Interpelasi Gubernur Anies Layu Sebelum Berkembang

Interpelasi Gubernur Anies Layu Sebelum Berkembang - inilah.com
instagram.com/dprddkijakarta

Hari ini, Selasa, 28 September 2021, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna untuk menyampaikan usulan lisan interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Tanpa didampingi para wakil-nya, Prasetio mengetuk palu membuka rapat paripurna. 

Karena tidak memenuhi kuorum, rapat sempat diskors oleh Prasetio. Seperti diketahui rapat paripurna interpelasi itu terkait pelaksaan Formula E. Interpelasi diusulkan oleh dua fraksi di DPRD DKI Jakarta, yaitu PDI-P dan PSI.

Usai rapat di skors selama satu jam lebih, kuorum yang disyaratkan Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata tertib DPRD DKI Jakarta, pasal 121 tidak terpenuhi. Rapat itu pun akhirnya ditunda.

“Kami akhiri kuorumnya di dalam forum ini juga tidak kuorum 50+1 jadi rapat paripurna pengusulan interpelasi kami skors. Saya ralat, bukan di skors tapi ditunda,” kata Prasetio di DPRD Jakarta, Selasa,

Sebagai informasi, rapat paripurna itu dihadiri 32 anggota DPRD DKI Jakarta. 25 anggota berasal dari PDI-P dan tujuh anggota dari fraksi PSI. Tidak ada anggota DPRD dari fraksi lainnya yang ikut hadir dalam paripurna tersebut. Tujuh fraksi lainnya memboikot paripurna itu. Interpelasi untuk Anies pun layu sebelum bekembang.

“Tujuh fraksi dan empat Wakil Ketua DPRD DKI menyatakan rapat paripurna yang digelar SeIasa tidak layak dihadiri, baik eksekutif maupun anggota DPRD DKI,” kata Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik, Senin (27/9/2021).

Baca juga  Bandara Halim Akan Ditutup, Penerbangan Komersil Dialihkan ke Soetta

Tinggalkan Komentar