Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Innovation Summit Jakarta 2022 Suarakan Semangat Atasi Krisis Energi dan Iklim

Rabu, 09 Nov 2022 - 22:30 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Innovation Summit
Foto: Istock

Schneider Electric menggelar Innovation Summit Jakarta 2022 dengan tema “Innovation for Sustainable Indonesia”. Kegiatan tersebut menyerukan semangat untuk mengatasi tiga krisis, yakni krisis energi, ekonomi dan iklim, yang dihadapi pemerintah, sektor bisnis, dan konsumen serta menetapkan pendekatan dan solusi tentang bagaimana mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Dalam upaya mencapai tujuan sustainability, penting bagi pemangku kepentingan untuk memiliki visibilitas menyeluruh terhadap perjalanan aksinya, termasuk konsumsi energi, memiliki kemampuan untuk memproses dan menganalisa data secara akurat dan real time untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran,” ujar Country President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Roberto Rossi, dalam keterangannya, Rabu (9/11/2022)

Dia menjelaskan, adopsi teknologi digital yang berfokus pada perangkat lunak dalam ekosistem terbuka, dikombinasikan dengan elektrifikasi, dan pemanfaatan energi terbarukan, dapat meningkatkan keamanan energi, ketahanan, dan juga dekarbonisasi. Roberto kemudian mengajak seluruh pelanggan dan mitra untuk bergerak bersama dan menjadi bagian dari gerakan ‘Green Heroes for Life’.

Baca juga
Krisis Energi Masih Jauh, KESDM Terjunkan Tim Eksplorasi ke 5 Cekungan Migas

Dalam dua hari penyelenggaraan, Innovation Summit Jakarta akan membahas langkah-langkah mengatasi tantangan iklim global dan memberikan wawasan kepada pelanggan, mitra, regulator, dan pembuat kebijakan mengenai cara-cara mengurangi emisi dengan cepat untuk mendekarbonisasi ekonomi. Para peserta juga dapat mendengarkan kisah para pelaku bisnis yang telah memulai dan berhasil menjalankan aksi berkelanjutan.

Sementara itu, East Asia & Japan Zone President Schneider Electric, Manish Pant, menekankan pentingnya segera beralih ke elektrifikasi dan digitalisasi. Dia menjelaskan, sistem energi saat ini sangat terkarbonisasi, yang mengonsumsi sekitar 150.000 TWh energi setiap tahun, dengan 80 persen di antaranya berasal dari bahan bakar fosil, yakni minyak, gas alam, batu bara.

Baca juga
Dalam Ancaman Krisis Pangan, Kang Emil Ogah Warganya Susah Makan

“Saat ini, energi mewakili sekitar 80 persen dari total emisi CO2, cadangan bahan bakar fosil tidak terdistribusi secara merata di seluruh dunia, dan sangat tidak efisien jika 60 persen bahan bakar fosil yang diekstraksi terbuang sia-sia. Masalah-masalah ini terus menciptakan ketidakseimbangan dan risiko besar bagi planet kita,” ungkap Manish.

Dia menerangkan, digitalisasi penting untuk membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dan mengurangi emisi karbon mereka tanpa mengorbankan kinerja laba. Hal tersebut dia katakan krusial untuk mencapai target berkelanjutan dan mendorong nilai perusahaan. “Di sisi lain, elektrifikasi akan secara signifikan mengubah cara penggunaan energi, vektor tercepat dalam dekarbonisasi,” terang dia.

Baca juga
Solar Langka, Indonesia Jangan Sampai Krisis Energi Seperti Singapura, Inggris, China

Dalam Innovation Summit Jakarta 2022 ini, Schneider Electric mengumumkan sejumlah inovasi dan inisiatif terbaru perusahaan dalam mendukung dan mendorong percepatan realisasi aksi sustainability para pelanggan dan mitranya, antara lain SM AirSet, EcoStruxure Automation Expert 22.1, GAPMMI-Schneider Electric Sustainability Award, Schneider Electric Sustainability Impact Awards, dan Program University Student Talkshow.

Tinggalkan Komentar