karomah Habib Husein di Masjid Jami Keramat Luar Batang

“Saya rekomendasikan trading buy untuk saham-saham tersebut,” imbuhnya.

Pada perdagangana kemarin, sebanyak 172 saham menguat, 459 saham melemah, 129 saham stagnan, dan 129 saham tidak ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp10,6 triliun dan Rp921,2 miliar di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp11,54 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp3,09 triliun dan penjualan saham senilai Rp2,98 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp110,4 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

 

Tinggalkan Komentar