Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Investor China Siapkan Triliunan Bangun Pembangkit Listrik dari Sampah

https://www.inilah.com/diputus-mk-inkonstitusional-bersyarat-wamenlu-tetap-sosialisasi-uu-ciptaker-ke-china

Ada kabar baik dari investor China. Mereka tertarik manfaatkan sampah untuk jadi listrik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di mana, investor China itu akan memanfaatkan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bahan bakunya. “Investor asing yang tertarik berasal dari China (Tiongkok). Tentunya, ketika benar-benar tertarik bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di Kudus,” kata Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/1/2022).

Ia memperkirakan, nilai investasi asing itu, mencapai triliunan rupiah. Ketika kerja sama dengan Tiongkok tersebut bisa direalisasikan. Untuk kepastiannya tentu menunggu kelanjutan proses kerja samanya nanti.

Baca juga
Oleh-oleh KTT G20, Presiden Jokowi Bawa Pulang Investasi Inggris Rp130 Triliun

Bahkan, Pemkab Kudus sudah ada nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor asal Tiongkok tersebut. Pihak investor asing tersebut, nantinya juga akan menerjunkan tim untuk melakukan survei lokasi.

Untuk kebutuhan pengolahan, pihak investor juga membutuhkan lahan seluas 10 hektare, sehingga nantinya akan diperluas.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agustinus Agung Karyanto menambahkan MoU dengan investor tersebut baru sekadar ada ketertarikan untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan baku untuk diolah menjadi energi. “Kepastiannya serta teknis pengolahannya nanti menunggu hasil pembahasan dengan berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Baca juga
Ubah Sampah Plastik jadi Aspal

Dengan adanya investasi di TPA, maka sampah yang ada dimungkinkan akan berkurang karena dimanfaatkan untuk diolah menjadi energi, termasuk sampah dari masyarakat.

Dan, TPA Tanjungrejo sendiri dengan luas sekitar 5,25 hektare belum pernah ada perluasan, sedangkan saat ini kondisinya sudah penuh dan perlu penambahan lahan.

 

Tinggalkan Komentar