Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Senin 17 Januari 2022

Whatsapp Image 2022 01 11 At 09.09.41 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Analis memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (17/1/2022) melanjutkan technical rebound dengan potensi penguatan terbatas. Pasar masih mengkhawatirkan peluang kenaikan suku bunga AS dan tren kenaikan kasus Omicro di Tanah Air. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada perdagangan Jumat (14/1/2022), IHSG ditutup menguat 35,045 poin (0,53%) ke posisi 6.693,401. Indeks mencapai level tertingginya di 6.699,413 atau menguat 41,057. Posisi terendahnya di angka 6.631,046 atau melemah 27,310 dari posisi pembukaan di angka merah 6.653,646.

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG masih di bawah 1% sehingga kurang signifikan. “Penguatan IHSG lebih karena faktor technical rebound,” katanya kepada Inilah.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dari sisi sentimen, lanjut dia, kasus Omicron di Tanah Air masih menunjukkan peningkatan sehingga menjadi kecemasan pasar. Data menunjukkan kasus harian Covid-19 pada Sabtu (15/1/2022) mencapai 1.054. Posisi ini adalah pertama kalinya kasus Covid-19 menembus angka 1.000 di Indonesia sejak Oktober 2021.

Selain itu, pasar masih mengkhawatirkan kenaikan inflasi di AS yang tercatat 7% secara tahunan di 2021 yang merupakan level tertinggi sejak 1982. Yang dikhawatirkan dari efek tingginya inflasi itu adalah kebijakan pengetatan moneter (tapering off) yang dibarengi dengan kenaikan suku bunga acuan.

Baca juga
Kemenkes Ungkap Belum Ada Rencana Vaksin Dosis Keempat

“Dari sisi sentimen, pasar masih cenderung negatif karena inflasi AS, tapering off, dan kenaikan suku bunga,” ucapnya tandas.

Lebih jauh Hendry menjelaskan, inflasi AS yang overhitting akan mendorong tapering off atau pengurangan pembelian obligasi AS. “Jika hanya tapering off, tidak masalah. Yang ditakutkan pasar adalah kenaikan suku bunga acuan. Ini yang akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga acuan di Tanah Air pada akhirnya,” papar dia. “Sebab, kenaikan suku bunga AS bisa terjadi 3-4 kali selama 2022.”

Agresifnya kenaikan suku bunga AS, kata dia, akan berdampak negatif ke bursa saham domestik. Sebab, tren inflasi yang tinggi tidak hanya terjadi di AS tapi juga secara global sehingga Bank Indonesia pun berpeluang menaikkan suku bunga acuannya.

Sementara di sektor riil, menurut Andrean, yang ditakutkan adalah kenaikan harga yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga produksi. Terjadilah apa yang disebut stagflasi, suatu kondisi pada sebuah periode inflasi yang dikombinasikan dengan penurunan Produk Domestik Bruto.

Baca juga
Positif COVID-19 Bertambah 92 Kasus, Terbanyak di DKI Jakarta

“Ini jelas akan berpengaruh pada kinerja emiten di dalam negeri. Itu yang ditakutkan pasar akan terjadi,” ungkap dia.

Arah IHSG Senin 17 Januari 2022

Menurut Hendry, pergerakan IHSG Senin ini sangat tergantung pada tren kenaikan Omicron di dalam negeri. “Jika angkanya tidak terus naik atau bahkan melandai, IHSG dapat melanjutkan penguatan. Begitu juga sebaliknya di mana saat ini, tren Omicron masih menguat,” tuturnya.

Secara teknikal, dia menjelaskan, IHSG berada dalam posisi bullish candle namun tidak didukung oleh besarnya volume transaksi. “Ada potensi penguatan terbatas untuk Senin ini melanjutkan technical rebound,” ungkap dia. “Resistance IHSG di 6.730 dengan support di 6.675.”

Saham-saham pilihan

Adapun saham-saham yang menarik untuk dicermati, lanjut Hendry, adalah sektor pertambangan, seperti industri logam metal dan batu bara. Sektor batu bara sedang hit karena masalah pembatasan ekspor yang mengatrol harga batu baranya. “Tapi, sekarang tinggal ketegasan dari kebijakan tersebut seprti apa kelanjutannya,” papar dia.

Baca juga
Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara 2023 Bakal Naik hingga 11,7 Persen

Saham-saham pilihannya adalah:

  1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  3. PT Indika Energy Tbk (INDY)

“Saya rekomendasikan speculative buy saham-saham tersebut sambil memantau perkembangan harga acuan komoditasnya, sentimen dari Wall Street dan bursa regional Asia,” imbuhnya.

Akhir pekan lalu, sebanyak 268 saham menguat, 323 saham melemah, 157 saham stagnan, dan 141 saham tidak ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp9,26 triliun dan Rp1,65 triliun di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp10,9 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,76 triliun dan penjualan saham senilai Rp2,62 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih senilai Rp141,5 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar