Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 8 Februari 2022

Selasa, 08 Feb 2022 - 04:20 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 8 Februari 2022 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Kenaikan harga-harga komoditas menjadi basis yang kuat secara fundamental bagi penembusan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level tertinggi sepanjang sejarah alias all time high. Menurut analis, target indeks saham domestik berikutnya adalah resistance 6.955. Inilah saham-saham pilihannya.

IHSG menutup perdagangan Senin (7/2/2022) dengan penguatan 73,546 poin (1,09%) ke posisi 6.804,937. Level tertingginya di 6.806,730 atau naik 75,339 poin. Angka ini merupakan posisi all time high setelah tembus level tertinggi sebelumnya di 6.754 yang tercapai pada November 2021. Sedangkan terendahnya di 6.748,909 atau menguat 17,518 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di 6.731.

CEO & Founder Akela Trading System, Hary Suwanda mengatakan, pencapaian all time high setelah menembus level 6.750 sangat positif bagi IHSG. Sebab, level tertinggi sepanjang sejarah itu terjadi setelah indeks saham domestik mengalami fase konsolidasi yang sangat lama.

“IHSG konsolidasi sejak Oktober 2021 dalam kisaran sempit antara support 6.500 hingga resistance 6.750. Bolak-balik dalam kisaran segitu-gituan terus. Sekarang, kisaran itu sudah breakout,” katanya kepada Inilah.com melalui sambungan telepon dari Jakarta, Senin (7/2/2022).

Harapan Tren Kenaikan Kasus Omicron Teratasi

Lebih jauh Hary berharap tren kenaikan kasus baru Covid-19, terutama varian Omicron dapat teratasi. “Di negara-negara seperti AS dan lainnya, kasus Omicron sudah mulai menurun. Harapannya pekan depan menurun juga di Indonesia dan semua orang sudah penuh bekerja kembali. Aktivitas ekonomi pun kembali bergerak, mantap,” papar dia.

Baca juga
Persoalan Stunting dan Dampak bagi Masa Depan Anak

Dia menjelaskan, penembusan IHSG ke level tertingginya sepanjang sejarah memiliki basis fundamentalnya yang kuat dari kenaikan harga-harga komoditas. “Sejak dulu Indonesia memiliki banyak tambang,” ucapnya.

Setelah resesi yang menerpa ekonomi global akibat pandemi, inflasi tercatat rendah di seluruh dunia. Saat ekonomi bertumbuh positif, inflasi pun kembali tinggi. “Pada saat inflasi tinggi, dunia ini membutuhkan banyak bahan-bahan baku, mulai dari bahan baku makanan, bahan bakar, bahan baku industri, seperti metal dan seterusnya,” ungkap Hary.

Saat ini, kata dia, dunia kekurangan berbagai bahan baku tersebut. Pada saat yang sama, Indonesia justru menjadi sumber berbagai bahan baku tersebut. “Karena itu, saat harga-harga komoditas mengalami kenaikan tinggi seperti sekarang, secara historis berpengaruh positif untuk Indonesia,” ucapnya.

Inflasi sebagai Ciri Pertumbuhan Ekonomi

Terkait ancaman inflasi akibat kenaikan harga-harga komoditas, Hary menegaskan bahwa inflasi merupakan ciri khas dari ekonomi yang sedang bertumbuh. Saat permintaan barang banyak dibandingkan supply-nya, kenaikan harga otomatis berujung pada tingginya inflasi. “Inflasi adalah kondisi yang sehat bagi perekonomian,” timpal dia.

Yang jadi masalah adalah jika inflasi terlalu tinggi. “Segala hal baik tetapi mengandung kata ‘terlalu’ maka menjadi tidak baik, termasuk inflasi. Selama pemerintah dan Bank Indonesia dapat mengendalikan inflasi dan terkontrol, inflasi ini sehat,” ucapnya tandas.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik melaporkan, secara tahunan, inflasi Januari 2022 tercatat 2,18%. Angka ini lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,87%. “Ini merupakan level yang normal,” tuturnya.

Baca juga
DJP Proyeksi Penerimaan Pajak Semester-II 2022 Akan Melemah

Level itu, kata dia, memang terhitung tinggi. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan 2014 dan 2015 di mana kisaran inflasi mencapai 5-6% bahkan 7%, kisaran 2% sebenarnya rendah. “Meskipun tinggi dibandingkan 2020 yang memang ada faktor pandemi Covid-19 yang sebagian besar daerah melaksanakan lockdown,” ujarnya.

Yang memukul perekonomian bukan pandeminya, melainkan lockdown. Semua negara tidak menyukai lockdown karena membuat ekonomi sakit. “Sekarang tinggal pilih, ekonomi atau nyawa manusia,” ucapnya.

Dia menegaskan, selama ada solusi terhadap Covid-19 yang tidak perlu berlakunya lockdown, Covid-19 bukan lagi ancaman terhadap ekonomi. “Karena itu, vaksin booster menjadi kuncinya yang harus benar-benar digenjot kencang,” kata dia.

Arah IHSG Selanjutnya

Hary menegaskan, penembusan IHSG ke 6.800 sangat positif dan memiliki basis fundamentalnya yang kuat. Kenaikan indeks berbasis komoditas yang bullish dan menguntungkan bagi Indonesia.

“Setelah bablas ke all time high, support IHSG sekarang berada di 6.750 yang semula ini merupakan resistance. Mudah-mudahan support ini bertahan kuat. IHSG dalam kondisi strong momentum. Target berikutnya di resistance 6.955, mantap nih,” papar dia.

Namun demikian, Hary mewanti-wanti agar para pemodal mewaspadai momentum bulan April-Mei. Secara historis, indeks selalu mengalami pelemahan dalam di bulan-bulan tersebut. “Hati-hati saja kalau sudah masuk bulan tersebut. Itu siklusnya memang sell in May and go away,” timpal dia.

Baca juga
Kunker ke AS, Jokowi Tumpangi Garuda Indonesia Boeing B777-300ER

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, Hary menyodorkan beberapa saham pilihan di sektor perbankan, pertambangan, dan farmasi sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang secara teknikal sedang mengalami strong momentum. Target berikutnya di 4.530 dan kalau masih lewat lagi target berikutnya di 4.590. Di lain sisi, support BBRI berada di 4.250.
  2. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan target harga berikutnya di 1.860.
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  4. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ,
  6. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
  7. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

“Saya rekomendasikan akumulasi beli saham-saham tersebut karena IHSG sudah di level all time high baru yang menandakan penguatan pada saham-saham itu juga akan berlanjut,” imbuhnya.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar