Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Inilah Saham-saham Pilihan Sesi Kedua Perdagangan

Inilah Saham-saham Pilihan Sesi Kedua Perdagangan - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Hingga penutupan sore nanti, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah seiring kekhawatiran investor terhadap laju inflasi di Tanah Air. Inilah saham-saham pilihannya.

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini IHSG berakhir melemah 0,32% ke level 7.239,77. Investor asing tercatat melakukan net buy hingga Rp403,58 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS siang ini berakhir menguat ke level 14.351 ketimbang hari sebelumnya di level 14.362. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) berakhir naik ke level 7,048% dari 6,917% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Foto: Malang Suplai 12 Ton Daging Ayam untuk Jakarta

Pasar Khawatirkan Lonjakan Inflasi di Tanah Air

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini terlihat bergerak volatile. “Setelah sempat menguat IHSG di pembukaan pada akhirnya berbalik arah dan berakhir tutup dalam kondisi melemah,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

IHSG pada akhirnya tidak mampu mengikuti tren penguatan bursa regional Asia lainnya meski ada sentimen kebijakan moneter lebih ketat yang Korea Selatan dan Singapura mulai terapkan.

“Pelemahan IHSG kali ini tampaknya terpengaruh oleh kekhawatiran investor terhadap risiko percepatan laju inflasi domestik setelah Pemerintah Indonesia membuka wacana untuk menaikkan harga BBM jenis Pertalite, minyak diesel alias solar hingga gas elpiji 3 kilogram,” ujarnya.

Baca juga
Kans Anies-Ridwan di Jabar Kuat, Kelemahannya Tak Ada Parpol

Namun, BI menyatakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5% sampai tanda-tanda kenaikan inflasi benar-benar terasa. Hingga Maret 2022 inflasi terlihat masih di bawah 3% secara tahunan. Angka ini masih dalam kisaran target BI di 2%-4%.

Mengacu pada kondisi yang ada, Hendry memperkirakan, IHSG pada perdagangan sesi kedua nanti berpotensi melanjutkan pelemahan. “Perkiraan level support kami akan berada di level 7.215,” ungkap Hendry.

Saham-saham Pilihan Sesi Kedua

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Surya Citra Media Tbk (SMA)

“Saham SCMA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika saham mampu terus bergerak di atas level support kritikal 252,” ujarnya.

Baca juga
Jaga Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga Ingatkan Sinergi Kebijakan Gas dan Rem Pusat dan Daerah

Secara teknikal, support berada di 252 dan resistance 310. Rekomendasi speculative buy untuk SCMA di level 264-272.

  1. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)

“Saham PRDA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika saham mampu terus bergerak diatas level support kritikal 7.250,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 7.250 dan resistance 8.000. Rekomendasi speculative buy untuk saham PRDA di level 7.400-7.550.

  1. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

“Saham ini kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika ASSA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 2.410,” ucapnya.

Secara teknikal, support berada di 2.410 dan resistance di 2.900. Rekomendasi speculative buy untuk ASSA di level 2.550-2.610.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar