Intip Rahasia Pemain Indonesia Sukses Tembus Kompetisi Eropa

Intip Rahasia Pemain Indonesia Sukses Tembus Kompetisi Eropa - inilah.com

Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman serta Bagus Kahfi adalah beberapa pemain muda Indonesia yang sukses berkiprah di kompetisi Eropa.

Egy baru saja menandatangani kontrak dengan Klub Slovakia FK Senica. Witan bergabung dengan mantan klub Egy di Polandia, Lechia Gdansk. Sementara Bagus tengah memulai petualangannya bersama Jong FC Utrecht di Belanda.

Bibit-bibit berbakat sepakbola Indonesia mulai meramaikan pemberitaan internasional dengan sukses menembus pasar Eropa.

Lalu apa rahasianya agar pemain muda Indonesia bisa mengikuti jejak Egy, Witan dan juga Bagus.

Direktur teknik PSSI, Indra Sjafri pernah menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi agar pesepakbola muda bisa berkompetisi di luar negeri.

Baca juga  Witan Sulaeman Lanjutkan Karir di Eropa, Gabung Lechia Gdansk

Ada empat poin yang harus dimiliki oleh pemain muda untuk menembus sepakbola eropa, yaitu, skill, fisik, kecerdasan taktikal dan mental.

“Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menerapkan dispilin yang tinggi dan mental menjadi prioritas utama. Untuk atlet top, mental saja tak cukup. Keempat hal itu hari sama baiknya,” kata Indra Sjafri.

Menurut Indra, secara skill pemain Indonesia sudah cukup bagus. Egy sendiri kerap disebut Messi dari Indonesia.

“Tapi skill saja tidak cukup, bagaimana ia mengimplementasikan skill dalam permainan sepakbola. Karena permainan sepakbola itu berubah setiap saat. Bagaimana ia mengantisipasi taktikal, baik itu taktik individu atau dari tim lawan,” tambahnya.

Baca juga  Resmikan GOR di Rorotan, Anies Kenang Sosok Bang Saefullah, Putra Betawi Penjaga Jakarta

“Fisik bisa dibentuk dengan cepat. Dua bulan di Kroasia, kita bisa membentuk fisik dengan cepat. Tapi apakah para pemain di Kroasia fisiknya sudah maksimal? Keempat hal itu tidak maksimal tanpa adanya dasar sepakbola yang benar,” jelasnya.

Untuk faktor mental itu bisa menggambarkan dua hal, karakter kinerja dan karakter moral. Indra menilai, selama ini semua masih fokus pada kinerja pemain, soal bagaimana pantang menyerah, selalu ingin menang dan bekerja keras.

“Saya pikir semua itu tidak cukup. Kita bisa lebih baik dari pemain Eropa kalau punya karakter moral juga ikut dikembangkan. Karakter moral adalah, ia tahu siapa penciptanya, santun pada orang tua, displin, santun pada pelatih, hormati semua orang dan punya rasa respek,” katanya.

Baca juga  Hamil, Jessica Iskandar Pamer Video Singkat Cek Kandungan

Tinggalkan Komentar