Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Irma Chaniago: IDI Organisasi Arogan

Irma Chaniago
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago (ist)

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago membongkar arogansi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang elitis, superbody, hingga menghambat inovasi.

“IDI menjadi organisasi yang elitis, superbody, dan arogan,” ujar Irma kepada Inilah.com, Selasa (29/3/2022).

Bahkan, politisi Partai NasDem ini menyebut publik menaruh curiga kepada Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang ‘masuk angin’ oleh koorporasi farmasi.

Hal ini usai pemecatan permanen mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam Muktamar ke-31 IDI di Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat pekan lalu (25/3/2022).

“MKEK dicurigai masuk angin oleh korporasi farmasi, kalo fungsinya malah cuma jadi kepanjangtangan korporasi farmasi nggak ada gunanya, bisa mati suri nanti inovasi anak bangsa untuk memproduksi alkes (alat kesehatan) dan kebutuhan kefarmasian dalam negeri,” tambahnya.

Baca juga
Cerita Odelia Ketemu Vanessa Angel Dua Minggu Lalu

Lebih lanjut ia menuturkan, semestinya IDI lebih memperjuangkan kekurangan dokter spesialis dan memudahkan akses perpanjang surat tanda registrasi (STR).

“Kita kan kekurangan dokter spesialis, bahkan sekarang ada 2.500 dokter muda yang terancam menganggur karena tidak lulus ujian kompetensi, dan IDI tidak memperjuangkan hal tersebut, padahal tes tersebut jadi momok bagi para dokter muda yang ingin dapat bekerja,” tutur Irma.

“Banyak dokter yang sangat tergantung pada kebaikan hati IDI untuk bisa memperpanjang STR-nya jika ingin terus bisa praktik,” sambungnya.

Kemudian, Irma menjelaskan, Komisi IX DPR akan memanggil pihak IDI dan Terawan untuk mengklarifikasi dan mediasi agar IDI tak menjadi organisasi yang superbody.

Baca juga
Komitmen Erick Thohir Komersialisasi Pelabuhan Benoa untuk Produk UMKM

“Kami merencanakan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengklarifikasi dan memediasi agar didapat win win solution dan ke depan IDI dapat menjadi wadah organisasi profesi yang memberikan support dan punishment yang fair pada anggotanya, tidak menjadi organisasi yang superbody dan malah menjadi momok bagi para anggotanya,” pungkas Irma. [ikh]

Tinggalkan Komentar