Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

INILAHREWIND: “Mighty” “Mighty” Ferdy Sambo

Rabu, 28 Des 2022 - 15:42 WIB
Ferdy Sambo dan istri Putri Candrawathi
Dua dari lima terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2022). (Foto: Inilah.com/ Safarian Shah)

HUT ke-76 Bhayangkara yang diupacarakan di akademi Kepolisian, Semarang, pada Selasa (5/7/2022) bisa jadi hari terkelam Korps Bhayangkara. Betapa tidak, tiga hari kemudian terjadi peristiwa nahas di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jaksel. Brigadir muda tewas dibunuh, dan tiga hari kemudian jasadnya dipulangkan ke rumah orang tua di Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi. Drama pun dimulai.

Belum ada skandal terbunuhnya anggota Polri di rumah Jenderal Polri yang menggegerkan seperti perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Disebut-sebut tewas lantaran mencoba menodai nyonya rumah, Putri Candrawathi, dalam duel bak film Hollywood. Tewas dengan empat luka tembak setelah baku tembak kolega sesama ajudan, Richard Eliezer (Bharada E) yang mencoba menyelamatkan istri Jenderal Ferdy Sambo, Kadiv Propam Polri, ketika itu.

Keluarga yang dibuat kaget atas peristiwa terbunuhnya putra sulung semakin bertanya-tanya, harus melalui perdebatan yang tak perlu, hanya untuk membuka peti mati jenazah yang dibawa tangan kanan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan dari Jakarta. Ketika negosiasi, peti dibuka dan terlihat wajah sang putra memiliki lebam. Keluarga akhirnya berani bicara, menuntut keadilan.

20220620 113532 2(2) - inilah.com
Irjen Ferdy Sambo, ketika masih menjabat Kadiv Propam Polri. Foto: Antara

Di Jakarta, ketika tewasnya anggota Brigadir J mulai diberitakan, Mabes Polri memberi konferensi pers. Belakangan diketahui materi tersebut merupakan muslihat Ferdy Sambo. Bak sutradara, Ferdy Sambo menyusun skenario aksi tembak-menembak yang konyol itu, tamtama melesatkan peluru tepat sasaran, dari atas tangga rumah dinas Kadiv Propam, hingga Brigadir J yang diklaim berada di pintu kamar sang nyonya, tewas terkapar. Belakangan diketahui Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J, dari arah belakang. Soal ini, persidangan tengah membuktikan.

Baca juga
Olah TKP, Polisi Bawa 4 Koper Barang Bukti dari Dalam Rumah Ferdy Sambo

DPR seolah terbelah menyikapi kasus pembunuhan ini, ada pihak yang menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan perkara tewasnya Brigadir J ada pihak yang meminta Ferdy Sambo tidak nonaktif, dan menyerahkan sepenuhnya Polri untuk mengusut tuntas peristiwa itu. Kalangan sipil menuntut Ferdy Sambo nonaktif, drama pun terus berlanjut, Kapolri Sigit, lantaran desakan kuat publik, membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus yang mulanya disederhanakan sebagai insiden penembakan.

Antarafoto Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir J 191222 Sgd 2 - inilah.com
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjalani sidang sebagai terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (19/12/2022). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ferdy Sambo masih perkasa. Dilindungi kolega dan terus berupaya keluar dari lubang jarum. Sementara keluarga membuat laporan ke Mabes Polri terkait perkara pembunuhan. Laporan ini yang selanjutnya ditindaklanjuti penyidik. Bharada E yang awalnya diplot menjadi pahlawan, jadi tersangka, ‘disembunyikan’, dan difasilitasi mendapat perlindungan LPSK. Sang pion akhirnya berteriak, mengungkap bahwa sang jenderal yang menjabat polisinya polisi pada 2020 terlibat dalam skandal yang membuat citra Polri terpuruk.

Kasus Ferdy Sambo membawa residu yang membuat Korps Bhayangkara seolah berada dalam situasi saling terkam. Muncul skandal mafia judi yang disebut-sebut menjadi sumber cuan tak resmi Satgassus Merah Putih, satuan elite di luar struktur Polri yang dibentuk pada masa Kapolri Jenderal Tito Karnavian berdasarkan surat perintah (sprin) nomor Sprin/681/III/HUK.6.6/2019 tertanggal 6 Maret 2019.

Baca juga
Sambo Akui Bersalah Bunuh Brigadir J, Tapi Masih Singgung Soal Perintah

Keperkasaan Ferdy Sambo semakin nampak bukan hanya memimpin Divpropam Polri namun memimpin Satgassus Merah Putih yang menurut Polri telah dibubarkan berdasarkan Sprin Nomor: Sprin/2093/VIII/HUK.6.6/2022 yang diteken Kapolri Sigit pada 11 Agustus 2022 lalu. Drama masih terus berlanjut, hingga akhirnya Ferdy Sambo diumumkan menjadi tersangka dalam dua perkara sekaligus yakni pembunuhan berencana dan merintangi penyidikan (obstruction of justice), pada Agustus 2022 yang lalu.

Whatsapp Image 2022 07 05 At 08.28.04 - inilah.com
Presiden Jokowi memberi sambutan sewaktu menjadi Inspektur Upacara HUT ke-76 Bhayangkara, di Semarang, Jateng, Selasa (5/7/2022). Foto: Antara

Selama Agustus itu Ferdy Sambo dinonaktifkan, dimutasi menjadi perwira tinggi pelayanan markas, ditempatkan di Mako Brimob, menjalani pemeriksaan etik, hingga diberhentikan dengan tidak hormat. Sederet perwira diadili secara etik, dikenakan sanksi demosi bahkan dipecat, lantaran menjadi tersangka merintangi penyidikan. Keperkasaan Ferdy Sambo mulai memudar, citra Polri di ujung nadir.

Berdasarkan survei Charta Politika yang digelar pada September 2022, atau sebulan sebelum Ferdy Sambo dan istri menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jaksel, kepercayaan publik terhadap Polri berada pada angka 56 persen. Sementara survei LSI Denny JA yang dirilis pada Oktober 2022, atau ketika sidang perkara pembunuhan Brigadir J berproses, citra Polri melorot 13 poin menjadi 59,1 persen imbas sengkarut kasus Ferdy Sambo.

Sidang kini sudah memasuki pekan ke-10, dengan agenda pembuktian mendengarkan ahli dari masing-masing terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Keperkasaan Ferdy Sambo, yang sempat menunjukkan taring dengan memojokkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, masih perlu diuji, apakah mampu lolos dari lubang jarum perkara dengan ancaman maksimal pidana mati.

Baca juga
Jaksa: Tuntutan Richard Eliezer Sudah Pertimbangkan Status Justice Collaborator

Sementara Presiden Jokowi, ketika menjadi inspektur HUT ke-76 Bhayangkara, di Semarang, menyampaikan pesan bahwa kecerobohan kecil personel Polri mampu merusak kepercayaan publik. “Oleh karena itu bekerjalah dengan hati-hati, bekerjalah dengan presisi,” kata Jokowi memberikan amanat.

Keperkasaan Ferdy Sambo memiliki daya ledak tinggi, sekalipun sudah menjadi terdakwa dalam kasus yang jarang terjadi. Masih mengumbar kemesraan dengan istri, dalam persidangan yang digelar semi tertutup, menyisakan rongga mendalam ketidakpercayaan publik terhadap institusi. Sang istri diyakininya dilecehkan ajudan di Magelang, sebelum korban tewas di TKP rumah dinas Kadiv Propam Polri. Namun sejumlah saksi malah menunjukkan nuansa sebaliknya, Putri dan ajudan akrab dan tidak berjarak. Mighty…mighty Ferdy Sambo.

Tinggalkan Komentar