Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Investor Asing Lihat Saham RI sebagai Instrumen Investasi Pilihan

Selasa, 06 Sep 2022 - 10:00 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Investor Asing Lihat Saham RI sebagai Instrumen Investasi Pilihan - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/9/2022) pagi bergerak naik seiring penguatan bursa saham Asia. Salah satu katalisnya adalah investor asing yang ditengarai melihat saham Indonesia sebagai instrumen investasi pilihan.

IHSG dibuka menguat 30,76 poin atau 0,43 persen ke posisi 7.262,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,46 poin atau 0,63 persen ke posisi 1.035,76.

“IHSG mungkin bergerak sideways hari ini mengingat penguatan di mayoritas komoditas utama terjadi di tengah sentimen yang bervariasi di bursa global dan regional,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

IHSG bergerak di luar perkiraan pada Senin (5/9) kemarin naik 0,8 persen menjadi 7.231,9, sedikit lebih rendah dari level tertingginya sepanjang masa di 7.232,2 (26 April 2022).

Peningkatan tersebut didorong oleh arus beli bersih asing yang mencapai Rp1,4 triliun di pasar reguler dan Rp1,5 triliun secara keseluruhan.

Baca juga
Mengenal IPOT Web untuk Transaksi Saham Besutan Indo Premier Sekuritas

Analis Samuel Sekuritas Lionel Proyadi mengatakan, salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa pasar sudah memperhitungkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Media pun telah ramai membahas masalah harga BBM tanpa henti salam dua minggu terakhir.

“Penjelasan lain adalah bahwa investor asing masih melihat saham Indonesia sebagai instrumen investasi pilihan karena kinerja pasar negara berkembang pengimpor komoditas lain yang lebih buruk dari Indonesia,” ujar Lionel.

Kendati demikian, lanjut Lionel, pertanyaan yang tersisa saat ini adalah apakah investor asing telah memperhitungkan kondisi makro ekonomi Indonesia.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memperkirakan inflasi akan mencapai 6,6-6,8 persen tahun ini. Untuk menjaga tingkat inflasi, Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 100 bps menjadi 4,75 persen.

“Kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan melambat menjadi 4,7 persen tahun ini,” kata Lionel.

Baca juga
Bantalan Sosial Kenaikan Harga BBM, Hanya Pelipur Lara?

Sementara itu, bursa saham AS kemarin tutup karena libur Hari Buruh. Sedangkan bursa saham Eropa ditutup melemah karena kekhawatiran akibat masalah pasokan gas Rusia ke Eropa yang belum terselesaikan dan mungkin berpotensi menjadi krisis energi di Eropa.

Rusia memutuskan untuk menghentikan pasokan gas ke Eropa melalui pipa Nord Stream, seiring dengan makin intensifnya serangan militer Ukraina di Ukraina Selatan, khususnya di Kherson.

Keputusan itu mendongkrak harga energi global dan menekan pasar saham Eropa. Harga batu bara Newcastle naik 5,2 persen tadi malam dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di 463,75 dolar AS per metrik ton.

Harga minyak mentah Brent juga mengalami rebound kuat, salah satunya karena keputusan OPEC+ untuk memangkas target produksi minyak kolektif sebanyak 100.000 barel per hari pada Oktober mendatang.

Melihat pernyataan pemerintah Rusia untuk menghentikan pasokan gas dari pipa Nord Stream sampai Amerika Serikat dan sekutunya meringankan sanksi, Lionel memperkirakan harga minyak akan melanjutkan rebound dan harga batu bara akan tetap tinggi.

Baca juga
Cerna Risalah The Fed, Wall Street ‘Siuman’

“Kami mempertahankan rekomendasi kami untuk melakukan trading jangka pendek di sektor migas, serta menambahkan sektor batu bara dalam rencana trading,” ujar Lionel.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 15,42 poin atau 0,06 persen ke 27.635,03, indeks Hang Seng naik 20,37 poin atau 0,11 persen ke 19.246,07, dan indeks Straits Times meningkat 9,09 poin atau 0,28 persen ke 3.224,57.

Tinggalkan Komentar