IPI Soroti Potensi Gejala Politik Identitas Sandiaga

IPI Soroti Potensi Gejala Politik Identitas Sandiaga

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, gejala politik identitas akan kembali mewarnai dinamika politik 2024 semakin menggeliat. Ini menyusul Forum Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia (PII) se-Jawa Barat (Jabar) mendeklarasikan dukungan terhadap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilu 2024.

“Klaim bahwa Sandiaga dianggap dekat ulama, pandangan tersebut terlalu subyektif, penilaiannya tidak berdasarkan realitas obyektif. Alasan dan pertimbangannya lebih menonjol kepentingan politik, kekuasan dan sentimen kelompok yang dibalut agama,” ucap Karyono, kepada media, Selasa (21/12/2021).

Menurut Karyono selama ini rakyat dirugikan korban dari konflik politik yang menggunakan isu politisasi agama. Di era post truth, dampak penggunaan isu agama, lebih berbahaya dari isu lainnya. Daya rusaknya lebih dahsyat. Nilai-nilai toleransi dan kebhinnekaan tergerus. Kohesi sebagai satu bangsa mulai merenggang.

Baca juga  Kenaikan UMP Buruh di Jakarta Hanya Rp38 Ribu

“Oleh karena itu, Sandiaga dan tokoh lainnya yang memiliki hasrat maju sebagai capres cawapres harus bisa mengendalikan syahwat politik untuk tidak melakukan politisasi SARA hanya untuk kepentingan elektoral,” tegas Karyono.

Sebelumnya, Anggota DPR dari Partai Gerindra, Kamrussamad menuding deklarasi dukungan sejumlah ulama kepada Sandiaga Uno untuk maju di Pilpres 2024, dikhawatirkan merupakan bentuk eksploitasi identitas.

“Saya khawatir ada sekelompok oknum yang bekerja secara sistematis bersama Sandiaga sehingga tega lakukan eksploitasi identitas ulama,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar