Insentif Guru Madrasah Non PNS Sebentar Lagi Cair

Insentif Guru Madrasah Non PNS Sebentar Lagi Cair - inilah.com
istimewa

Bagi guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yeng mengajar di madrasah sebentar lagi bisa bernapas lega. Pasalnya Kementerian Agama telah menerbitkan surat pembayaran dana insntif untuk para guru madrasah tersebut.

Insentif ini akan cair antara akhir September atau awal Oktober 2021 dan langsung masuk ke rekening guru non PNS yang sudah terdaftar di Kemenag RI. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi kepada para pengajar agar lebih meningkatkan mutu pendidikannya mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan,” ujar M. Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.

Baca juga  Umrah Dibuka, Ini Aturan Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah

Para penerima insentif guru non PNS itu adalah yang memenuhi kriteria di antaranya:
1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama);
2. Belum lulus sertifikasi;
3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama;
5. Berstatus sebagai guru tetap madrasah, yaitu guru non PNS yang diangkat oleh pemerintah/pemerintah daerah, kepala madrasah negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.
6. Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV;
7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya;
8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.
9. Belum usia pensiun (60 tahun).
10. Tidak beralih status dari guru RA dan madrasah.
11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/madrasah.
12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

Baca juga  Penerima Vaksin Harian Lebih dari 1,1 Juta Orang

Tinggalkan Komentar