Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Selasa 18 Januari 2022

Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.06 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Analis memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdangan Selasa (18/1/2022) melanjutkan pelemahan untuk menguji support 6.626. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Senin (17/1/2022), IHSG ditutup melemah 48,353 poin (0,72%) ke posisi 6.645,048. Indeks mencapai level tertingginya di 6.711,822 atau menguat 18,421 poin dan terendahnya di 6.625,863 atau melemah 67,538 dari posisi pembukaan di angka positif 6.711,406.

Hendra Martono Liem, CEO & Founder ARA Hunter Trading System mengatakan, sentimen negatif dari AS masih memengaruhi pergerakan IHSG awal 2022 ini. AS mengalami inflasi yang terhitung sangat tinggi, yakni 7%.

“Dengan tingkat inflasi seperti itu, mau tidak mau Bank Sentral AS, The Fed harus menaikkan suku bunga acuannya. Ini memicu orang untuk beralih dari pasar modal ke aset-aset yang lebih aman,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Selain inflasi AS, Hendra melakukan pengamatan terhadap banyak hal. Salah satunya terkait fenomena pada Desember yang dikenal dengan Santa Claus Rally. Secara historis, pada momentum fenomena ini terjadi penarikan ke atas alias penguatan di saham-saham LQ45.

“Namun, pada Desember 2021 saham-saham LQ45 memang mengalami kenaikan, tapi efek dari fenomena Santa Claus Rally-nya tidak seperti yang diharapkan. Yang datang cuma topinya doang, tidak dengan tubuhnya,” papar Hendra.

Sebab, lanjut dia, biasanya penguatan Santa Claus Rally terjadi sebesar 1-2%. Sedangkan yang terjadi kemarin hanya 0,47% selama Desember 2021.

Baca juga
Menanti Penguatan IHSG Desember 2021 yang Biasa Terjadi 10 Tahun Terakhir

Begitu juga dengan fenomena January Effect. Saham-saham yang biasa ditarik ke atas adalah saham-saham berkapitalisasi besar. “Tapi secara keseluruhan terjadi pada 2021, yang bergerak adalah saham-saham lapis dua dan lapis tiga. Saham-saham big cap-nya hampir tidak jalan,” timpal dia.

Hal serupa juga terjadi kemarin di mana saham-saham yang bergerak adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) dan PT MNC Studios International Tbk (MSIN). “Saham-saham lainnya tidak bergerak,” tuturnya.

Penguatan saham-saham tersebut tidak dapat menahan pelemahan IHSG. “Mau tidak mau, karena penurunan IHSG cukup dalam, yang terkena penurunan cukup dalam juga adalah saham-saham LQ45,” papar Hendra.

Salah satu saham di jajaran LQ45 yang melemah tajam adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Saham ini membentuk all time low di 366 dan turut mengerek turun pergerakan IHSG. “Begitu juga dengan saham-saham lain yang berkapitalisasi besar, kompak mengalami penurunan dan diikuti dengan saham-saham ber-market cap kecil,” tukasnya.

Sementara itu, sentimen dari pelambatan ekonomi China, menurut Hendra sudah sangat terasa pengaruh negatifnya di bursa saham domestik sejak awal pekan pertama Januari 2022.

Baca juga
Asing Borong Saham-saham Bank, IHSG Bertengger di Rekor Baru

Biro Statistik China melaporkan pada Senin (17/1/2022) Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2021 negeri Tirai Bambu itu di angka 4% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih baik dari konsensus Reuters yang memprediksi tumbuh hanya 3,6% yoy. Meski lebih baik dari konsensus, angka 4% yoy tersebut masih terhitung melambat jika dibandingkan pertumbuhan PDB di kuartal III 2021 yang berada di angka 4,9% yoy.

Belum lagi dengan data penjualan ritel China di bulan Desember 2021 yang hanya tercatat 1,7% atau jauh di bawah ekspektasi pasar di angka 3,7%.

Arah IHSG Selasa 18 Januari 2022

Lebih jauh Hendra memperkirakan, IHSG melanjutkan pelemahan pada Selasa ini untuk menguji support. Secara teknikal, kisaran IHSG berada dalam resistance 6.728 dan support-nya 6.626.

“Jika IHSG bergerak di bawah 6.626 indeks memberikan sinyal yang negatif. Kemungkinan besar, IHSG akan melanjutkan pelemahan ke 6.595-6.545. Di lain sisi, jika bertahan di 6.626, IHSG masih akan sideways dalam kisaran support kuat 6.626-dan resistance kuat 6.728,” ungkap Hendra.

Saham-saham Pilihan

Di tengah situasi pasar yang kurang bersahabat, berikut saham-saham pilihan yang disodorkan Hendra:

  1. Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dengan target harga Rp1.475-1.555 dan stop-loss di Rp1.150;
  2. Saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) dengan target harga di Rp730-790 dan stop loss di Rp525;
  3. Saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dengan target harga di Rp4.310-4.510 dan stop-loss di Rp3.500;
  4. Saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) dengan target harga di Rp530-565 dan stop-loss di Rp400; dan
  5. Saham PT MNC Studios International Tbk (MSIN) dengan target harga di Rp2.810-3.000 dan stop-loss di Rp2.040.
Baca juga
Fotonya Mejeng di ATM Himbara, Menteri Erick Kampanyekan AKHLAK

Dia menambahkan, saham AMAR dan TOBA sudah mengalami kenaikan signifikan. Dalam situasi pasar yang kurang bersahabat, dia menyarankan untuk tidak melakukannya bagi yang belum mahir trading.

Sedangkan bagi yang sudah terlatih, trading harus dilakukan dengan cepat alias trading kilat. “Dari sisi time frame-nya, jangan daily trading. Kalau trading cepat, time frame kita hanya 15 menit,” imbuhnya.

Pada perdagangan kemarin, sebanyak 230 saham menguat, 377 saham melemah, 141 saham stagnan, dan 141 saham tidak ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp8,9 triliun dan Rp917,1 miliar di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp9,83 miliar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,47 triliun dan penjualan saham senilai Rp2,39 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih senilai Rp77,1 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar