Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Inilah Wajah Ajudan Ferdy Sambo Penuh Luka

Senin, 11 Jul 2022 - 20:34 WIB
Penulis : inilah
Editor : editorial inilah
Inilah Wajah Ajudan Ferdy Sambo Penuh Luka
Inilah Wajah Ajudan Ferdy Sambo Penuh Luka

Luka sayatan tampak jelas di wajah Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat, ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yang tewas ditembak pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Dalam keterangan resmi Polri, disebutkan bahwa Brigadir Yosua terlibat aksi baku tembak dengan anggota polisi lain di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Jakarta Selatan.

Namun terdapat luka sayat di bagian wajah korban yang diduga terkena benda tumpul seperti tongkat. Ditambah lagi dengan pengakuan keluarga yang menyebut jari Brigpol Yosua putus, membuat kronologi penembakan dan kematian Brigadir Yosua penuh kejanggalan.

Bahkan pihak keluarga sebelumnya sempat tak diperbolehkan membuka peti mati Brigadir Yosua saat jenazahnya diantarkan ke rumah duka di Jambi, Sabtu (9/7/2022).

Baca juga
Komnas HAM: Ferdy Sambo Mengaku Jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

Selain luka di bagian mata, ada juga luka di hidung serta bekas luka yang seperti sudah dijahit. Terakhir di bibir bagian bawah juga terdapat luka sayat.

Sebelumnya, Polri membenarkan adanya baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat, Jumat (8/7/2022). Korban merupakan ajudan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

“Saya akan menyampaikan informasi terkait adanya penembakan. Peristiwa itu benar telah terjadi pada hari jumat 8 Juli 2022, kurang lebih jam 17 atau jam 5 sore,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Senin (11/7/2022) sore.

Ramadhan mengatakan, kejadian bermula saat korban memasuki rumah petinggi Polri di Perumahan Dinas Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga
Ada Pelaku Lain Selain Bharada E dalam Pembunuhan Brigadir J

Kemudian, lanjut dia, anggota Polri lain Bharada (Bhayangkara Dua) berinisial E menegur. Namun korban malah mengacungkan senjata sehingga terjadi baku tembak di antara keduanya.

“Peristiwa singkatnya seperti ini. Saat itu saudara korban berada atau memasuki rumah salah satu pejabat polri di perumahan dinas Duren Tiga. Kemudian, ada anggota lain atas nama Bharada E menegur dan saat itu yang bersangkutan mengacungkan senjata kemudian melakukan penembakan. Bharada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap korban,” tambahnya.

Akibat baku tembak, Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat meninggal dunia. Kasusnya kini dalam penanganan Propam Mabes Polri dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Tinggalkan Komentar